*these images are courtesy of SIGIarts
SAFARI YANG MEMANIPULASI IMAJINASI
Oleh Brigitta Isabella
Apa yang akan anda lakukan jika tiba-tiba, saat sedang sembunyi-sembuyi membuka situs facebook di kantor, ada seekor komodo yang sedang mencari mangsa, tepat di belakang punggung anda? Atau bagaimana reaksi anda jika saat sedang asik menyantap Big Mac di McDonald, anda melihat seekor dinosaurus yang sedang membuka mulutnya lebar-lebar? Apa pula yang akan anda katakan, saat sehabis berbelanja seharian di mal dan menuju parkiran, ada seekor beruang yang tengah mendekati mobil anda?
Saya rasa, jika anda tidak berprofesi sebagai penjinak binatang, anda akan mengucek-ngucek mata dengan heran, berteriak atau malah lari terbirit-birit. Bisa juga, anda malah mengira sedang dikerjain di sebuah acara televisi.
Continue Reading →
Secara alamiah dan sudah membudaya, setiap angkatan entah itu seni lukis, seni grafis ataupun minat utama lain di Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta otomatis menjadi suatu kelompok atau komunitas. Komunitas ini sangat bermanfaat dalam menjalin persaudaraan diantara mahasiswa ataupun suatu angkatan. Untuk menandai kelompok, angkatan 2007 minat utama seni grafis Institut Seni Indonesia menamakan kelompok ini dengan “Tangan Reget”. Tentu saja nama ini dipilih melalui keputusan bersama.
Tangan Reget atau yang berarti tangan kotor disini mengandung makna kiasan, sehingga mengakibatkan pengertian yang berbeda. Berawal dari cara mereka berkarya dimana tinta cetak, hardboard, dan alat cukil menjadi makanan sehari-hari dalam berkarya,dan sisa-sisa tinta selalu melekat pada tangan hingga melekat dihati. Definisi reget yang berarti kotor
Continue Reading →
DITTMAR’S “COLOUR WINDOWS” ON THE SPIRITUAL QUEST
When speaking of abstraction in art, what most often comes to mind is the idea of visual language reduced to its core aesthetic elements, of a focus on “form” for its own sake, without the encumbrance of a narrative located beyond the canvas. This is by large true. But the lack of a narrative does not necessarily mean the absence of a message. The great pioneers of abstraction of the early 20th century were enthralled by philosophical and mystical concerns. Theosophy, which sees creation as expanding geometrically from a single point, was a paramount reference to artists such as Kandinsky, Mondrian, and Malevitch. Kandinsky, in a little book he published in 1910, “The Spiritual in Art”,(“Das Geistige in der Kunst”) proclaimed the object of his art to be the spiritual. Malevitch and Mondrian saw their geometric abstraction as the expression of cosmic dualities. Abstraction, to those artists, was the visual formulation of a spiritual quest.
It is in this same vein that Peter Dittmar’s exhibition: “PETER DITTMAR –“COLOUR WINDOWS COMBINATIONS” at GAYA ART SPACE from 31. July March till 30thAugust 2009, should be apprehended. Although the core of his inspiration is not Theosophy proper, but Theosophy’s principal source:
Continue Reading →
Melalui karya saya, saya mencoba untuk mendapatkan permukaan (surface) dari segala hal yang belum jelas, tidak biasa (tidak familiar) dan ketertekanan, dalam rangka untuk mewacanakan (to discourse) itu dengan kesadaran.
Saya menemukan berbagai kesulitan sementara pencarian berlangsung dan berhadapan dengan banyak yang tidak familier dengan sisi yang berlawanan dari kepribadian, yang hanya berfungsi ketika ada pertentangan.
Fotografi “Scenting” direalisasikan dengan teknik manual – multi eksposisi. proses teknik ini tidak bisa di bawah kendali yang memberikan satu kesempatan besar untuk cara bekerja yang bersifat insting dan bergerak menampilkan sisi dari ketidaksadaran.
Continue Reading →
The great pioneers of abstraction of the early 20th century were enthralled by philosophical and mystical concerns. Abstraction was the visual formulation of a spiritual quest, and it is in this same vein that Peter Dittmar’s believes in; he evokes Hindu-Buddhist cosmological symbols.
Dittmar’s latest artworks arrive at a different phase of the quest. The simplicity Peter Dittmar achieves here is more complex than it appears. It is an achieved form of learning and meditation.
His current abstract geometric paintings symbolize the encounter of the beholder with the absolute stillness of the Void. Peter Dittmar says he following the “Golden Section”, also known as “Divine Proportions”, combined with a sophisticated play of tonal coloration that takes us ever deeper into the ultimate Stillness/Void.
Continue Reading →
Curator: Fery Oktanio
Will be officiated by: Mr. Syakieb Sungkar
Entertaiment: Ruzan n Gig’s
MC: Ninda Karisa
Start Time: Saturday, August 1, 2009 at 7.30PM
Place: Taman Budaya Yogyakarta
Address: Jl. Sriwedani no. 1 Yogyakarta
Phone:0274-561922
Email: info@srisasanti.com/ srisasanti@yahoo.com
Start Time: Friday, July 24, 2009 at 7.30PM
End Time: Friday, July 31, 2009
Place: Fine Art Museum Gallery – Jogja National Museum
Address: Jl. Amri Yahya No. 1 Gampingan, Wirobrajan Yogyakarta 55253, Indonesia
Phone: +62-274 542085
Fax: +62-274 586105
Email: info@jogjanationalmuseum.org
Website: www.jogjanationalmuseum.org
Artists: Continue Reading →
AB Harnowo, Adhik Kristiantoro, Farhan Adityasmara, Harlen Kurniawan,

PAMERAN FOTO: “FOTOGRAFI BICARA…”
Gelar-Karya Fotografi
Host: Institut Seni Indonesia – Jogjakarta (Indonesian Institute of Arts Jogja)
Start Time: Friday, July 24, 2009 at 7:30pm
End Time: Tuesday, July 28, 2009 at 9:00pm
Location: Taman Budaya Yogyakarta
Address: Jl. Sriwedari No.1 Depok, Indonesia
Phone: 08122963383
Email: chris_ad@yahoo.com
PAMERAN SENI GRAFIS
STUDIO GRAFIS MINGGIRAN
BENTARA BUDAYA 22-30 JULI 2009
Sebuah Pameran Seni Grafis yang bertajuk : OOH MESIAS, dari kelompok Grafis Minggiran yg beranggotakan: Alexander Nawangseto, Danang Hadi Phe (a.k.a. Tape), Maryanto Beb, Deni Rahman, Rully Putra Adi P, Theresia Agustina Sitompul (a.k.a. Tere)
Pameran akan dibuka oleh: Agung Kurniawan (Direktur Artistik Kedai Kebun Forum), dan Orasi Budaya dari Romo Sindhunata.
Pembukaan akan dimeriahkan oleh penampilan
Live Perfomance Karaoke
- ChonkRaoke
- Cangkang Serigala
- Lady Duo
juga menampilkan
AKA Dhedelduel
Dj Latex ( Principle of South)
Pameran dan Presentasi Final Seniman Residensi
LANDING SOON #11
Wiyoga Muhardanto & Rosalie Monod de Froideville
Rosalie Monod de Froideville
Persinggungan Rosalie dengan seni berakar dari kegelisahan pribadinya tentang gagasan bahwa manusia adalah makhluk yang rapuh dan secara konstan mengalami perubahan. Setiap pertemuan—dengan orang lain, dengan waktu, benda, media, dsb—dimaknai Rosalie sebagai daya yang berpotensi membentuk manusia, secara fisik maupun psikologis. Karya-karyanya berkisar seputar gagasan tentang facade dan ‘diri’ di balik tabir itu: bagaimana manusia, atas kesadaran tentang kerapuhannya, menciptakan tameng-tameng, pencitraan yang semu, dan mengaplikasikan kontrol yang kuat, yang didorong dari dalam atau dari luar dirinya. Karya-karya Rosalie bergerak dari wacana kontrol diri kepada upaya-upaya membebaskan diri dari cengkaman yang menyesakkan itu, dan apa yang akan terjadi bila manusia bebas dari kontrol.
Tinggal di Yogyakarta, bagi Rosalie, adalah pengalaman kebudayaan yang nyata berbeda dengan yang dimilikinya sebelumnya. Pengalaman ini membuatnya menguji kembali dirinya sendiri dan caranya membuat karya. Juga membuatnya mempertimbangkan ulang dan mengembangkan
Continue Reading →