PAMERAN BESAR SENI VISUAL INDONESIA
EXPOSIGNS
25 Tahun Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Start Time: Wednesday, November 25, 2009 at 9:00am
End Time: Wednesday, December 2, 2009 at 7:00pm
Location: Jogja Expo Center / JEC Yogyakarta

The Graduates
Artists: Uji Hahan, Dicky Leos, Krisna Widhiatama, Iyok Prayogo
Start Time: Wednesday, October 21, 2009 at 7.30pm
End Time: Wednesday, November 4, 2009
Place: One Galeri
Address: Jl. Panjang no. 46 Kebon Jeruk, Jakarta
The Erased Time
Solo Exhibition by FX Harsono
Curated by Hendra Wiyanto
and FX Harsono’s Book Launching:
“SENI RUPA, PERUBAHAN, POLITIK”
Will be officiated by Stanley Adi Prasetyo
Host: Langgeng Gallery
Start Time: Sunday, November 1, 2009 at 7pm
End Time: Saturday, November 14, 2009 at 7pm
Place: Galeri Nasional
Address: Jl. Medan Merdeka Timur no. 14 Jakarta 10110
Solo Painting Exhibition by Jerry Thung
Curated by Robert Finlayson
Co-writer by Pringadie Santoso
Start Time: Friday, November 20, 2009 at 7.30pm
End Time: Sunday, December 6, 2009
Place: Galeri Nasional Indonesia
Address: Jl. Medan Merdeka Timur no. 14 Jakarta 10110
Pameran Tunggal Seni Rupa Deden FG
BRAIN E
Evolusi Otak, Evolusi Manusia
Dikatakan bahwa dalam proses evolusi manusia, evolusi otak adalah salah satu evolusi yang paling penting.Charles Darwin menyatakan bahwa evolusi adalah sebuah proses seleksi alam, dimana yang paling bisa beradaptasi dengan lingkungannyalah yang akan mampu bertahan.
Mahluk hidup, tak terkecuali manusia,mengalami serangkaian proses penyesuaian fungsi tubuh untuk menghadapi alam. Darwin menggemparkan dunia saat ia menuliskan dalam The Origin of Species pada 1859, bahwa cikal bakal manusia adalah primata-primata alias kera.
Continue Reading →
Lukisan-lukisan mutakhir Djoeari Soebardja—yang akan dipajang dalam pameran tunggal bertajuk “Neverwhere” yang secara profesional dikelola oleh Galeri Canna di Plaza Grand Indonesia pada 31 Oktober 2009—merupakan ikhtiar terbaru sang pelukis untuk menyampaikan pikiran, perasaan dan tanggapan mengenai peristiwa aktual yang berkenaan dengan tingkah-pola manusia terhadap alam—dalam hal ini tetumbuhan, pohon, dan hutan.
Alam atau lingkungan hidup itu menjadi pokok perupaan dalam lukisan-lukisan terbaru Djoeari dan mendapat perhatian saksama pada kanvas-kanvasnya kali ini. Dalam khazanah senilukis Indonesia kontemporer, pokok perupaan dan pusat perhatiaan semacam itu tentu saja bukan sesuatu yang baru. Sebutlah, misalnya, karya-karya, utamanya lukisan, Saftari dalam pameran “Anxious Objects”
Continue Reading →
Continue Reading →
Setiap masyarakat diatur oleh rangkaian tanda, peran, dan ritual yang tidak saling berhubungan, sering disebut sebagai Tatanan Simbolik. Agar dapat berguna secara baik di dalam masyarakat, seorang anak harus memahami tatanan ini dengan baik, dan semakin banyak ia tunduk kepada aturan di dalam masyarakat, semakin banyak aturan yang terpatri di dalam ketidaksadarannya. Untuk menyesuaikan diri dengan tatanan ini, dilalui beberapa tahap: Tahap pertama adalah tahap pra Oedipal, yaitu dimana seorang bayi tidak menyadari batasan egonya, yang hanya mengerti bahwa ia dan ibunya adalah satu. Tahap kedua adalah tahap cermin, yaitu dimana bayi berpikir bahwa citra dirinya seperti terefleksi melalui cermin pandangan ibunya adalah dirinya yang sesungguhnya. Tahap ketiga
Continue Reading →
Dipo Andy that was born in Sumbawa, 1975, under the influence of pop art, he focuses his attention on the strength of mass culture in the lives of contemporary people. He tends to work in series, using modern technology in creating his painting that he captured from digital photo then develop them through computer design graphic
effect. His works are considered belongs to Andy Warhol’s pop art style that focused the attention in imaging object. The differences are seen in Dipo’s painting that uses acrylic on canvas medium, while Warhol uses graphic technique. Dipo uses modern technology in creating his painting that he captured from digital photo then develop them through computer design graphic effect.
Alphabet in our life.
Maybe it is funny if we only see the outline of this exhibition’s concept, Adi presents, as we re-member our first experiences reading the alphabet. When we were children, our teacher taught us one by one – so we could spell it right. We started to combine those letters and we created words first, than sentences – finally we where able to create statements with all expressions we wanted.
What Adi does, is not trying to be a teacher. Every letter he presents is a part of a voice from some one who really cares about what happens in this world. A-Z is a magnificent combination of “situations happen” all over the world, and which are packed in this exhibition. What I see is, that this is a really “knock knock” to our heart, our mind, our eyes –
Continue Reading →
Di dalamnya, ada yg menarik untuk dibaca, seorang Syakieb Sungkar yang menjadi direktur marketing Indosat, coba menjadi kolektor lukisan, mengapa? adakah ia menginvestasikan uangnya ke dunia lukisan, atau apa?
Kenapa Deddy Kusuma menjadi kolektor, dan kenapa jero wacik jadi menbudpar. jawabannya, ada di edisi 21.
segera terbit edisi November, nantikan di toko buku Gramedia, Gunung Agung, dll.