Proyek Seni Rupa “+ROAD” – tanggal 1 sampai dengan 30 Juni 2010 di Rumah Seni Cemeti Yogyakarta
“ +ROAD “ (baca: cross road) adalah judul proyek seni rupa; pertautan dialog budaya antara lima orang perupa muda Yogyakarta dengan lima orang perupa dari Yangon Myanmar. Secara sangat intensif mereka akan masuk ke dalam program yang secara khusus dirancang dengan terlebih dahulu mempresentasikan karya masing-masing dalam tuntutan konteks pemahaman budaya masing-masing, meneropong jauh di balik latar belakang politik, ekonomi, dan sosial kesenian mereka. Pada sesi presentasi dan diskusi pada tanggal 2 & 3 Juni 2010 ini, Rumah Seni Cemeti membuka forum ini kepada beberapa seniman perupa di Yogyakarta untuk hadir mengikuti acaranya; mulai pukul 10.00 hingga 14.00. Forum ini terbuka untuk diskusi dan kritik dalam lokakarya gagasan dan inspirasi, dengan tidak mengesampingkan kajian terhadap potensi arah pengembangan ketrampilan yang telah dimiliki masing-masing seniman.
Program lain adalah mengikuti “Workshop’ dan “Masterclass” oleh perupa-perupa kontemporer yang menarik di Yogyakarta; Agung Kurniawan, Eko Nugroho dan Mella Jaarsma. Juga ada kunjungan studio seniman-seniman yang sederhana namun unik di Yogyakarta serta kunjungan ke desa-desa di Bantul yang secara dinamik mengembangkan alternatif kerja kesenian. Pada malam hari mereka akan diajak mengapresiasikan pertunjukan malam di Taman Budaya, Lembaga Indonesia Perancis serta Yayasan Bagong Kussudiardjo Yogyakarta.
Seluruh kegiatan penjelajahan proyek seni rupa +ROAD ini berlangsung dari tanggal 1 – 13 Juni, di mana kedua belah pihak seniman akan dipasangkan berdua-berdua di atas satu sepeda motor supaya dapat saling mengenal dan menginspirasi. Selanjutnya paruh akhir bulan Juni ditutup dengan Pameran Presentasi kegiatan +ROAD tanggal 13 – 30 di Rumah Seni Cemeti atau di tempat lain. Pameran dan presentasi ini terbuka untuk umum.
Seniman-seniman muda peserta dari Yogyakarta diambilkan melalui seleksi terbuka atas 65 pelamar bebas yang masuk ke Rumah Seni Cemeti. Mereka adalah Ikhsan Syahirul Alim (Ican), Doger Panorsa, Restu Ratnaningtyas, Ristyanto Cahyo Wibowo & Wibowo Adi Utama. Sedangkan kelima perupa dari Myanmar di seleksi oleh Komunitas ‘New Zero Art Space” di Yangon – Myanmar, mereka adalah Aye Ko (Tin Swe), May Moe Thu, Htoo Aung Kyaw, Zoncy (Zon Sapal Phyu) & Nwe (Thin Lei Nwe).
Segera setelah proyek ini berakhir, akan diterbitkan katalog post event yang merangkum dan mencatat pengalaman, pelajaran dan komentar menarik dari upaya kerja sama pemahaman antar dua budaya melalui seni rupa kontemporer.
“New Zero Art Space” Yangon Myanmar dan Rumah Seni Cemeti Yogyakarta Proyek ini didukung oleh Asian Cultural Council dan Art Hub Asia.