Galeri Canna 9th Anniversary Exhibition “A Moment in Abstract”

Continue Reading →

A Solo Exhibition by Marco Cassani [ animula , vagula , blandula ]

ARTIST STATEMENT

The work of Marco Cassani is constructed around the idea of a place of origin. The painter takes a physical and psychological journey, going profoundly into the man. Not to the primitivism but even further to the place before birth. To find the place of origin where things are still undefined. There, he starts to re-understanding the things and defines them according to his own experience. In this place, he is the Animula Vagula Blandula (these are Latin words written by Adriano, a Roman emperor. The meaning is: little soul, wandering and pale).

Continue Reading →

Superhero

SUPERHERO
Oleh Arif Bagus Prasetyo

Pameran Superhero berangkat dari art project yang dimulai pada tahun lalu, ketika sejumlah pelukis muda diundang oleh Hanna Art Space untuk menciptakan karya bertema superhero. Proyek ini dimulai dengan pertanyaan sederhana yang dilontarkan kepada para pelukis terundang: apa makna superhero bagi mereka? Apa yang mereka bayangkan dan pikirkan saat mendengar istilah “superhero”? Para pelukis diminta memberi jawaban secara visual, dalam bentuk lukisan. Mereka dipersilakan melakukan penafsiran personal kreatif sebebas-bebasnya terhadap makna superhero.

Continue Reading →

Artificially Natural

ARTIFICIALLY NATURAL
Photography Exhibition by Agung Nugroho Widhi

Dalam foto seri ini saya mencoba untuk menelaah kembali konsep tentang natural vs. buatan, yang asli dan tiruan; sesuatu yang selama ini kita anggap sebagai “realitas”. Gambaran-gambaran klise, stereotype, sekaligus (terkadang) kitsch tentang alam beserta segala keindahannya. Mural pemandangan saat matahari terbenam, gambar sepasang burung yang terbang di atas gunung, dan lain sebagainya.

Continue Reading →

As Face No Longer Bespeaks The Soul

Sometime in 1995, Ugo Untoro had a solo exhibition at Bentara Budaya Yogyakarta. In the exhibition catalogue he wrote a kind of aesthetic “credo”. Thus, he wrote: “I don’t have to strive for shapes and forms. Because there have been David, Rembrandt, Vermeer, Cezanne and Basoeki Abdullah. I don’t have to trouble myself about colors, since there have been Delacroix, Manet, Monet and Seurat. I don’t have to fuss around lines, because there have been Durer, Matisse, Miro and Oesman Effendi. I don’t have to bother about content, since there have been Van Gogh, Gauguin, Dali, Rusli and Amang Rahman.”[1]

Continue Reading →

Liminal Being

Liminal is a term used to describe a condition or state of transition or in a process of transformation. The term is often used in studies of anthropology or psychology. In some mythological stories or fiction, the term is often used with a meaning that is more flexible to describe the character of a creature that is a combination of two simultaneous levels of existence, but differ from one another in a physical body, such as Centaur, Bascelik, Buraq, and Another who attended the various mythological stories. The Embodiment of these creatures in various mythological stories contained symbolic meaning,

Continue Reading →

Cold Memories

COLD MEMORIES

The real voyage of discovery consists not in seeking new landscapes but in having new eyes.
– Marcel Proust (1871 – 1922)

Sejak jaman ketika S. Soedjojono mengritisi corak lukisan yang dijulukinya “ Hindia Molek “ atau dikenal “Mooi Indie”, sebenarnya yang disebut realitas dalam cara pandang para pelukis serta merta menjadi problematis. Soedjojono seolah berartikulasi dengan persoalan persepsi terhadap apa yang terlihat dan diyakini (way of seeing and belief ), bahwa realitas adalah suatu konstruksi yang dibentuk oleh manusia modern, terutama oleh perkembangan teknologi (fotografi dan media baru)

Continue Reading →

Dzikir Putih

Solo exhibition by Kyai Fuad Riyadi

DZIKIR PUTIH
SUBLIMASI KESADARAN EKSISTENSI, SPIRITUALITAS
DAN IDEOLOGI ESTETIKA
Netok Sawiji_Rusnoto Susanto*Kurator

“Dari khayalan bawalah aku menuju kenyataan!
Dari kegelapan bawalah aku menuju cahaya!
Dari kematian bawalah aku menuju keabadian!”
(Brihad-aranyaka Upanishad)

“Visual content are taken up, utilized and sublimated to the level of thought”
(Maurice Merleau-Ponty )

Dzikir Putih diusung sebagai subject matter keseluruhan karya-karya Kyai Fuad Riyadi pada pameran yang dipresentasikan di Jogja National Museum pada 23 April 2010 sebagai upaya menuntaskan hasratnya pada pameran tunggal sebelumnya di Bentara Budaya pada 12 September 2009 silam, seolah hendak mempresentasikan kemasan dimensi spiritual religiusitas dengan melakukan transformasi ikhwal substansial dzikir.

Continue Reading →

Cosmopolite

PARADOKS KOSMOPOLIT
Tommy Awuy (Kurator)

Kosmopolit (cosmopolite) sebagai sebuah konsep sesungguhnya sudah memiliki akar sejarah yang cukup panjang. Sebelum para pemikir (filsuf) Yunani Kuno menciptakan

Continue Reading →

Indonesia Punya Cerita

EVORAH (Evil of Rabbit Head)
Setan Berkepala Kelinci!.

Membaca judul ini, setidaknya membuat kita mengeryitkan dahi atau bergumam dalam hati, “opo tho maksude?” apa maksudnya? Dari judul itu, seolah terbaca dua makhluk yang saling bertolak belakang di”kawin”kan pada satu situasi. Setan dan Kelinci, tentu mempunyai perbedaan yang sangat jauh bertentangan, dari sifat, fisik sampai alam hidupnya,

Continue Reading →

Gandheng Renteng

MEMBANGKITKAN KEPEKAAN SOSIAL MELALUI SENI

Jose Ortega Y Gasset[1883-1955] filosuf asal Spanyol mengatakan, “Dunia adalah dunia dalam keakrabannya dengan sang aku. Dunia adalah dunia yang memperoleh makna dalam kesejarahan manusia”. Dari pendapat tersebut, ada beberapa makna yang bisa diambil. Pertama, dunia bagi seseorang adalah ‘seluas’ persepsi yang bersangkutan terhadap dunianya. Sehingga, ‘luasnya’ dunia ini berbeda-beda antara satu orang dengan lainnya.

Continue Reading →