Bulan April 2010 ini ruang pamer Kedai Kebun Forum (KKF) dikelola oleh perupa Kokok P. Sancoko sebagai media eksperimen keruangan. “Aku ingin meletakkan beberapa barang, baik barang yang jauh sebelumnya sudah aku miliki maupun barang-barang baru yang kubeli kemarin. Ruang pamer KKF terhitung kecil, hanya berukuran 6 x 9 meter persegi. Ruang kecil ini membuatku agak berbeda memperlakukannya dibanding jika aku ditawari pameran di tempat lain. Perbedaan yang paling mengemuka ketika aku memikirkan ruang ini, aku seperti “dipaksa” membuat “hanya” satu hal. Ternyata, sederhana itu sulit”.
KKF tertarik pada Purwandhi Sancoko, demikian nama yang tertera di Kartu Tanda Penduduknya, karena perupa ini hampir selalu menyisakan ruang kosong pada setiap karya lukisannya dan membuat isyarat-isyarat “tumbuh” pada karya 3 dimensionalnya. KKF kemudian menawari Kokok untuk melakukan eksperimen yang menggabungkan keduanya.
“Aku akan mengeksplorasi grids (garis kotak-kotak)”, lanjutnya selain meletakkan barang-barang. “Bagiku wujud kotak-kotak yang “datar” itu solusi dari sesuatu yang kacau”. Kokok P. Sancoko, seniman kelahiran tahun 1974 yang biasanya mengelola kanvas menjadi melukis dan membuat “semacam” patung, kali ini dia mengelola ruang kosong. “Aku tidak peduli sedang bikin instalasi atau sedang menggambar, predikat itu bukan urusanku, yang jelas buku tentang Bauhaus yang aku temukan beberapa waktu lalu, sangat membantuku memecahkan kebuntuan mengelola ruang kecil ini”.
—
This April 2010, Kedai Kebun Forum (KKF)’s gallery is managed by an artist, Kokok P. Sancoko, as his spatial experiment media. “I want to put some things, either the old things or new things that I just bought. KKF gallery is quite small, only 6 x 9 square meters. This small space makes me a little bit different in treating it, compared to when I was offered to exhibit elsewhere. The difference, which is the most prominent when I think about this place, is like I was “forced” to make “only” one thing. Thinking simple is hard actually.”
KKF is interested in Purwandhi Sancoko, thus the name listed on his identity card, because this artist is nearly always leaves an empty space on each of his paintings and makes signals of “growing” on his 3 dimensions works. And then, KKF offers Kokok to do the experiment which combines both of them.
“I will explore grids,” he said, besides putting things. “For me, the presence of flatness is a kind of solution of chaotic.” Kokok P. Sancoko (b. 1974) usually manages canvas into to paint or manages things into to sculpt, but this time he manages an empty space. “I don’t care, whether I am making installation or drawing, those predicates are not my business. The point is that the book about Bauhaus, which I found several time ago, helps me a lot to solve the deadlock in managing this small space”.
Start Time: Wednesday, April 7, 2010 at 7:30 pm
End Time: April 30, 2010
Venue: KKF Gallery
Address: Jl. Tirtodipuran no. 3 Yogyakarta
open every day, from 11:00 am – 9:00 pm
(except on tuesday, kkf is break-off)
MC : Hahan & Blangkon
Special performance by:
Armada Racun, Koala, DJ Soni, DJ Daniel