Pameran ini menampilkan sosok semar dalam berbagai bentuk,simbol, gaya, ekspresi,aksesoris yang digarap secara cermat dan artistik. Semar yang merupakan putra Sang Hyang Wisesa atau dalam filosofi budaya Jawa juga disebut Badranaya memiliki karisma yang kuat untuk memberi tauladan agar selalu ingat terhadap Sang Pencipta, menyayangi sesama umat, serta menegakan keadilan dan kebenaran di bumi. Semar dikenal memiliki anugerah mustika manik astagina yang memiliki delapa daya, yang membuat dirinya tidak pernah lapar, mengantuk, jatuh cinta, bersedih, merasa capek, sakit, serta tidak pernah kepanasan dan kedinginan.
Selain keramik 30 Semar karya F Widayanto juga ditampilkan wayang kulit dan wayang golek Semar koleksi Greg Churchil
Pameran diselenggarakan F Widayanto Studio bekerjasma dengan Galeri Nasional Indonesia