COLOUR WINDOWS by Peter Dittmar

COLOUR WINDOWS by Peter DittmarCOLOUR WINDOWS

The great pioneers of abstraction of the early 20th century were enthralled by philosophical and mystical concerns. Abstraction was the visual formulation of a spiritual quest, and it is in this same vein that Peter Dittmar’s believes in; he evokes Hindu-Buddhist cosmological symbols.

Dittmar’s latest artworks arrive at a different phase of the quest. The simplicity Peter Dittmar achieves here is more complex than it appears. It is an achieved form of learning and meditation.

His current abstract geometric paintings symbolize the encounter of the beholder with the absolute stillness of the Void. Peter Dittmar says he following the “Golden Section”, also known as “Divine Proportions”, combined with a sophisticated play of tonal coloration that takes us ever deeper into the ultimate Stillness/Void.

Peter Dittmar, a respected artist in his country of origin, Germany, and in Australia as well as in Bali, where he spends half of his time since 1982, shows us that abstraction is indeed alive and well. Nourished by the sources of both Eastern cosmic philosophy and Western knowledge, he enables one to forget both form and colour as we behold, giving us the chance blending ourselves into the Void and Stillness of the cosmic OM.

____________________________________________

Di awal abad ke-20 para pelopor lukisan abstrak terpikat dengan hal-hal filosofis dan mistis. Kala itu, gaya abstrak merupakan bentuk visual pencarian spiritual, sama halnya ketika pameran Peter Dittmar yang diberinya judul “COLOUR WINDOWS” juga secara sadar membangkitkan simbol-simbol kosmologis Hindu-Budha.

Karya seni terkini Dittmar hadir pada fase yang berbeda dari pencarian ini. Disini, Peter Dittmar menghasilkan kesederhanaan yang lebih rumit dari tampakannya dan ini adalah sebuah bentuk hasil pembelajaran dan meditasi.

Lukisan geometris abstrak yang sekarang ditampilkannya melambangkan pertemuan penikmat yang tidak dinyana dengan keheningan mutlak dari Kekosongan. Peter Dittmar mengungkapkan dirinya mengikuti alur “Proporsi Sempurna” (Golden Section), yang juga dikenal dengan “Proporsi Ilahi” (Divine Proportions), dikombinasikan dengan pewarnaan tonal yang rumit yang selalu membawa kita semakin jauh ke dalam Keheningan/Kekosongan yang utama.

Peter Dittmar, seorang seniman ternama di negara asalnya, Jerman, dan di Australia begitu juga Bali, tempat ia menghabiskan separuh hidupnya sejak tahun 1982, menunjukkan kalau gaya abstrak memang hidup dan bagus. Dengan kecakapan filosofi kosmis Timur dan pengetahuan dunia Barat yang dimilikinya membuat seseorang bisa melupakan baik bentuk maupun warna sebagaimana nampak kasat mata dan hanyut dalam Kekosongan dan Keheningan kosmis OM.

Start Time: Friday, July 31, 2009 at 6:30pm
End Time: Sunday, August 30, 2009 at 10:00pm
Location: Gaya Art Space
Street: Jl. Raya Sayan, Ubud, Indonesia
Phone: 62361979252
Email: artspace@gayafusion.com


Events, Exhibition