Wayang wong, sebuah bentuk teater tari yang populer di Jawa sejak sebelum Perang Dunia II, menjadi landasan untuk karya Krisna Murti yang semua dikerjakan tahun 2010 ini. Di masa kecilnya ia akrab dengan Wayang Bharata di Semarang, dan puluhan tahun kemudian sebagai seniman media baru ia menziarahi bagian dari masa lalu itu yang ia manaatkan sebagai alat ungkap untuk menyatakan pikiran dan tafsir tentang bermacam fenomena kebudayaan. Ia dipotret di dalam berbagai karakter wayang, dan kemudian digarapnya dengan bermacam latar, sejak dataran luas tanah yang hancur secara ekologis sampai lanskap industrial maupun atmosfir konsumtif di tengah pertokoan mewah di negeri makmur. Dengan itu Krisna mengaktualkan wayang, masuk ke dalam kehidupan hari-hari ini. Di dalam kostum wayang ia berziarah ulang alik antara masa lalu dan masa kini. Penggunaan diri sendiri sebagai aktor tunggal memicu perenungan ulang tentang “tubuh”: personal maupun sosial, yang mampu mencuatkan beragam persoalan kekinian oleh permainan dari bermacam konteks yang melatarinya. Disajikan di dalam 21 buah digital prints dan 1 buah video instalasi “Empty Theater”.
Opening: Tuesday, July 13, 2010 at 7:30pm
Closing: Sunday, July 18, 2010 at 6:00pm
Venue: Bentara Budaya Jakarta
Address: Jl. Palmerah Selatan 17 Jakarta, Indonesia