MY BODY

MY BODYMY BODY
Oleh Hardiman – A.Anzieb, kurator

Tubuh perempuan dalam beberapa tahun terakhir ini menjadi ‘objek’ yang dilihat dari berbagai disiplin ilmu, berbagai kepentingan sosial, berbagai kepentingan politik, dan berbagai kepentingan wacana. Tubuh perempuan oleh berbagai kalangan ini tidak lagi dilihat sebagaimana sekumpulan tulang, daging, dan segala organ biologisnya, tetapi pada tubuh perempuan berbagai makna ditanamkan.

Dalam karya seni rupa laki-laki, tubuh perempuan dihadirkan sebagai objek belaka. Entah itu atas nama keindahan, kemolekan, kecantikan dan serupanya. Tubuh perempuan dalam seni lukis dan patung karya laki-laki perupa adalah korban konstruksi sosial dan budaya yang secara terus menerus disosialisasikan lewat keyakinan, mitos, pendidikan, bahkan kekuasaan negara. Inti persoalannya adalah tubuh perempuan. Sebuah realitas objektif yang telah diterima dan menjadi kesepakatan umum, walau tentu, di dalam proses konstruksi itu terjadi pula dinamika sosial.

Dinamika ini pada mulanya muncul secara samar-samar. Namun perlahan dinamika ini mulai menampakan ketajamannya. Kaum feminis misalnya, melontarkan gerakannya melalui jalan dekonstruksi terhadap makna tubuh perempuan. Dengan demikian muncul pula proses rekonseptualisasi dan redefinisi perempuan terhadap tubuhnya sendiri.

Dalam medan sosial seni rupa (art world), perempuan perupa bukan hanya hadir sebagai subjek seni rupa belaka, tetapi juga mulai merespon realitas tubuhnya yang selama ini menjadi wilayah kuasa laki-laki. Sejumlah perempuan perupa mengajukan semacam gugatan kepada medan sosial seni rupa melalui jalan pemaknaan terhadap tubuhnya.

***

Pameran dengan judul ‘My Body’ ini dimaksudkan guna menggali representasi perempuan perupa tentang tubuhnya sendiri. Diharapkan, para peserta pameran ini menghadirkan realitas sosial tentang tubuhnya sendiri. Karenanya, para peserta pameran ini bisa membuat semacam pencatatan tentang tubuhnya sendiri atau malah mengajukan redefinisi dan rekonseptualisasi terhadap makna tubuhnya sendiri.

Dapat dibayangkan, pameran ini akan menghadirkan karya seni rupa dengan tema ‘My Body’ yang memperlihatkan bagaimana kuasa patriarki berjalan terus dalam kehidupan perempuan. Perempuan, dalam hal ini diwakili oleh tubuhnya, mungkin tetap hanya hadir dalam wilayah domestik yang tersubordinasi oleh laki-laki. My Body dalam pameran ini mungkin (hanya) memperlihatkan kembali apa-apa yang terjadi dalam dunia perempuan dewasa ini. Kendatipun cara hidup modern telah menjadi bagian dalam kehidupan perempuan masa kini, tetapi masih banyak perempuan yang memelihara dan menjaga mitos-mitos tradisi tentang tubuhnya; tentang peran tubuhnya dalam kehidupan bermasyarakat; atau tentang peran ganda tubuhnya yang bergerak di antara tradisionalisme dan modernisme.

Dapat dibayangkan pula, pameran ini akan menghadirkan karya seni rupa yang mengkritisi fungsi dan makna tubuh perempuan. Dengan demikian pameran ini akan menghadirkan respon, tanggapan, atau opini perempuan perupa tentang tubuhnya sendiri. Kuasa patriarki, dengan demikian dicermati sebagai objek kritik para perempuan perupa ini. Karenannya, sejumlah peserta pameran ini mungkin akan mengajukan karya seni rupa yang memperlihatkan daya kritis itu. ‘My Body’ dalam pameran ini mungkin bukan menyajikan kehadirin fisik tubuh secara verbal, terbuka, apa adanya. Tetapi, menghadirkan tubuh yang telah diimbuhi muatan simbol, citra, atau makna-makna yang dibangun oleh sifat konotatif lainnya. []

Start Time: Wednesday, October 14, 2009 at 7:30pm
End Time: Sunday, October 25, 2009 at 10:00pm
Location: Grand Indonesia Shopping Town, LG East Mall, Jakarta


Events, Exhibition