Setelah sekian lama dianggap arus pinggiran dan bagian dari perlawanan, akhirnya seni jalanan (terjemahan bebas atas street art) menjadi arus utama dalam gerakan seni rupa global. Seniman-seniman jalanan telah diundang untuk turut berpartisipasi dalam berbagai pameran penting di institusi penting, seperti museum dan bienal/trienal internasional, serta dianggap sebagai seniman kontemporer dengan pengaruh yang kuat dalam perkembangan seni rupa global.
Pada pameran “Wall Street Arts” ini, kurator Alia Swastika mengundang tujuh seniman grafiti dari Jakarta untuk berkolaborasi dengan enam seniman Prancis untuk menampilkan grafiti yang khas di masing-masing kota.
Continue Reading →
Solo Exhibition
Wisnu Auri a.k.a Wowok
Mengamati lukisan karya seniman muda dari Yogyakarta ini, akrab dipanggil dengan Wisnu Auri aka Wowok, sedikit banyak mengingatkan pada gerakan-gerakan seni di Amerika pada masa 1970an, terutama pada gerakan New Image Painting yang dideklarasikan melalui sebuah pameran (Bad) Painting di Whitney Museum of Contempory Art, New York, 1978. Ada semangat tertentu pada diri Wisnu yang membuat saya merasa saya perlu merujuknya pada gerakan lain dari seniman-seniman dunia di peta sejarah seni.
Continue Reading →
A solo exhibition by Soni Irawan
Reviewed by Alia Swastika
JIKA seni adalah sebuah cara untuk mengada, saya kira, dengan cara tertentu, Soni Irawan, menghayati pandangan tersebut sepenuhnya. Di luar makin tidak populernya cara pandang yang romantik atas peran dan perilaku seniman (terutama berkaitan dengan tindak kesenimanan),
Continue Reading →
A Contemporary Photography and Painting Exhibition by Angki Purbandono, Lovis Ostenrik, Tommy Aditama and Andy Dewantoro
Curated by Alia Swastika
Host: Amalia Wiryono and Natali Djody.
Start Time: Wednesday, November 25, 2009 at 7:00pm
End Time: Sunday, December 20, 2009 at 10:00pm
Location: Artsphere, Darmawangsa Square-The CityWalk 2nd foor unit 16
Address: Jl. Darmawangsa VI & IX Jakarta, Indonesia
Pengamen versus teroris: Wayang Modern di Grand Indonesia
pertunjukan wayang kontemporer, hip dan asyik
Jangan lewatkan pertunjukan wayang kontemporer hasil kolaborasi seniman rupa Eko Nugroho, dalang ki Catur Kuncoro dan Ki Toro, seniman musik Yennu Ariendra, dan seniman cahaya Clink Sugiarto.
Pertunjukan kolaborasi ini telah dipentaskan di Teater Salihara Jakarta, Rumah Seni Cemeti, Yogyakarta, dan disertakan juga di proyek Veduta oleh Eko Nugroho sebagai bagian dari Lyon Biennale, Perancis.
Anda akan dihibur dengan perpaduan yang menarik antara tradisi wayang lokal dengan unsur artistik modern yang memungkinkan Anda mendapatkan keterkaitan antara bentuk seni macam ini dengan kehidupan Anda di masa
Continue Reading →