SUPERHERO
Oleh Arif Bagus Prasetyo
Pameran Superhero berangkat dari art project yang dimulai pada tahun lalu, ketika sejumlah pelukis muda diundang oleh Hanna Art Space untuk menciptakan karya bertema superhero. Proyek ini dimulai dengan pertanyaan sederhana yang dilontarkan kepada para pelukis terundang: apa makna superhero bagi mereka? Apa yang mereka bayangkan dan pikirkan saat mendengar istilah “superhero”? Para pelukis diminta memberi jawaban secara visual, dalam bentuk lukisan. Mereka dipersilakan melakukan penafsiran personal kreatif sebebas-bebasnya terhadap makna superhero.
Continue Reading →
Curated by Arif Bagus Prasetyo
Bali In the world of national and international fine art, undoubtedly, is a place that has been bearing so many artists who were born, either, because of the descended talent, environmental impact and also through formal education. Bali’s beautiful scenery, unique traditions and its spiritual power has inspired artists to work, both in the realm of traditional and modern contemporary art, which is today become world trend. After the era of Arie Smitt, Han Snel, R. Bonnet and others, Bali until now is still an inspiration for other foreign artists who later came, reside and create art in Bali.
Continue Reading →
Kembali Srisasanti Arthouse, yang merupakan bagian dari Srisasanti Syndicate, bermaksud menyelenggarakan sebuah Pameran Tunggal Seni Visual, menampilkan karya-karya seni rupa dengan tema dan gaya terkini. Pameran tunggal kali ini mempersembahkan karya-karya dua dimensi dan tiga dimensi dari seorang perupa bernama Yayat Surya. Yayat Surya, perupa asal Cirebon, menempuh pendidikan seni terakhirnya di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, dan kemudian menetap secara permanen di Yogyakarta.
Yayat Surya membuka babak baru dalam perjalanan artistik-nya dengan “Soundtrack”, seri lukisan dan patung terbarunya. Pameran ini akan ditampilkan di Srisasanti Arthouse, sebagai sebuah ekspedisi ke dunia Post-Pop, perjalanan penuh warna ke sejarah musik pop dunia bersama para ikon-nya.
Continue Reading →
KRONIK DUNIA BARU
Curator : Arif Bagus Prasetyo
SYAHDAN, Modernitas menjanjikan Dunia Baru. Di dalam dunia itu, manusia dibayangkan sebagai pusat: subjek rasional yang merdeka untuk menentukan sendiri landasan nilai dan kriteria kehidupannya di dunia. Dunia Baru menawarkan humanisme universal yang mengakhiri kegelapan jahiliyah dengan cahaya benderang akal-budi (reason).
Semua hal tentang kronik yang terjadi dalam dunia modern akan di gambarkan lugas dalam pameran di Hanna Artspace yang bertajuk “KRONIK DUNIA BARU” pada tanggal 15 – 28 Nopember 2009 dengan menampilkan karya dari empat seniman. Lewat karyanya Tatang Bsp akan menggambarkan modernitas dengan bahasa parody
Continue Reading →
Enam perupa dengan aneka latar-belakang kultural sepakat memilih ungkapan yang unik, “Neng Nong Neng Pur”, sebagai judul pameran mereka. “Neng Nong Neng Pur” adalah sebuah onomatopoeia yang menirukan bunyi orkestra tradisional gamelan Bali. Dalam sebuah orkestra, keindahan musikal dibangun oleh harmoni unsur-unsur bunyi yang berbeda antara satu sama lain. Beragam alat musik dengan kekhasan bunyinya masing-masing dimainkan secara kolektif dan harmonis, menghasilkan irama yang enak dinikmati.
Demikian pula spirit pameran ini. Pameran “Neng Nong Neng Pur” mengetengahkan karya-karya yang membawakan estetika dan kecenderungan artistik personal masing-masing perupa. Lukisan setiap perupa berlainan dalam hal konsep, tema maupun gaya. Namun mereka dipersatukan oleh semangat kebersamaan yang mengatasi perbedaan. Pameran “Neng Nong Neng Pur” mempromosikan perbedaan sebagai kekuatan yang produktif dan inspiratif. Analog dengan orkestra gamelan Bali, pameran ini ingin mengajak publik untuk mengapresiasi keragaman. Continue Reading →
“Continental Mother” Essence of Bali
solo exhibition by Keiji Ujiie
curated by Arif Bagus Prasetyo
To initiate a new era of creative expression in Ubud, Bali, has been a cherished aspiration for International artiste, Keiji Ujiie. Relocating in January 2007 to Nyuh Kunning, south of Ubud, has given birth to this heart felt desire. Born in Japan in 1951, the sculptor/landscape Architect has successfully accumulated a 25 year body of artistic work to his credit. Typically monumental, large scale works located over sweeping landscapes, city building courtyards and public parks are home to some of his projects. Not only in Japan, but also in Mexico, Belgium, Lebanon and more recently in Sanur, Bali.
‘Continental Mother’ is Keiji’s debut solo exhibition in Bali, Indonesia. Commencing on the 11 th until the 31 st of July, Hanna Artspace in Ubud, Bali will exhibit 22 sculptures produced over the 2008-09 period. The concept of ‘Continental Mother’ is his expression of the Balinese landscape. Preferred
indigenous materials of choice are Javanese Limestone, Marble and Granite.
At home, in his open terrace studio situated overlooking rice fields and the Hindu temple, Pura Dalem, Keiji takes much inspiration. Constant is the trade
Continue Reading →