Awal Adalah Akhir

Pameran & Presentasi Seniman Residensi

Awal Adalah Akhir merupakan sebuah pameran dari penelitian yang sedang berlangsung oleh Fulbright Fellow dan Allison Leigh Holt, seniwati residensi Cemeti.

Diawali pada tahun 2008 dan sekembalinya ke Jawa pada tahun 2009, Holt secara independen meneliti metafisika Jawa dan kognisi, seperti halnya metode tradisional yang memungkinkan manusia untuk mengalami realitas melampaui batasan-batasan persepsi manusia normal.

Continue Reading →

Lamaran Terbuka untuk Seniman

Kami mencari Seniman/ Seniwati yang tertarik untuk mengikuti:
– Proyek/ workshop & pameran bersama seniman dari Myanmar
– Residensi di Rumah Seni Cemeti selama tiga (3) bulan
– Master Class Program

Continue Reading →

Medan Sosial Seni Rupa Kontemporer Hongaria oleh Ezster Tari

Presentasi dan pemaparan tentang
Medan Sosial Seni Rupa Kontemporer Hongaria oleh Ezster Tari

Eszter Tari adalah seorang peneliti sejarah seni rupa dari Hongaria yang selama kurang lebih empat bulan terakhir mengadakan penelitian dan tinggal di Yogyakarta. Acara ini diselenggarakan sebagai rangkaian dari Hari Hongaria di LIP Yogyakarta pada tanggal 23 – 24 Februari 2010.

Date: Tuesday, March 2, 2010 at 7.30 pm
Venue: Cemeti Art House
Address: Jl. D.I. Panjaitan 41, Yogyakarta 55143
Email: cemetiah@indosat.net.id

Cemeti Art House New Website

NEW APPROACH – NEW WEBSITE

Take a look at our new website, still at http://www.cemetiarthouse.com!

CEMETI ART HOUSE known as an art space for contemporary art in Yogyakarta, Indonesia, has changed its activities: We no longer have monthly changing exhibitions anymore. Instead, Cemeti Art House is encouraging creative/alternative projects and focuses on art practices through multidisciplinary artist-in-residence programs. We will also host interns and art researchers.

Continue Reading →

Wasted

WastedMultimedia Concert & Exhibition by Tomoko Mukaiyama

Tomoko Mukaiyama has been engaged by prestigious orchestras and ensembles, among others the Ensemble Modern in Frankfurt, the London Sinfonietta, the Ensemble Intercontemporain and the Royal Concertgebouw Orchestra. She has collaborated with film directors, designers, architects, dancers and photographers, such as Ian Kerkhof, Marina Abramovic, MERZBOW, Kim Ito and Jirí Kylián.
Ten years ago Tomoko Mukaiyama started working as a visual artist. She used her experience as a concert pianist to create her first installation piece in a concert hall. She gave new meaning to the concert hall as a location with her project ‘Amsterdam x Tokyo’ (2000) ‘for you’ (2002) and studied the absence and presence of composer, audience and pianist in her installation

Continue Reading →

LANDING SOON #11 Wiyoga Muhardanto & Rosalie Monod de Froideville

LANDING SOON #11 Wiyoga Muhardanto & Rosalie Monod de FroidevillePameran dan Presentasi Final Seniman Residensi

LANDING SOON #11
Wiyoga Muhardanto & Rosalie Monod de Froideville

Rosalie Monod de Froideville
Persinggungan Rosalie dengan seni berakar dari kegelisahan pribadinya tentang gagasan bahwa manusia adalah makhluk yang rapuh dan secara konstan mengalami perubahan. Setiap pertemuan—dengan orang lain, dengan waktu, benda, media, dsb—dimaknai Rosalie sebagai daya yang berpotensi membentuk manusia, secara fisik maupun psikologis. Karya-karyanya berkisar seputar gagasan tentang facade dan ‘diri’ di balik tabir itu: bagaimana manusia, atas kesadaran tentang kerapuhannya, menciptakan tameng-tameng, pencitraan yang semu, dan mengaplikasikan kontrol yang kuat, yang didorong dari dalam atau dari luar dirinya. Karya-karya Rosalie bergerak dari wacana kontrol diri kepada upaya-upaya membebaskan diri dari cengkaman yang menyesakkan itu, dan apa yang akan terjadi bila manusia bebas dari kontrol.

Tinggal di Yogyakarta, bagi Rosalie, adalah pengalaman kebudayaan yang nyata berbeda dengan yang dimilikinya sebelumnya. Pengalaman ini membuatnya menguji kembali dirinya sendiri dan caranya membuat karya. Juga membuatnya mempertimbangkan ulang dan mengembangkan

Continue Reading →

The Museum of The Unworthy

A creative engagement with Piyungan Landfill, Yogyakarta

Nindityo Adipurnomo – Ferial Afiff – M. Lugas Syllabus – Anang Saptoto – Cassandra Schultz – Ned Branchi – Hedi Hariyanto – Tony Maryana – Andita Purnama

Start Time: Tuesday, June 16, 2009 at 7:30pm
End Time: Wednesday, June 24, 2009 at 5:00pm
Location: Cemeti Art House
Street: Jl. D.I Panjaitan 41
City/Town: Yogyakarta, Indonesia
Phone: 62274371015
Email: cemetiah@indosat.net.id

“In an unproblematic sense garbage is leftover matter, it is what remains when the good, fruitful, valuable, nourishing and useful has been taken. Appropriation is the mother of garbage.In another guise this is seen as human propensity for differentiation (a complicated way of saying we choose or accept something whilst rejecting something else) that inaugurates a lifetime of cutting-off, disconnection and removal. Nevertheless, these activities become the principal means of marking of the valuable and the worthy, and this sense differentiation is what establishes culture.” (Scanlan, John On Garbage ReaktionBooks, London, 2005 pg 13)

Continue Reading →

Cemeti Art House/ Rumah Seni Cemeti

Continue Reading →