Pameran
Date: 3 – 12 Juli 2010
Karya Tokoh Seni Rupa, Scenografi/ Tata Artistik, Karya Pengajar
Venue: Lobby Grand Teater TIM
Instalasi
Venue: Plaza Grand Teater TIM
Ilustrasi, Multi Media
Venue: Galeri Cipta 3 TIM
Karya Mahasiswa
Venue: Galeri Cipta 2 TIM, galeri Seni Rupa IKJ
Workshop Continue Reading →
Date: 5 – 8 Juli 2010
All Venue: Galeri Cipta 2 TIM
Curated by Bambang “Toko” Witjaksono
Co Curated by Grace Samboh
Andi’s Gallery menghadirkan pameran komik. Tentu saja, komik yang maksud adalah bukan sepenuhnya komik sebagai bentuk, tetapi segala bahasa estetik yang muncul dalam dunia komik. Maestro komik, Will Eisner, menggunakan istilah ‘seni berturutan’ untuk menjelaskan batasan tentang komik. Batasan ini tentu saja masih menghendaki penjelasan yang lebih spesifik. Tetapi, marilah kita tempatkan batasan yang dikemukakan Will Eisner ini sebagai titik berangkat.
Continue Reading →
Alliance Française de Denpasar mengundang komikus muda Prancis Clément Baloup, bekerja sama dengan CCCL Surabaya, CCF Jakarta dan La Boîte à Bulles. Clément Baloup akan mengunjungi Alliance Française dari 21 s/d 28 Februari untuk memberi workshop di universitas2 dan bertemu dengan komunitas komik di Bali.
Workshop di universitas : Selasa 23 & Rabu 24 Februari
Continue Reading →
BERANI NGOMIK !
FESTIVAL KOMIK INDONESIA
Jangan lewatkan PESTA KOMIK besar-besaran ini !
“Ayo belanja sebanyak-banyaknya dan dapatkan hadiah menarik!”
Pameran Komik Indonesia Continue Reading →
Diskon komik
Talkshow komik
Pameran 10 seniman komik
KOMIK MAGNETIK
Kurator: Ifan Ismail & Yudha Sandy
Seniman: Erwan Hersi Susanto a.k.a Iwank, Fida Irawanto, Sulung Widya, Prihatmoko Catur a.k.a Moki, Ign. Ade, Rhonald Marcellius, Azisa Noor, Aji Prasetyo, Sheila Rooswita, Eko S. Bimantara.
Dimeriahkan oleh: Airport Radio
Sebagai lanjutan dari workshop kurator yang diadakan oleh ruangrupa satu tahun yang lalu, ruangrupa mengundang 2 kurator muda yang mengikuti workshop kurator tahun lalu: Ifan Ismail (Jkt) dan Yudha Sandy (Yk) untuk bekerja-sama sebagai kurator dalam pameran ini. Sama-sama aktif di dunia komik dan juga getol mengomik, keduanya mengundang 10 seniman komik generasi baru yang memiliki karya-karya yang segar baik dari segi cara bertutur, ide cerita maupun tehnik visualisasi yang berkarakter.
Continue Reading →
Continue Reading →
Rien Afianto atau lebih sering menggunakan nama Malaikat, adalah seniman yang berbasis kerja dan tinggal di Yogjakarta. Komik dan objek 3 dimensional sering digunakannya sebagai media ungkap ke dalam ragam karyanya. Baginya tidak ada yang nikmat selain berimajinasi untuk terbang tinggi dan mencoba memecahkan misteri yang ada di seluruh jagad raya ini.
Sejak kecil ia ingin sekali menjadi astronot, dan setelah dewasa ia masih menyimpan keinginan itu, kemudian dengan berjalannya waktu, Malaikat akhirnya menggunakan seni rupa sebagai manifestasi keinginan tersebut.
Komik yang ia buat sudah mengumpulkan banyak penggemar melalui situs personal yang ia kelola secara mandiri, mulai dari Friendster, Facebook ( malaikat_love_maryjane@yahoo.com), dan blognya dengan alamat malaikatku-mystory.blogspot.com.
Kali ini Malaikat berpameran tunggal dengan objek yang menggunakan
Seperti halnya realis adalah salah satu genre dalam seni lukis, manga juga merupakan salah satu aliran dalam komik. Beriringan dengan itu, dan karena tidak ada yang menyebutkan ‘pameran realis’; maka ini adalah pameran komik, bukan pameran manga. Pameran ini bukannya memamerkan banyak komik; tetapi keseluruhan isi pameran ini adalah sebuah komik.
Komikusnya adalah Ariela Kristantina; yang lebih dikenal dengan nama pena Rie, dalam ranah komik Indonesia. Ariela, dan beberapa orang temannya yang tergabung dalam kelompok 7 Blue Artland, mempunyai sebuah majalah komik 4 bulanan bernama Splash. Majalah yang dengan mudahnya bisa Anda temukan di toko buku (seperti Gramedia) ini mereka terbitkan dan distribusikan secara mandiri. Kesukaan akan komik, dan pilihan gaya manga, ditekuni Ariela semenjak SMA.
Dengan latar belakang pendidikan Informasi Teknologi, Ariela tetap membuat komik. Baginya, komik dan ilustrasi lepas adalah kepuasan pribadinya. Awal saya mengenalnya, Ariela mempunyai cara pandang yang menarik terhadap dunia seni. Menurutnya, ia tak akan menjadi bagian dari dunia itu karena apa yang dikerjakannya adalah ‘menggambar egois’. Menurut saya, apa yang dilakukannya sama dengan yang apa dilakukan seniman lain pada umumnya; berkarya apapun yang mengekspresikan dirinya dengan gaya/cara/media yang disukainya.
Pameran kali ini, the.trails.of.the.midnight.bunny, adalah pameran tunggalnya yang pertama. Seluruh ruangan akan diisi dengan ‘gambar-gambar egois’nya yang adalah satu kesatuan. Pengunjung harus mengikuti alur yang sudah dibangun untuk memahami ceritanya. Jangan salah sangka
Continue Reading →