Continue Reading →
Diskusi ini mengangkat perihal distribusi konten multimedia di internet. Termasuk diantaranya adalah UU KOMINFO, perlindungan hak atas karya intelektual, dan aspek legal yang bersinggungan dengan pengembangan seni budaya di Indonesia, seperti misalnya UU Anti Pornografi dan Pornoaksi yang marak beberapa waktu lalu.
Ngobrol di IVAA
Penulisan, Seni Visual dan Informasi
IVAA mengundang (dengan konfirmasi) kehadiran teman-teman AKSARA IVAA dari berbagai angkatan untuk nongkrong dan ngobrol santai sore hari di IVAA. Kegiatan ini sungguh spesial selain untuk bersua kabar dan gosip, obrolan difokuskan mengenai dunia penulisan, seni visual dan informasi. Topik ini, sungguh menarik dan urgent di waktu sekarang, ketika kita hidup di zaman informasi,
Continue Reading →
Selama masa residensinya di IVAA (Indonesian Visual Art Archive), Desember 2009 – Maret 2010, Katerina tertarik untuk melacak persoalan performativity pada seni visual di Indonesia. Ia sangat tertarik untuk melihat bagaimana seniman-seniman di sini mempunyai pendekatan peformative pada karya-karya mereka.
Presentasi akan dimulai dengan sedikit pengantar dari Katerina mengenai konsep performativity yang digunakannya. Setelah itu, ia akan menceritakan mengenai aspek-aspek performance pada tradisi masyarakat Jawa untuk memulai pembicaraan pada situasi sekarang.
Continue Reading →
Continue Reading →
Allison Holt (l. 1972, Amerika) tinggal dan bekerja di Solo dan Yogyakarta, Indonesia sebagai Fulbright Research Fellow. Ia belajar di Evergreen State College (Olympia, WA), dan memperoleh gelar sarjananya di Massachusetts College of Art (Boston, MA). Holt berkecimpung dengan
Curated by I Wayan Seriyoga Parta
Kesadaran para seniman Bali akan ruang dan komposisi sangat lekat dari karya-karya tradisi atau pra modern hingga saat ini. Jika umumnya dalam karya tradisi kesadaran itu bersifat sub conscious (bawah sadar) terjewantahkan secara langsung dalam gerak aktivitas kesenian yang mereka laksanakan. Umumnya ruang dan komposisi bersifat simbolik dalam artian memiliki nilai, hal ini bersifat otomatis dan kerap tidak disadari.
Continue Reading →
Continue Reading →
Bekerjasama dengan Galeri Foto Jurnalistik Antara, Régards Croisés (Silang Pandang) merupakan sebuah pameran yang menampilkan hasil karya seorang fotojurnalis Eropa di Jakarta dan tujuh fotografer Indonesia di Eropa. Karya-karya mereka merupakan hasil dari perjalanan, pemikiran, pencarian dari kota ke kota, dari benua ke benua. Kesempatan untuk saling berbagi, memupukkan rasa petualangan, membangkitkan rasa ingin tahu dan akhirnya mempelajari berbagai hal baru.
Continue Reading →
Sanggar Bumi Tarung berdiri 1962, dalam lingkungan Kampus ASRI Yogyakarta; oleh sekelompok pelukis muda ASRI. Mereka bagian dari Lembaga Kebudayaan Rakyat, hal ini dinyatakan secara eksplisit oleh anggotanya bahwa keberadaan LEKRA sesuai kesadaran semangat Bumi Tarung. Peristiwa ’65 membuat Bumi Tarung berusia cukup pendek, mereka menjadi bagian dari proses transformasi sanggar-sanggar kebudayaan di Yogyakarta, dan menjadi penanda yang sangat penting dari pergolakan situasi masa tersebut. Peristiwa ’65 justru telah menghancurkan dinamika sanggar-sanggar.
Seminar
CERAMIC ART: In Between Contemporary Art and Ceramic Craft
Sunday/20-12- 09
10.00 : Opening Speech by Mr. Budi Karya (Director of Ancol)
Session I Continue Reading →
10.20 : Opening by Moderator : Nurdian Ichsan
10.20-11.20 : Contemporary Ceramics Art Development by Asmudjo Irianto
MOTOR LAPAR
Laura Wills
Studio Terbuka & Presentasi Hasil Kerja Residensi
“Kritis-spontan mungkin adalah karakter utama dari kerja-kerja Laura selama ini. Padanya tampak jelas ada usaha untuk memberikan tawaran cara pandang alternatif terhadap persoalan sehari-hari, khususnya yang menyangkut hubungan antara manusia dan lingkungannya. Suatu topik yang seperti dikatakan sendiri olehnya: besar.
Terutama dalam karya-karyanya yang didesain untuk menciptakan interaksi masyarakat, sebuah jalan lain sebagai fasilitator perubahan—dan bekerja dengan cara-cara yang sistematis (sebuah peran yang biasa diambil oleh organisasi non pemerintah, juga oleh beberapa seniman dan pekerja kebudayaan) terbuka untuk dipilih.
Continue Reading →
Continue Reading →
Pemateri Public Lecture Series #3:
Eko Prawoto
Lulus dari Universitas Gajah Mada, 1982. Eko Prawoto bekerja sebagai arsitek junior di PT Prima Design. Kemudian menjadi dosen dan pendiri jurusan Arsitektur di Universitas Kristen Duta Wacana. Awal karir tersebut, membawanya keperjalanan penuh tantangan dan tak terduga. Saat menjadi dosen muda, beliau bertemu dengan Romo YB Mangunwijaya, banyak berdiskusi filosofis dan konsentrasi lebih dalam lagi mengenai humanitarian. Pertemanan ini menjadi pengaruh yang penting dalam dasar pemikiran-pemikiran Eko Prawoto di masa depan. Eko Prawoto kembali melanjutkan sekolahnya di Berlage Institute Amsterdam tahun 1991. Sepulang dari sekolah ini, kembali membawa perubahan dalam karirnya. Desain-desainnya menjadi penuh eksperimen, menggabungkan elemen arsitektur modern dan tradisional.

APA YANG PENTING BUAT ANDA, JUGA PENTING BUAT KAMI!
The Agency for Collective Action mengundang Anda dalam sebuah perbincangan akrab 15 menit di mana kami akan bertanya tentang apa hal-hal yang penting buat Anda, keluarga Anda, kota, negara, tuhan, barang-barang, masa lalu, masa depan, dan teman-teman Anda? Continue Reading →
Perbincangan ini akan menjadi dasar bagi sebuah performance yang menyatukan kita dalam sebuah aksi bersama pada hari Jumat, 23 Oktober 2009, jam 8 malam.
Kami berbahasa Inggris, tetapi akan ada seorang penerjemah, sehingga kita bisa berdiskusi dalam Bahasa Indonesia.
Diskusi kita akan berlangsung di Alun-Alun Selatan, Yogyakarta, pada