<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ArtTitudes &#187; galeri canna</title>
	<atom:link href="http://www.arttitudes.org/tag/galeri-canna/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.arttitudes.org</link>
	<description>Indonesia Contemporary Art</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Aug 2011 16:10:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
		<item>
		<title>Hedon Is Me</title>
		<link>http://www.arttitudes.org/exhibition/hedon-is-me.html</link>
		<comments>http://www.arttitudes.org/exhibition/hedon-is-me.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Apr 2011 02:54:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[2011]]></category>
		<category><![CDATA[agung hujatnikajennong]]></category>
		<category><![CDATA[arief budiman]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[contemporary]]></category>
		<category><![CDATA[galeri canna]]></category>
		<category><![CDATA[i nyoman darya]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[painting]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>
		<category><![CDATA[wahyudin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=2200</guid>
		<description><![CDATA[[ April 29, 2011 7:30 pm to May 15, 2011 5:00 pm. ] HEDON IS ME
Solo exhibition by I Nyoman Darya

Written by Agung Hujatnikajennong, Arief Budiman and Wahyudin

I Nyoman Darya, mengawali kariernya di seni rupa, dengan melibatkan diri dalam sebuah biro iklan swasta. Darya yang asli Bali, alumnus ISI jurusan Desain Komunikasi Visual. Ketertarikannya dengan lukisan sudah cukup lama, dia cukup intens membaca fenomena dan kejadian-kejadian di Indonesia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2011/04/Hedonisme.jpg" rel="lightbox[2200]" title="Hedonisme_s"><img class="alignleft size-full wp-image-2201" title="Hedonisme_s" src="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2011/04/Hedonisme_s.jpg" alt="" width="300" height="250" /></a><span id="more-2200"></span>HEDON IS ME<br />
Solo exhibition by I Nyoman Darya</p>
<p>Written by Agung Hujatnikajennong, Arief Budiman and Wahyudin</p>
<p>I Nyoman Darya, mengawali kariernya di seni rupa, dengan melibatkan diri dalam sebuah biro iklan swasta. Darya yang asli Bali, alumnus ISI jurusan Desain Komunikasi Visual. Ketertarikannya dengan lukisan sudah cukup lama, dia cukup intens membaca fenomena dan kejadian-kejadian di Indonesia dan dunia. Melihat karya-karya I Nyoman Darya yang disajikan dalam pameran ini, akan membuat kita merasa seolah-olah sedang bercermin. Karena mungkin, citra hedonisme itu telah melekat pada diri kita masing &#8211; masing. Sepuluh lukisan yang hadir membawa serta ‘lukisan di balik lukisan’, apa yang kita tangkap secara visual membawakan detail, komposisi, satire dan keindahan. Tapi di dimensi sebaliknya, sebuah ‘lukisan yang lebih kompleks’ tersaji memenuhi ruang imajinasi kita. Dan kisah yang tersirat di balik lukisan itu akan mengemuka dan menggedor nurani kita sebagai manusia. Justru di sinilah kekuatan sesungguhnya dari lukisan-lukisan Darya ini. Makna dan sentuhan halusnya akan dicerap lebih mendalam oleh siapapun yang melihatnya tak hanya dengan mata.</p>
<p>Opening: Friday, 29 April, 2011 at 19.30<br />
Closing: 15 May 2011<br />
Venue: Galeri Canna<br />
Address: Jl. Boulevard Barat Raya Blok LC 6 No 33 – 34 Kelapa Gading Jakarta Utara</p>
<p>Officiated by: Dr. Oei Hong Djien<br />
Hosts: Robbyanto &amp; Lanny Budiman<!-- PHP 5.x --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.arttitudes.org/exhibition/hedon-is-me.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Galeri Canna 9th Anniversary Exhibition “A Moment in Abstract&#8221;</title>
		<link>http://www.arttitudes.org/exhibition/galeri-canna-9th-anniversary-exhibition-%e2%80%9ca-moment-in-abstract.html</link>
		<comments>http://www.arttitudes.org/exhibition/galeri-canna-9th-anniversary-exhibition-%e2%80%9ca-moment-in-abstract.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Nov 2010 02:00:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curatorial]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[contemporary]]></category>
		<category><![CDATA[galeri canna]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[painting]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[rifky effendy]]></category>
		<category><![CDATA[sculpture]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=2085</guid>
		<description><![CDATA[[ November 18, 2010 7:00 pm to December 5, 2010 7:00 pm. ] Galeri Canna 9th Anniversary Exhibition
“a moment in abstract"
Suatu Momen Dalam Abstrak(si)

Curated by Rifky Effendy

Abstrak dan Abstraksi Dalam Seni Rupa Modern di Indonesia

Dalam perjalanan seni rupa modern di Indonesia, seni abstrak dan abstraksi, merupakan suatu perkembangan yang menandakan munculnya pengaruh dari kalangan akademisi seni rupa yang telah tumbuh di dekade 1960-an. Terutama, ketika beberapa perupa yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/11/galeri-canna-9th-annv.jpg" rel="lightbox[2085]" title="galeri-canna-9th-annv_s"><img class="alignleft size-full wp-image-2086" title="galeri-canna-9th-annv_s" src="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/11/galeri-canna-9th-annv_s.jpg" alt="" width="300" height="250" /></a><span id="more-2085"></span>Galeri Canna 9th Anniversary Exhibition<br />
“a moment in abstract&#8221;<br />
Suatu Momen Dalam Abstrak(si)</p>
<p>Curated by Rifky Effendy</p>
<p>Abstrak dan Abstraksi Dalam Seni Rupa Modern di Indonesia</p>
<p>Dalam perjalanan seni rupa modern di Indonesia, seni abstrak dan abstraksi, merupakan suatu perkembangan yang menandakan munculnya pengaruh dari kalangan akademisi seni rupa yang telah tumbuh di dekade 1960-an. Terutama, ketika beberapa perupa yang sekaligus sebagai pengajar di Bandung dan Yogyakarta, berkesempatan menggali ilmu seni modern di luar negeri, seperti Amerika Serikat dan Belanda. Sanento Yuliman , dalam risalahnya  “ Seni Rupa Indonesia Baru “, tahun 1976, menyebutnya sebagai kecenderungan kepada abstraksi, pada kurun tahun 1955 -1960.<br />
Sebutan “abstrak” bagi Sanento mempunyai beberapa arti. Bisa digunakan untuk menyebut corak seni lukis yang tidak menampilkan rupa yang kita kenali sebagai rupa benda dan obyek yang kita lihat dalam kenyataan sekeliling kita : Manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, pemandangan alam dan sebagainya. Lukisan dalam gaya ini tidak melukiskan obyek ( karenanya disebut seni &#8216;abstrak non – obyektif&#8217;) ataupun melukiskan figur (karena itu disebut juga “ abstrak non &#8211; figuratif “). Kemudian Sanento menyiratkan, bahwa seni lukis abstrak lalu tidak mempunyai hubungan apapun dengan rupa yang kita kenali. Baik pelukis maupun penanggap lukisan, hidup dalam dunia rupa yang mengelilingi mereka.  Tapi ada juga seni lukis abstrak yang tetap mempunyai hubungan dengan rupa yang kita kenal. Seperti rupa, bumi dilihat dari udara, benda yang sangat dekat (permukaan tanah, permukaan batu, dan sebagainya) atau perhatian akan obyek-obyek, benda – benda yang dilihat dengan mikroskop (jasad renik, jaringan sel, susunan kristal, dan sebagainya) menyodorkan kepada kita kekayaan rupa yang aneka ragam. Adapula rupa buatan manusia: rupa buatan arsitek, para ahli mesin, para insinyur sipil, dan lainnya. Ada pula bentuk yang kita jumpai dalam ilmu pasti, yang dibuat dengan penggaris, jangka dan lainnya.</p>
<p>Kemungkinan Abstrak(si) Sekarang</p>
<p>Seperti yang telah dikemukakan diatas, perkembangan seni rupa abstrak(si) menjadi bagian dalam perkembangan seni rupa yang berpusar dalam lingkaran akademi seni rupa. Dengan pengembangan metoda pengajaran yang formal, serta pengalaman visual yang tersedia dalam kehidupan saat ini, seperti yang tersirat dalam risalah Sanento tersebut; bagaimana memahami perkembangan berbagai obyek industri dan juga teknologi media?  Atau yang berhubungan dengan permukaan material fisik dan juga citra foto, dunia dijital atau elektronik buatan manusia. Abstrak(si) merupakan kemungkinan gejala rupa (visual) yang muncul dari titik pertemuan atau transisi wujud bentuk dan citraan dalam suatu kenyataan. Melibatkan kepekaan terhadap sisi-sisi formal, pengamatan yang khas dan lebih menjauhi sisi emosi. Sebagai sebuah jeda atau ruang spegasial dalam suatu rangkaian penjelajahan.</p>
<p>Pameran ”Suatu Momen Dalam Abstraksi” diharapkan memperlihatkan spektrum yang luas, bahkan sekalipun dalam perkembangan praktek seni rupa foto-realisme maupun seni digital, selalu akan bersinggungan dengan citra abstrak yang belum terdefinisikan. Karya-karya ke 21 perupa ini akan menjadi suatu renungan kepada suatu perbendaharaan visual yang semakin tak terbatas, menjadi genangan indeks visual dalam ingatan-ingatan kita, bahkan melampaui perbendaharaan kata-kata. Justru abstrak(si) akan semakin menarik ketika kita bersinggungan dengan yang nyata, terdefinisikan, dan obyektif. Sebagai suatu dunia transisi dalam ruang spesial.<br />
( Rifky Effendy, Kurator)</p>
<p>Artists : Arin Dwihartanto,  Albert Yonathan, Ahadiat Joedawinata, Agus “Kacrut” Sumiantara, Andy Dewantoro, Andi Rharharha, A.T. Sitompul, Dadan Setiawan, Dadang Sudrajat, Erianto, I Wayan Upadana, Natas  Setiabudhi, Putu Wirantawan, R. Yuki Agriardi, Sunaryo, Stefan Buana, Syahfadil,  Teguh Ostenrik, Terra Bajraghosa, Victor Angelo, Yusra Martunus</p>
<p>Officiated By : Ms. Dian Muljadi<br />
Hosts : Agam Riadi, Mea Panigoro, Sarah Moerad, Sebastian Gunawan, Susy Gautama, Junita Lieser</p>
<p>Opening : Thursday, 18 November 2010, at 7 pm<br />
Closing : Sunday, 5 December 2010<br />
Venue : Galeri Canna<br />
Address : Jl. Boulevard Barat Raya Blok LC 6 No 33-34 Kelapa Gading 14240</p>
<p>Open Hours<br />
Monday &#8211; Friday 10 am &#8211; 6 pm<br />
Saturday &#8211; Sunday 10 pm &#8211; 4 pm<!-- PHP 5.x --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.arttitudes.org/exhibition/galeri-canna-9th-anniversary-exhibition-%e2%80%9ca-moment-in-abstract.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sensuous Object</title>
		<link>http://www.arttitudes.org/events/sensuous-object.html</link>
		<comments>http://www.arttitudes.org/events/sensuous-object.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 May 2010 03:39:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[bentara budaya]]></category>
		<category><![CDATA[contemporary]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[galeri canna]]></category>
		<category><![CDATA[made wiguna valasara]]></category>
		<category><![CDATA[painting]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>
		<category><![CDATA[wayan upadana]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=1770</guid>
		<description><![CDATA[[ June 2, 2010; 7:00 pm; ] Kurator M. Rain Rosidi Made Wiguna Valasara dan Wayan Upadana adalah dua perupa muda asal Bali yang mengenyam pendidikan formal di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta . Karya-karya mereka menampilkan eksplorasi material dan olah unsur-unsur formal–rupa. Mereka merupakan generasi yang garapan visualnya terbebas dari representasi ke-Bali-an,  berbeda dengan generasi tahun 80 hingga tahun 90-an [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/05/Sensuous-Object.jpg" rel="lightbox[1770]" title="Sensuous Object"><img class="alignleft size-medium wp-image-1771" title="Sensuous Object" src="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/05/Sensuous-Object-300x157.jpg" alt="" width="300" height="157" /></a>Kurator M. Rain Rosidi</p>
<p>Made Wiguna Valasara dan Wayan Upadana adalah dua perupa muda asal Bali yang mengenyam pendidikan formal di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta . Karya-karya mereka menampilkan eksplorasi material dan olah unsur-unsur formal–rupa. Mereka merupakan generasi yang garapan visualnya terbebas dari representasi ke-Bali-an,  berbeda dengan generasi tahun 80 hingga tahun 90-an yang secara sadar melakukan eksplorasi pada nilai-nilai budaya (Bali), melalui bahasa visual yang didominasi oleh abstraksi.<span id="more-1770"></span><br /> Valasara dan Upadana mampu menghadirkan eksplorasi estetik dan kreativitasnya lebih universal dalam aspek-aspek dasar unsur rupa, dengan mengolah material dan medium baik dua dimensi maupun tiga dimensi. Karya-karya Upadana kerap menampilkan penjajaran sinergis antara material yang berbeda, seperti kayu, fiber dan logam.  Wiguna Valasara, sangat intens dalam mengeksplorasi garis dan bidang yang menghasilkan efek optikal, ditimbulkan oleh eksplorasi material kanvas yang dijahit dengan memasukkan dacron (spons pelapis)  di dalamnya sehingga menghasilkan efek emboss.</p>
<p>Karya-karya mereka menampilkan pengolahan visual yang lebih terfokus pada eksplorasi estetik, dan minim dengan muatan kontekstual. Kehadiran mereka disambut baik dalam perkembangan seni rupa kontemporer ( Indonesia ), yang cenderung tidak lagi menampilkan penggalian identitas budaya (yang jamaknya sering dimaknai sebagai usaha menggali dari warisan tradisi budaya). Perkembangan seni rupa kontemporer, memberi keleluasaan ruang dalam berbagai eksplorasi intermedium dan tema, gaya dan eksplorasi lainnya.</p>
<p>Penulis: I Wayan Seriyoga Parta<br /> Dibuka Oleh: Dr. Oei Hong Djien<br /> Music Performence: SEMARA ETNIC</p>
<p>Opening: Wednesday, June 2, 2010 at 7 pm<br /> Closing: June 9, 2010<br /> Venue: BENTARA BUDAYA YOGYAKARTA<br /> Address: Jl. Suroto No 02, Kota Baru Yogyakarta</p>
<p><!-- PHP 5.x --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.arttitudes.org/events/sensuous-object.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Other Side of Beauty</title>
		<link>http://www.arttitudes.org/exhibition/the-other-side-of-beauty.html</link>
		<comments>http://www.arttitudes.org/exhibition/the-other-side-of-beauty.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 May 2010 01:23:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[alia swastika]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[contemporary]]></category>
		<category><![CDATA[galeri canna]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[painting]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>
		<category><![CDATA[wisnu auri]]></category>
		<category><![CDATA[wowok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=1764</guid>
		<description><![CDATA[[ June 15, 2010; 7:00 pm; ] Solo Exhibition Wisnu Auri a.k.a Wowok Mengamati lukisan karya seniman muda dari Yogyakarta ini, akrab dipanggil dengan Wisnu Auri aka Wowok, sedikit banyak mengingatkan pada gerakan-gerakan seni di Amerika pada masa 1970an, terutama pada gerakan New Image Painting yang dideklarasikan melalui sebuah pameran (Bad) Painting di Whitney Museum of Contempory Art, New York, 1978. Ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Solo Exhibition<br /> Wisnu Auri a.k.a Wowok</p>
<p>Mengamati lukisan karya seniman muda dari Yogyakarta ini, akrab dipanggil dengan Wisnu Auri aka Wowok, sedikit banyak mengingatkan pada gerakan-gerakan seni di Amerika pada masa 1970an, terutama pada gerakan New Image Painting yang dideklarasikan melalui sebuah pameran (Bad) Painting di Whitney Museum of Contempory Art, New York, 1978. Ada semangat tertentu pada diri Wisnu yang membuat saya merasa saya perlu merujuknya pada gerakan lain dari seniman-seniman dunia di peta sejarah seni.<span id="more-1764"></span></p>
<p>Karakter dasar yang  paling kuat, sebagaimana acap disebut dalam kritik seni kontemporer, bahwa lukisan yang paling biasanya menunjukkan kemampuan drawing yang tinggi dari seorang seniman, adalah drawing. Lukisan-lukisan Wisnu sebagian besar merupakan projeksi dari outline-outline dalam drawing, dengan kecenderungan ekspresionis seperti goresan-goresan charcoal. Ketidakteraturan dari subjeknya, yang terutama dipengaruhi oleh goresan ala ekspresionisme itu, membuat lukisan Wisnu cenderung dekat dengan gaya abstrak, meskipun gagasan artistiknya sama sekali tidak berangkat dari keinginan membuat lukisan abstrak. Wisnu juga mendapat banyak pengaruh dari model figuratif, sesuatu yang sesungguhnya banyak ‘dianut’ oleh seniman-seniman muda masa kini dengan pendekatan pop-art atau komikal. Saya kira, gaya ini memang awalnya banyak membentuk lukisan-lukisan awal Wisnu, terutama pada tahun-tahun awal hingga menjelang akhir kuliahnya di jurusan Seni Grafis, Fakultas Seni Murni, Institut Seni Indonesia. Tetapi model ini berkembang jauh, terus diujicoba untuk didobrak dan direkonstruksi ulang, mencapai bentuk yang sekarang terasa sedikit stabil. Kecenderungan yang sekarang memang Wisnu tetap memberikan karakter khusus pada figur yang muncul dari lukisannya, tetapi dijauhkan dari modus naratif dan justru ditegaskan dengan sapuan kuas yang tanpa basa-basi, sebagaimana yang sempat kita bahas pada lukisan dari seniman New Image Painting.</p>
<p>Yang tak kalah menarik dari pernyataan estetika dalam pameran tunggal Wisnu Auri ini adalah instalasi dan objek tiga dimensinya. Sebagian besar dari objek-objek ini dibuat menggunakan bahan kayu, sesuatu yang sesungguhnya sangat dekat dengan keseharian Wisnu, meskipun bukan menjadi medium yang terus diakrabinya selama ini.</p>
<p>Alia Swastika</p>
<p>Officiated By Mr. Indra Leonardi<br /> Host&#8217;s Arif Suherman, Paula Dewayanti &amp; Tom Tandio</p>
<p>Start Time: Tuesday, 15 June  2010 at 7 pm<br /> End Time: June 25, 2010<br /> Venue: Galeri Canna at Jakarta Art District (JAD)<br /> Address: Grand Indonesia Shopping Town &#8211; East Mall, Lower Ground<br /> Jl. M.H. Thamrin No. 1 Jakarta Enter Sintha Lobby</p>
<p><!-- PHP 5.x --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.arttitudes.org/exhibition/the-other-side-of-beauty.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>What A Doll</title>
		<link>http://www.arttitudes.org/exhibition/what-a-doll.html</link>
		<comments>http://www.arttitudes.org/exhibition/what-a-doll.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Apr 2010 01:17:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[contemporary]]></category>
		<category><![CDATA[galeri canna]]></category>
		<category><![CDATA[isa ansory]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[painting]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>
		<category><![CDATA[wahyudin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=1640</guid>
		<description><![CDATA[[ April 23, 2010; 7:30 pm; ] Pameran Tunggal Solo Exhibition by ISA ANSORY Curated by: Wahyudin Officiated by Ms. Dian M Soedarjo Art Lover, Managing Director of Elle Indonesia Start Time: Friday, April 23, 2010 at 7.30 pm End Time: May 9, 2010 Venue: Galeri Canna Address: Jl. Boulevard Barat Raya Blok LC 6 No.33-34 Kelapa Gading Jakarta Utara 14240. Email: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/04/What-A-Doll.jpg" rel="lightbox[1640]" title="What A Doll"><img class="alignleft size-medium wp-image-1641" title="What A Doll" src="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/04/What-A-Doll-300x197.jpg" alt="" width="262" height="172" /></a>Pameran Tunggal Solo Exhibition by ISA ANSORY<br /> Curated by: Wahyudin</p>
<p>Officiated by Ms. Dian M Soedarjo Art Lover, Managing Director of Elle Indonesia<span id="more-1640"></span></p>
<p>Start Time: Friday, April 23, 2010 at 7.30 pm<br /> End Time: May 9, 2010<br /> Venue: Galeri Canna<br /> Address: Jl. Boulevard Barat Raya Blok LC 6 No.33-34 Kelapa Gading Jakarta Utara 14240.<br /> Email: galeri.canna@yahoo.com, canna@cbn.net.id</p>
<p>OPEN HOURS Monday &#8211; Saturday 10 am &#8211; 6 pm. Sunday 11 am &#8211; 4 pm. Public holiday CLOSED T</p>
<p><!-- PHP 5.x --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.arttitudes.org/exhibition/what-a-doll.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seragam Yang Diingatkan</title>
		<link>http://www.arttitudes.org/exhibition/seragam-yang-diingatkan.html</link>
		<comments>http://www.arttitudes.org/exhibition/seragam-yang-diingatkan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Mar 2010 03:43:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[art Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[bale tonggoh]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[galeri canna]]></category>
		<category><![CDATA[isa perkasa]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[painting]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=1544</guid>
		<description><![CDATA[[ March 27, 2010; 5:00 pm; ] Solo Exhibition by Isa Perkasa "I have to seek a different kind of freedom now. Everyone who was too afraid before is suddenly making political art now and it doesn't mean anything anymore. I don't want to be a man in uniform - at least, not in the way I think and make art." - [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-1545" href="http://arttitudes.org/exhibition/seragam-yang-diingatkan.html/attachment/seragam-yang-diingatkan"><img class="alignleft size-full wp-image-1545" title="Seragam Yang Diingatkan" src="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/03/Seragam-Yang-Diingatkan.jpg" alt="" width="200" height="140" /></a>Solo Exhibition by Isa Perkasa</p>
<p>&#8220;I have to seek a different kind of freedom now. Everyone who was too afraid before is suddenly making political art now and it doesn&#8217;t mean anything anymore. I don&#8217;t want to be a man in uniform &#8211; at least, not in the way I think and make art.&#8221; &#8211; Isa Perkasa (1999)<span id="more-1544"></span></p>
<p>Pameran Isa Perkasa ini adalah kelanjutan dari pameran sebelumnya dengan judul Ingatan Yang Diseragamkan (Bale Tonggoh, Bandung, 2009). Penggunaan judul yang dibalik kali ini sengaja dilakukan mengingat materi pameran sekarang masih terdapat persamaan, baik dari segi tema maupun medium yang digunakan Isa Perkasa dengan karya-karya sebelumnya.</p>
<p>Di luar alasan itu, kedua judul menyiratkan suatu makna yang juga disasar Isa, yaitu soal ‘sejarah’. Oleh karena itu, istilah ‘ingatan’ yang digunakan di dalam dua pameran ini bisa dimaknai sebagai ‘sejarah’. Sementara ‘seragam’ sendiri memiliki makna simbolik yang sangat dalam. Sebagaimana yang kita pahami dari reputasi Isa di peta medan sosial seni rupa tanah air sebagai seniman yang kritis, istilah Ingatan Yang Diseragamkan maupun Seragam Yang Diingatkan kiranya bisa dijadikan bahan renungan untuk menghayati bagaimana praktik kekuasaan uang otoriter dilakukan di Indonesia.</p>
<p>The exhibition will be offciated by Bapak Teten Masduki.</p>
<p>Start Time:	Saturday, March 27, 2010 at 5:00pm<br /> End Time: Saturday, April 10, 2010 at 7:00pm<br /> Venue: Galeri Canna<br /> Address: Jl.Boulevard Barat Raya Blok LC 6 No 33-34, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Indonesia</p>
<p><!-- PHP 5.x --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.arttitudes.org/exhibition/seragam-yang-diingatkan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jakarta Art District and The Exhibition of Magainin</title>
		<link>http://www.arttitudes.org/exhibition/jakarta-art-district-and-the-exhibition-of-magainin.html</link>
		<comments>http://www.arttitudes.org/exhibition/jakarta-art-district-and-the-exhibition-of-magainin.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 06:59:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[agung hujatnikajennong]]></category>
		<category><![CDATA[andi's gallery]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[contemporary]]></category>
		<category><![CDATA[edwin's gallery]]></category>
		<category><![CDATA[galeri canna]]></category>
		<category><![CDATA[galeri mon decor]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta art district]]></category>
		<category><![CDATA[langgeng gallery]]></category>
		<category><![CDATA[nadi gallery]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[puri art gallery]]></category>
		<category><![CDATA[semarang gallery]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>
		<category><![CDATA[vanessa art link]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=1464</guid>
		<description><![CDATA[[ February 27, 2010; 5:00 pm; ] Curated by Agung Hujatnikajennong

The Proud Jakarta Art District's Galleries:
Andi's Gallery, Canna Gallery, Edwin's Gallery, Langgeng Gallery, Mon
Decor Gallery, Nadi Gallery. Puri Art Gallery, Semarang Gallery,Vanessa Art Link

Start Time: Saturday, February 27, 2010 at 5.00 pm 
End Time: March 7, 2010
Venue : Grand Indonesia Shopping Town   East Mall - LG , drop at Shinta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Curated by Agung Hujatnikajennong</p>
<p>The Proud Jakarta Art District&#8217;s Galleries:<br />
Andi&#8217;s Gallery, Canna Gallery, Edwin&#8217;s Gallery, Langgeng Gallery, Mon<br />
Decor Gallery, Nadi Gallery. Puri Art Gallery, Semarang Gallery,Vanessa Art Link</p>
<p>Start Time: Saturday, February 27, 2010 at 5.00 pm<br />
End Time: March 7, 2010<br />
Venue : Grand Indonesia Shopping Town   East Mall &#8211; LG , drop at Shinta Lobby</p>
<p>Officiated by: Dr. Oei Hong Djien<br />
Host: Dian M. Soedardjo</p>
<p>Supported by: Grand Indonesia and HI Kempinski<br />
Media Partner:  ELLE</p>
<p><!-- PHP 5.x --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.arttitudes.org/exhibition/jakarta-art-district-and-the-exhibition-of-magainin.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tubuh dan Kerja/ Body and Work</title>
		<link>http://www.arttitudes.org/exhibition/tubuh-dan-kerja-body-and-work.html</link>
		<comments>http://www.arttitudes.org/exhibition/tubuh-dan-kerja-body-and-work.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 01:24:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[contemporary]]></category>
		<category><![CDATA[galeri canna]]></category>
		<category><![CDATA[heru hikayat]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[painting]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[rosid]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=1388</guid>
		<description><![CDATA[[ February 17, 2010; 7:00 pm; ] Pameran Tunggal ROSID Kurator : Heru Hikayat Paket karya dalam pameran tunggal Rosid kali ini berupa sejumlah lukisan sosok lelaki tua. Sebagian lukisan berupa potret, sebagian lain menggambarkan tangan. Dalam potret, tampak lelaki tua dengan mata sayu dan tatapan nyaris tanpa ekspresi. Sementara gambar-gambar tangan didampingi properti macam cangkul dan segenggam padi. Rosid menggambarkan orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-1390" href="http://arttitudes.org/exhibition/tubuh-dan-kerja-body-and-work.html/attachment/tubuh-dan-kerja_"><img class="size-medium wp-image-1390 alignleft" title="Tubuh dan Kerja_" src="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/02/Tubuh-dan-Kerja_-300x185.jpg" alt="" width="240" height="148" /></a>Pameran Tunggal ROSID<br /> Kurator : Heru Hikayat</p>
<p>Paket karya dalam pameran tunggal Rosid kali ini berupa sejumlah lukisan sosok lelaki tua. Sebagian lukisan berupa potret, sebagian lain menggambarkan tangan.</p>
<p>Dalam potret, tampak lelaki tua dengan mata sayu dan tatapan nyaris tanpa ekspresi. Sementara gambar-gambar tangan didampingi properti macam cangkul dan segenggam padi.<span id="more-1388"></span></p>
<p>Rosid menggambarkan orang yang sama besar-besar, berulang-ulang. orang yang sama. Efek dari pengulangan dan pembesaran, ia yang anonim jadi penting.</p>
<p>Orang tua itu jelas telah melewati masa kerja yang panjang. Rosid memberi petunjuk, bahwa lingkup kerja si orang tua adalah sawah.</p>
<p>Melalui penggambaran orang tua petani sawah, Rosid mengingat jejak dari budaya yang telah membesarkannya.</p>
<p>Di buka oleh: Didi Petet</p>
<p>Start Time: Wednesday, February 17, 2010 at 7 PM<br /> Venue: Galeri Canna<br /> Address: Jl. Boulevard Barat Raya Blok LC 6 No.33-34 Kelapa Gading Jakarta Utara 14240.<br /> Email: galeri.canna@yahoo.com, canna@cbn.net.id</p>
<p><!-- PHP 5.x --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.arttitudes.org/exhibition/tubuh-dan-kerja-body-and-work.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CROSS/PIECE</title>
		<link>http://www.arttitudes.org/exhibition/crosspiece.html</link>
		<comments>http://www.arttitudes.org/exhibition/crosspiece.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 09:03:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[contemporary]]></category>
		<category><![CDATA[galeri canna]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=1282</guid>
		<description><![CDATA[[ December 15, 2009; 7:00 pm; ] CROSS/PIECE – Cross: Persilangan. Piece: Potongan [karya] – adalah tajuk yang diambil untuk menampilkan kecenderungan karya seni rupa dalam semangat silang medium/disiplin/kode seni. Pameran ini hendak menampilkan berbagai kemungkinan bentuk-bentuk karya baru yang dihasilkan dari metode persilangan. CROSS/PIECE ingin memberi kesempatan kepada peserta pameran untuk secara sadar mengeksplorasi kerja interdisipliner, berbagai jalur (platform) seni dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1283" title="Cross-Piece" src="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2009/12/Cross-Piece.jpg" alt="Cross-Piece" width="200" height="274" />CROSS/PIECE – Cross: Persilangan. Piece: Potongan [karya] – adalah tajuk yang diambil untuk menampilkan kecenderungan karya seni rupa dalam semangat silang medium/disiplin/kode seni. Pameran ini hendak menampilkan berbagai kemungkinan bentuk-bentuk karya baru yang dihasilkan dari metode persilangan. CROSS/PIECE ingin memberi kesempatan kepada peserta pameran untuk secara sadar mengeksplorasi kerja interdisipliner, berbagai jalur (platform) seni dan gagasan yang berangkat dari pengalaman-pengalaman estetis peserta yang berbeda-beda.</p>
<p>Untuk pameran ini tim kurator mengundang peserta yang terdiri dari perupa (pelukis, pematung, pegrafis, dsb.), musisi, desainer dan perancang perangkat lunak komputer untuk menampilkan karya-karya baru yang dibuat secara khusus sebagai tanggapan terhadap tema CROSS/PIECE. Para peserta diharapkan bisa menampilkan karya yang dibuat dengan prinsip persilangan media, atau praktik kolaborasi interdisiplin. Inovasi bentuk dan ide serta eksperimentasi teknik menjadi presentasi yang diharapkan.<span id="more-1282"></span></p>
<p>Konsep kuratorial pameran ini ingin memberi penekanan pada pengalaman kerja estetik personal yang selama ini ditekuni oleh seniman untuk dipertemukan atau disilangkan dengan berbagai ranah kreativitas lain untuk mencapai lahirnya gubahan-gubahan baru dan segar. Walaupun tawaran kuratorial ini terbuka dan membebaskan peserta untuk menjelajahi berbagai kemungkinan ide, bentuk dan teknik, tim kurator ingin menggali kesadaran para seniman untuk bisa menempatkan konsep persilangan ini pada konteks sejarah perkembangan seni rupa secara umum, dan budaya kontemporer secara lebih luas.</p>
<p><strong>Start Time</strong>:	Tuesday, December 15, 2009 at 7:00pm<br />
<strong> End Time</strong>: Saturday, January 2, 2010 at 7:00pm<br />
<strong> Location</strong>: GALERI CANNA<br />
<strong> Address</strong>: Jl.Boulevard Barat Raya Blok LC 6 No.33-34 Kelapa Gading Permai 14240 Jakarta, Indonesia<!-- PHP 5.x --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.arttitudes.org/exhibition/crosspiece.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>NEVERWHERE, Cerita-Cerita Negeri Antah Berantah</title>
		<link>http://www.arttitudes.org/exhibition/neverwhere-cerita-cerita-negeri-antah-berantah.html</link>
		<comments>http://www.arttitudes.org/exhibition/neverwhere-cerita-cerita-negeri-antah-berantah.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 02:42:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[2009]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[contemporary]]></category>
		<category><![CDATA[djoeari soebardja]]></category>
		<category><![CDATA[galeri canna]]></category>
		<category><![CDATA[grand indonesia shopping town]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>
		<category><![CDATA[wahyudin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=1043</guid>
		<description><![CDATA[[ October 31, 2009; 5:00 pm; ] Lukisan-lukisan mutakhir Djoeari Soebardja—yang akan dipajang dalam pameran tunggal bertajuk “Neverwhere”  yang secara profesional dikelola oleh Galeri Canna di Plaza Grand Indonesia pada 31 Oktober 2009—merupakan ikhtiar terbaru sang pelukis untuk menyampaikan pikiran, perasaan dan tanggapan mengenai peristiwa aktual yang berkenaan dengan tingkah-pola manusia terhadap alam—dalam hal ini tetumbuhan, pohon, dan hutan.

Alam atau lingkungan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span><img class="alignleft size-full wp-image-1044" title="Neverwhere" src="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2009/10/223.jpg" alt="Neverwhere" width="200" height="159" />Lukisan-lukisan mutakhir Djoeari Soebardja—yang akan dipajang dalam pameran tunggal bertajuk “Neverwhere”  yang secara profesional dikelola oleh Galeri Canna di Plaza Grand Indonesia pada 31 Oktober 2009—merupakan ikhtiar terbaru sang pelukis untuk menyampaikan pikiran, perasaan dan tanggapan mengenai peristiwa aktual yang berkenaan dengan tingkah-pola manusia terhadap alam—dalam hal ini tetumbuhan, pohon, dan hutan.</span></p>
<p>Alam atau lingkungan hidup itu menjadi pokok perupaan dalam lukisan-lukisan terbaru Djoeari dan mendapat perhatian saksama pada kanvas-kanvasnya kali ini. Dalam khazanah senilukis Indonesia kontemporer, pokok perupaan dan pusat perhatiaan semacam itu tentu saja bukan sesuatu yang baru. Sebutlah, misalnya, karya-karya, utamanya lukisan, Saftari dalam pameran “Anxious Objects”<span id="more-1043"></span> di Semarang Gallery pada Januari 2009. Kendati demikian, dengan kecakapan teknik melukis realis yang terbilang menjanjikan, Djoeari mengolah pokok perupaan itu dengan memesona, bahkan sampai pada kadar tertentu ia memperlihatkan kemampuan imajinasi yang mengagumkan.</p>
<p>Dengan begitu, tak berlebihan untuk dikatakan bahwa lukisan-lukisan terbaru Djoeari ini—selain memperlihatkan evolusi visual yang menarik dari lukisan-lukisan lanskap-realis yang pernah diciptakan sebelumnya dan pernah dipamerkan di Galeri Canna pada April 2008—merupakan sebuah cara penciptaan perihal pokok perupaan lingkungan hidup yang segar, yang membuka kemungkinan lebih besar pada refleksi dengan menekan serendah-rendahnya kadar aktualitas dan faktisitasnya di bawah imajinasi yang tak tepermanai.</p>
<p>Karena itu, lukisan Djoeari tetaplah lukisan—dan bukan poster yang berisi protes tentang alam dan lingkungan hidup, sekalipun di dalamnya para pemirsa dapat menikmati dan menghayatinya secara substil.. Dengan cara ini, lukisan-lukisan Djoeari Soebardja menjadi semacam hamparan tentang terra incognita yang di dalamnya terdapat sejumlah cerita oposisi berpasangan: sedih-gembira, harapan-kecemasan, optimisme-pesimisme—yang semoga saja tak sia-sia untuk direnungkan di tengah gebalau hidup ini.</p>
<p>Wahyudin<br />
(Kurator Pameran)</p>
<p><strong>Host</strong>: Galeri Canna<br />
<strong> Start Time</strong>: Saturday, October 31, 2009 at 5pm<br />
<strong>End Time</strong>: Sunday, November 8, 2009<br />
<strong>Location</strong>: Grand Indonesia Shopping Town LG East Mall (Enter Shinta Lobby)</p>
<p><strong>Officiated by</strong>: dr. Sonia Wibisono (Health Consultant) &amp; dr. Deby Susanti Vinski, AAMS<!-- PHP 5.x --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.arttitudes.org/exhibition/neverwhere-cerita-cerita-negeri-antah-berantah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

