Tema ini diambil dari dialog dengan Bayu Widodo terkait dengan pameran tunggalnya di Roommate 5 – 12 Juli 2009. Pameran tunggalnya kali ini berbeda dengan pameran sebelumnya. Pameran ini mengetengahkan kembali karya hasil residensinya di Studio Megalo, Canberra, Australia. Pameran tunggal ini juga disertai dengan workshop screen printing, dan tattoo, serta artist talk proses residensinya di Australia.
Bayu melakukan residensi selama enam minggu. Program ini dia dapatkan secara mandiri. Hasil dari “mengalami” hidup di sana ia presentasikan dalam bentuk pameran di studio Megalo, 24 April 2009 dengan tajuk Me vs Robot. Penganalogian ini muncul ketika Bayu merasakan bahwa di dalam urbanisasi, manusia hidup dalam sistematika mesin. Residensi menjadi praktik mengalami bentuk “urban” di sana –hingga masuk dalam medan street art.
Melalui sejumlah karyanya, terasa ia tertarik untuk mengkomunikasikan konsep urbanisasi yang sudah menjadi praktik, dan efeknya bagi kemanusiaan orang. Aktualisasi dari persoalan sosial urban itu banyak dia tampilkan melalui penanda-penanda, berupa rumah, dan manusia berkepala tengkorak. Memang ada variasi lain, namun, kita bisa mendekati gagasannya mengenai urban melalui tegangan manusia dan “home”. Home bukanlah rumah, melainkan “ruang kenyamanan”.
Continue Reading →

Agenda Senin, 22 Juni 2009/Program Monday, 22 June 2009
15.00 – 16.00 Pembukaan Pameran dan ramah tamah / Exhibition Opening and coffee break
16.00 – 18.00 Ceramah / Lecture – Ceramah dalam bahasa Inggris / Lecture in English
Pada pertengehan tahun 1980-an, Max Kisman mempelopori teknologi digital yang diterapkan pada desain majalah, gambar dan tipografi serta poster. Pada 1986, dia mendirikan TYP/Typografisch Papier yang bergerak di bidang tipografi dan seni.
De samping lukisan eksploratif dan berbagai proyek seni dan instalasi, Kisman mendigitalisasi berbagai jenis huruf untuk FontShop International di Berlin, Jerman. Max Kisman pernah menjabat sebagai kepala desainer grafis
Continue Reading →