<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ArtTitudes &#187; ivaa</title>
	<atom:link href="http://www.arttitudes.org/tag/ivaa/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.arttitudes.org</link>
	<description>Indonesia Contemporary Art</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Aug 2011 16:10:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
		<item>
		<title>Diskusi &#8220;Tantangan Institusi (seperti LIP), Penyandang Dana dan Jaringan Asing</title>
		<link>http://www.arttitudes.org/events/tantangan-institusi-seperti-lip-penyandang-dana-dan-jaringan-asing-evolusi-dan-situasi-mereka-akhir-akhir-ini-di-ranah-seni-dan-kebudayaan-yogyakarta.html</link>
		<comments>http://www.arttitudes.org/events/tantangan-institusi-seperti-lip-penyandang-dana-dan-jaringan-asing-evolusi-dan-situasi-mereka-akhir-akhir-ini-di-ranah-seni-dan-kebudayaan-yogyakarta.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 07:13:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Gathering]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[discussion]]></category>
		<category><![CDATA[ivaa]]></category>
		<category><![CDATA[lip]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=1979</guid>
		<description><![CDATA[[ August 19, 2010; 5:30 pm; ] Pembicara: Drs. Djoko Dwiyanto, M.Hum (Kepala Dinas Kebudayaan), Dyan Anggraini (Direktur Taman Budaya Yogyakarta), Anggi Minarni (Direktur Karta Pustaka), Jean-Pascal Elbaz &#38; Marie Le Sourd (Direktur LIP: 1997-2002 &#38; 2006-2010)
Responden: Antariksa (Kunci)
Moderator: Farah Wardani (Direktur IVAA)

Diskusi, yang menjadi bagian dari acara pameran FrenchConnection.id ini menitikberatkan tujuan untuk menyoroti peranan institusi-institusi dan penyandang-penyandang dana asing dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/08/IVAA-LIp.jpg" rel="lightbox[1979]" title="IVAA-LIp"><img class="alignleft size-full wp-image-1980" title="IVAA-LIp" src="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/08/IVAA-LIp.jpg" alt="" width="300" height="250" /></a><span id="more-1979"></span>Pembicara: Drs. Djoko Dwiyanto, M.Hum (Kepala Dinas Kebudayaan), Dyan Anggraini (Direktur Taman Budaya Yogyakarta), Anggi Minarni (Direktur Karta Pustaka), Jean-Pascal Elbaz &amp; Marie Le Sourd (Direktur LIP: 1997-2002 &amp; 2006-2010)<br />
Responden: Antariksa (Kunci)<br />
Moderator: Farah Wardani (Direktur IVAA)</p>
<p>Diskusi, yang menjadi bagian dari acara pameran FrenchConnection.id ini menitikberatkan tujuan untuk menyoroti peranan institusi-institusi dan penyandang-penyandang dana asing dalam mempromosikan budaya lokal dan ekspresi seni di Yogyakarta.</p>
<p>1. Sampai sejauh mana peranan institusi atau penyandang dana tersebut, dari awal perjalanannya hingga 15 tahun belakangan ini?<br />
2. Apa saja resiko-resiko yang mungkin bisa terjadi dari pergantian peranan insitusi-institusi dan penyandang dana asing dengan sumber-sumber dana lokal (khususnya dalam proyek jangka panjang)?<br />
3. Apa saja pengaruh yang ditimbulkan dari kerjasama Yogya dengan institusi atau penyandang dana asing bagi perkembangan ajang seni lokal?<br />
4. Strategi-streategi macam apa yang akan dihadapi institusi atau penyandang dana asing di masa sekarang dan masa depan, terutama pada era revolusi media dan teknologi informasi-komunikasi?</p>
<p>Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan dibahas oleh para pembicara, berdasarkan pengalaman mereka dan akan didiskusikan dengan para peserta dalam sesi tanya jawab.</p>
<p>Diskusi merupakan bagian dari rangkaian acara <a href="http://www.ivaa-online.org/home/archive-exhibition-french-connection-id/" target="_blank">Pameran FrenchConnection.id</a></p>
<p>Date: Thursday, 19 August 2010 at 5:30 PM<br />
Venue: Lembaga Indonesia Prancis (auditorium)<br />
Address: Jalan Sagan 3 Yogyakarta<br />
**Diskusi akan dimulai setelah buka puasa bersama pada pukul 17.30 WIB<!-- PHP 5.x --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.arttitudes.org/events/tantangan-institusi-seperti-lip-penyandang-dana-dan-jaringan-asing-evolusi-dan-situasi-mereka-akhir-akhir-ini-di-ranah-seni-dan-kebudayaan-yogyakarta.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Presentasi – Diskusi Wulan Dirgantoro  STRATEGI ALTERNATIF MEMBACA ISU GENDER DALAM KARYA SENI RUPA</title>
		<link>http://www.arttitudes.org/events/presentasi-%e2%80%93-diskusi-wulan-dirgantoro-strategi-alternatif-membaca-isu-gender-dalam-karya-seni-rupa.html</link>
		<comments>http://www.arttitudes.org/events/presentasi-%e2%80%93-diskusi-wulan-dirgantoro-strategi-alternatif-membaca-isu-gender-dalam-karya-seni-rupa.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Aug 2010 06:05:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Gathering]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[contemporary]]></category>
		<category><![CDATA[ivaa]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=1918</guid>
		<description><![CDATA[[ August 13, 2010; 4:00 pm; ] Presentasi – Diskusi Wulan Dirgantoro
STRATEGI ALTERNATIF MEMBACA ISU GENDER DALAM KARYA SENI RUPA

Selama Bulan Juni – Agustus 2010 di IVAA (Indonesian Visual Art Archive) telah kedatangan seorang kurator-peneliti-scholar: Wulan Dirgantoro. Wulan sedang mengerjakan penelitian lapangan di Indonesia untuk tulisan disertasi doktoralnya di the School of Asian Languages and Studies, University of Tasmania, Australia. Disertasi Wulan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/08/Presentasi-Wulan-Dirgantoro1.jpg" rel="lightbox[1918]" title="Presentasi-Wulan-Dirgantoro"><img class="alignleft size-full wp-image-1954" title="Presentasi-Wulan-Dirgantoro" src="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/08/Presentasi-Wulan-Dirgantoro1.jpg" alt="" width="300" height="250" /></a><span id="more-1918"></span>Presentasi – Diskusi Wulan Dirgantoro<br />
STRATEGI ALTERNATIF MEMBACA ISU GENDER DALAM KARYA SENI RUPA</p>
<p>Selama Bulan Juni – Agustus 2010 di IVAA (Indonesian Visual Art Archive) telah kedatangan seorang kurator-peneliti-scholar: Wulan Dirgantoro. Wulan sedang mengerjakan penelitian lapangan di Indonesia untuk tulisan disertasi doktoralnya di the School of Asian Languages and Studies, University of Tasmania, Australia. Disertasi Wulan banyak mengeksplorasi teori feminis sebagai kerangka analisisnya, terutama untuk melihat dunia seni rupa Indonesia. <!--more-->Kajian feminisme sendiri telah lama menjadi bidang studi yang dipelajari Wulan, misalnya tercermin dalam proyek kuratorial tahun 2007, Intimate Distance: Tracing Feminism in Indonesian contemporary art di Galeri Nasional, Jakarta, bersamaan dengan peluncuran Buku Indonesian Women Artists: The Curtain Opens.</p>
<p>Ngobrol IVAA kali ini akan mengetengahkan sebuah presentasi-diskusi terbuka bersama Wulan Dirgantoro untuk berbagi pengalaman. Ngobrol IVAA akan membagi pengalaman Wulan bertemu dengan seniman-seniman Yogyakarta, bertemu dengan para kurator, beberapa kolektor dan juga peneliti seni rupa. Melalui pengalaman tersebut Wulan akan memaparkan refleksinya mengenai kesulitan-kesulitan yang ditemuinya ketika membaca isu gender di dalam dunia seni rupa, khususnya dalam karya seni rupa. Berangkat dari pengalaman kesulitan tersebut, sesungguhnya Wulan akan menawarkan  semacam kemungkinan-kemungkinan (alternatif) pembacaan terhadap karya-karya seni rupa. Sehingga, ngobrol IVAA kali ini akan sangat strategis untuk menginspirasi dan mengeksplorasi lebih lanjut mengenai strategi-strategi (baru) pembacaan fenomena sosial dari kerangka feminisme.</p>
<p>Date:Friday, 13 August 2010<br />
Time: 4 pm<br />
Venue:Rumah Seni Cemeti<br />
Address: Jl. D.I. Panjaitan 41, Yogyakarta  55143<!-- PHP 5.x --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.arttitudes.org/events/presentasi-%e2%80%93-diskusi-wulan-dirgantoro-strategi-alternatif-membaca-isu-gender-dalam-karya-seni-rupa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Talkseries:   Iconography and Violence: The value of Historical Context in Copy Culture</title>
		<link>http://www.arttitudes.org/events/talkseries-iconography-and-violence-the-value-of-historical-context-in-copy-culture.html</link>
		<comments>http://www.arttitudes.org/events/talkseries-iconography-and-violence-the-value-of-historical-context-in-copy-culture.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 00:45:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Gathering]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[colin cahill]]></category>
		<category><![CDATA[ivaa]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=1868</guid>
		<description><![CDATA[[ July 15, 2010; 4:00 pm; ] Colin Cahill adalah peneliti penerima Fullbright Fellowship Grant dari Philadelphia University, AS. Ia telah tinggal di Jogja selama hampir satu tahun untuk program pertukaran mahasiswa yang melakukan penelitian di Pusat Sejarah dan Etika Politik, Universitas Sanata Dharma (Yogyakarta).

Menjelang akhir masa tinggalnya di Indonesia, Colin akan melakukan sebuah presentasi studi budaya visual, hasil dari pengamatan pribadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Colin Cahill adalah peneliti penerima Fullbright Fellowship Grant dari Philadelphia University, AS. Ia telah tinggal di Jogja selama hampir satu tahun untuk program pertukaran mahasiswa yang melakukan penelitian di Pusat Sejarah dan Etika Politik, Universitas Sanata Dharma (Yogyakarta).</p>
<p>Menjelang akhir masa tinggalnya di Indonesia, Colin akan melakukan sebuah presentasi studi budaya visual, hasil dari pengamatan pribadi dan pengalaman kulturalnya secara personal di Jogja, yaitu tentang pandangannya akan penerapan ikonografi pada produksi-produksi budaya pop/keseharian<span id="more-1868"></span> seperti kaos dan desain grafis tertentu disini – yang secara khusus memakai ikon-ikon (yang baginya) subversif, seperti Adolf Hitler dan sejenisnya.</p>
<p>Sebagai seorang Amerika yang banyak bergaul dengan orang Amerika keturunan Yahudi, yang memiliki memori kolektif tertentu akan ikon seperti itu, Colin merasa sebuah fenomena tersendiri bagaimana ikon tersebut diterapkan dalam produk-produk tersebut disini, dengan pemaknaan dan penilaian yang sama sekali berbeda. Hal ini kemudian akan dibahas lagi olehnya secara lebih luas bagaimana ikon-ikon seperti ini diterapkan dalam berbagai sudut pandang kultural yang saling bertolak belakang, namun juga dengan pola-pola historis yang mungkin mirip. Ini juga sehubungan dengan budaya mengkopi (copy culture) yang berjalan begitu maraknya di dunia sekarang ini.</p>
<p>Ia juga berharap agar bisa membahasnya secara terbuka dalam diskusi setelah presentasinya. IVAA menjadi tuan rumah dalam presentasi-diskusi Colin ini, yang diadakan pada Jum’at, 15 Juli 2010, 16.00 – 17.30 WIB di Perpustakaan IVAA.</p>
<p>Materi Presentasinya bisa Anda peroleh <a href="http://www.ivaa-online.org/home/wp-content/files/Iconography-Teaser.pdf/" target="_blank">disini</a><!-- PHP 5.x --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.arttitudes.org/events/talkseries-iconography-and-violence-the-value-of-historical-context-in-copy-culture.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Launching e-SURAT IVAA</title>
		<link>http://www.arttitudes.org/events/launching-e-surat-ivaa.html</link>
		<comments>http://www.arttitudes.org/events/launching-e-surat-ivaa.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jun 2010 02:01:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Gathering]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[ivaa]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=1792</guid>
		<description><![CDATA[[ June 18, 2010; 4:00 pm; ] Seiring dengan nafas IVAA yang "goes digital" sejak 2008, juga mendukung pengurangan cetak kertas, serta memperluas distribusi newsletter IVAA, yakni SURAT (http://www.ivaa-online.org/home/pengumuman-surat-goes-online/). Maka pada edisi ke 37, SURAT format cetak beralih menjadi newsletter online, semua orang bisa mengakses, menyebarkan, serta membaca gratis. e-Surat IVAA hadir dalam format .pdf, dengan software Scribd, tetap menyerupai format buku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/06/Launching-Surat-IVAA.jpg" rel="lightbox[1792]" title="Launching Surat IVAA"><img class="alignleft size-medium wp-image-1793" title="Launching Surat IVAA" src="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/06/Launching-Surat-IVAA-272x300.jpg" alt="" width="245" height="270" /></a>Seiring dengan nafas IVAA yang &#8220;goes digital&#8221; sejak 2008, juga mendukung pengurangan cetak kertas, serta memperluas distribusi newsletter IVAA, yakni SURAT (http://www.ivaa-online.org/home/pengumuman-surat-goes-online/). Maka pada edisi ke 37, SURAT format cetak beralih menjadi newsletter online, semua orang bisa mengakses, menyebarkan, serta membaca gratis. e-Surat IVAA hadir dalam format .pdf, <span id="more-1792"></span>dengan software Scribd, tetap menyerupai format buku cetak. e-Surat disebarluaskan dengan alamat: http://www.ivaa-online.org/home/surat-volume-37/</p>
<p>Dalam rangka e-SURAT, maka IVAA mengadakan launching dalam bentuk diskusi publik. Dengan tema sesuai dengan e-SURAT 37, Seni Visual: Tekstual &amp; Informasi.</p>
<p>Narasumber diskusi:<br /> Tita Rubi (iCan), Putu Sutawijaya (Sangkring Art Space), dan Heri Pemad (Heri Pemad Art Management).</p>
<p>Penanggap:<br /> Suluh Pratita (Regol Media)</p>
<p>Moderator:<br /> Agung Kurniawan</p>
<p>Date: Friday, June 18, 2010<br /> Time: 16.00 &#8211; 18.30 WIB<br /> Venue: Perpustakaan IVAA<br /> Address: Jl. Patehan Tengah no.37</p>
<p>Garis besar diskusi:<br /> Perubahan penggunaan media dalam menyampaikan informasi, tentu saja akan mempengaruhi perilaku masyarakat pengguna media. Dalam dunia seni visual, praktisi didalamnya memakai berbagai macam media untuk menyampaikan gagasan, mengampanyekan karya, pameran; dengan memanfaatkan berbagai media, sebagai penyampai informasi terhadap publik. Media di sini adalah cetak dan elektronik (SMS, Facebook, dan sebagainya). Medan seni visual bereproduksi, berputar melalui beragam media tersebut, dengan begitu cepat dan mudah. Lalu muncul beberapa pertanyaan: Sesungguhnya, sejauh mana sebuah produk atau karya menyampaikan dirinya di dalam konteks penggunaan media? Hal-hal apa saja yang kira-kira dapat ditangkap, dalam kaitannya dengan sebuah karya yang ingin disampaikan? Bagaimana penggunaan media (teknologi) mempengaruhi perilaku orang dalam menyampaikan informasi dan berkomunikasi? Sejauh mana pengaruhnya di dalam pasar, maupun komunitas seni rupa?</p>
<p>Contact Person:<br /> Ferial Afiff<br /> Hp: 081 802 702 895 | ferial_afiff@ivaa-online.org</p>
<p><!-- PHP 5.x --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.arttitudes.org/events/launching-e-surat-ivaa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dukung IVAA Library &amp; Data Center dengan bergabung sebagai KAWAN IVAA!</title>
		<link>http://www.arttitudes.org/art-news/dukung-ivaa-library-data-center-dengan-bergabung-sebagai-kawan-ivaa.html</link>
		<comments>http://www.arttitudes.org/art-news/dukung-ivaa-library-data-center-dengan-bergabung-sebagai-kawan-ivaa.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Apr 2010 07:08:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Art News]]></category>
		<category><![CDATA[ivaa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=1658</guid>
		<description><![CDATA[Perpustakaan dan Data Center IVAA adalah satu-satunya perpustakaan dan arsip khusus seni rupa kontemporer Indonesia yang  telah berjalan secara independen selama 15 tahun, dan menjadi bagian dari program Layanan Publik IVAA yang juga menjadi kontribusi sosial IVAA kepada dunia seni dan budaya.
Sejak April 2007, IVAA Library &#038; Data Center diperbaharui, terutama pada perbaikan sistem [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perpustakaan dan Data Center IVAA adalah satu-satunya perpustakaan dan arsip khusus seni rupa kontemporer Indonesia yang  telah berjalan secara independen selama 15 tahun, dan menjadi bagian dari program Layanan Publik IVAA yang juga menjadi kontribusi sosial IVAA kepada dunia seni dan budaya.</p>
<p>Sejak April 2007, IVAA Library &#038; Data Center diperbaharui, terutama pada perbaikan sistem kepustakaan dan mensinergikannya dengan koleksi dokumentasi yang telah menjadi kerja utama IVAA sejak 1995.<span id="more-1658"></span> Salah satu tujuan utamanya adalah meningkatkan aksesibilitas publik terhadap data dan referensi yang dimiliki IVAA.</p>
<p>Seiring dengan dibangunnya Pusat Informasi IVAA Online sejak 2008, maka Perpustakaan IVAA pun dikembangkan menjadi IVAA Library &#038; Data Center, dimana para anggotanya tidak hanya bisa secara maksimal memanfaatkan koleksi perpustakaan IVAA, namun juga arsip IVAA, dan bisa mengakses informasi lebih rinci melalui internet.</p>
<p>Untuk mempertahankan berjalannya layanan IVAA Library &#038; Data Center secara konsisten dan berkelanjutan, IVAA membutuhkan dukungan terus-menerus yang selama ini juga telah kami usahakan secara kontinyu, salah satunya dengan pemberdayaan komunitas dan sistem keanggotaan.</p>
<p>Kami mengundang komunitas pengguna layanan serta pengikut program-program IVAA untuk bergabung dalam komunitas ‘KAWAN IVAA’ yang merupakan pengembangan dari sistem keanggotaan perpustakaan IVAA. Dengan Rp 100.000 rupiah saja, maka Anda tercatat sebagai salah satu Kontributor dalam meneruskan kerja Layanan Publik IVAA Library &#038; Data Center. Kontribusi ini terutama akan digunakan untuk membantu biaya operasional Layanan Publik, perawatan kepustakaan, dan kerja pengarsipan sehari-hari, serta kebutuhan-kebutuhan khusus seperti penerjemahan arsip dan sebagainya.</p>
<p>Dengan menjadi Kawan IVAA, Anda termasuk menjadi salah satu pendukung utama kerja pengarsipan dan dokumentasi IVAA yang telah dijalankan sejak 1995, dan mendapatkan keistimewaan sebagai berikut:</p>
<p>- Masa berlaku keanggotaan adalah seumur hidup.<br />
-    Peminjaman koleksi media cetak dan audiovisual Perpustakaan IVAA<br />
-    Layanan informasi seni visual yang bersumber dari data dan dokumentasi IVAA<br />
-    Informasi terbaru koleksi dan agenda IVAA yang akan selalu kami update lewat email dan mailing list anggota IVAA.<br />
-    Potongan harga khusus untuk pembelian buku terbitan IVAA dan transaksi layanan (fotokopi, scan, cetak atau penggandaan materi dokumentasi dsb).<br />
Untuk menjadi Kawan IVAA, Anda cukup melakukan Kontribusi keanggotaan dengan melakukan tiga langkah:</p>
<p>1. Pendaftaran via email ke ivaa-service@ivaa-online.org (cp: Santoso) dengan menyerahkan data sbb:<br />
- Nama Lengkap<br />
- Tempat/Tanggal Lahir<br />
- Alamat Pos<br />
- Email<br />
- No. Telp &#038; HP<br />
- Website/blog/Facebook/Twitter id<br />
- Digital Photo diri, ukuran dan gaya bebas, resolusi 72K</p>
<p>2. Melakukan transfer untuk Kontribusi Kawan IVAA sebesar Rp. 100.000,- ke rekening IVAA berikut ini:<br />
Bank Niaga<br />
Cab. Sudirman Yogyakarta<br />
018-01-00434-00-6<br />
a.n Yayasan Indonesian Visual Art Archive (IVAA)</p>
<p>Kontribusi ini bukan iuran dan berlaku selamanya.</p>
<p>3. Mengefax/pos/email kopi bukti transfer Kontribusi ke email ivaa-service@ivaa-online.org</p>
<p>Setelah kami menerima kopi bukti transfer dari Anda, maka kami akan kirimkan Nomor Keanggotaan Kawan IVAA, dan link data keanggotaan Anda di web IVAA Digital Information Center (data Anda tidak bisa dilihat oleh umum, hanya antara Anda dan IVAA).</p>
<p>Nomor keanggotaan ini yang Anda tunjukkan setiap Anda meminta layanan khusus penggunaan IVAA Library &#038; Data Center, juga pembelian produk IVAA.</p>
<p>Kami juga akan selalu memberikan informasi kepada para kontributor tentang pemanfaatan dana yang terkumpul dari Kontribusi Kawan IVAA ini.</p>
<p>Kami harapkan sekali Kontribusi Anda sebagai Kawan IVAA!<!-- PHP 5.x --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.arttitudes.org/art-news/dukung-ivaa-library-data-center-dengan-bergabung-sebagai-kawan-ivaa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Diskusi Hak Cipta dalam Konten Internet</title>
		<link>http://www.arttitudes.org/events/diskusi-hak-cipta-dalam-konten-internet.html</link>
		<comments>http://www.arttitudes.org/events/diskusi-hak-cipta-dalam-konten-internet.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Apr 2010 00:58:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Gathering]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[ari juliano]]></category>
		<category><![CDATA[ivaa]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=1625</guid>
		<description><![CDATA[[ April 13, 2010; 2:00 pm; ] Diskusi ini mengangkat perihal distribusi konten multimedia di internet. Termasuk diantaranya adalah UU KOMINFO, perlindungan hak atas karya intelektual, dan aspek legal yang bersinggungan dengan pengembangan seni budaya di Indonesia, seperti misalnya UU Anti Pornografi dan Pornoaksi yang marak beberapa waktu lalu. Narasumber: Ari Juliano Moderator: Nuraini Juliastuti Date: 13 April 2010 Time: 14.00 WIB [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-1626" href="http://arttitudes.org/events/diskusi-hak-cipta-dalam-konten-internet.html/attachment/diskusi-hak-cipta-dalam-konten-internet"><img class="alignleft size-full wp-image-1626" title="Diskusi Hak Cipta dalam Konten Internet" src="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/04/Diskusi-Hak-Cipta-dalam-Konten-Internet.jpg" alt="" width="200" height="166" /></a>Diskusi ini mengangkat perihal distribusi konten multimedia di internet. Termasuk diantaranya adalah UU KOMINFO, perlindungan hak atas karya intelektual, dan aspek legal yang bersinggungan dengan pengembangan seni budaya di Indonesia, seperti misalnya UU Anti Pornografi dan Pornoaksi yang marak beberapa waktu lalu.<span id="more-1625"></span></p>
<p>Narasumber: Ari Juliano<br /> Moderator: Nuraini Juliastuti<br /> Date: 13 April 2010<br /> Time: 14.00 WIB<br /> Venue: Perpustakaan IVAA<br /> Address:Jalan Patehan Tengah no 37, Yogyakarta</p>
<p><!-- PHP 5.x --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.arttitudes.org/events/diskusi-hak-cipta-dalam-konten-internet.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ngobrol di IVAA</title>
		<link>http://www.arttitudes.org/events/ngobro-di-ivaa.html</link>
		<comments>http://www.arttitudes.org/events/ngobro-di-ivaa.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 12:08:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Gathering]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[ivaa]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=1533</guid>
		<description><![CDATA[[ March 19, 2010; 4:00 pm; ] Ngobrol di IVAA Penulisan, Seni Visual dan Informasi IVAA mengundang (dengan konfirmasi) kehadiran teman-teman AKSARA IVAA dari berbagai angkatan untuk nongkrong dan ngobrol santai sore hari di IVAA. Kegiatan ini sungguh spesial selain untuk bersua kabar dan gosip, obrolan difokuskan mengenai dunia penulisan, seni visual dan informasi. Topik ini, sungguh menarik dan urgent di waktu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-1532" href="http://arttitudes.org/events/ngobro-di-ivaa.html/attachment/ngobro-di-ivaa"><img class="alignleft size-full wp-image-1532" title="Ngobrol di IVAA" src="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/03/Ngobro-di-IVAA.jpg" alt="" width="200" height="300" /></a>Ngobrol di IVAA<br /> Penulisan, Seni Visual dan Informasi</p>
<p>IVAA mengundang (dengan konfirmasi) kehadiran teman-teman AKSARA IVAA dari berbagai angkatan untuk nongkrong dan ngobrol santai sore hari di IVAA. Kegiatan ini sungguh spesial selain untuk bersua kabar dan gosip, obrolan difokuskan mengenai dunia penulisan, seni visual dan informasi. Topik ini, sungguh menarik dan urgent di waktu sekarang, ketika kita hidup di zaman informasi, <span id="more-1533"></span>dan seringkali justru mengalami perasaan semangat-lelah-lesu berganti-ganti. Kegiatan ini, lebih jauh sekaligus dirancang sebagai sebuah “collective comments” dari kelas AKSARA IVAA yang telah menelurkan 11 angkatan kelas. Ini sebuah pernyataan dari perasaan-perasaan kita tentang dunia kita sehari-hari. Ayo bergabung!</p>
<p>Hari/Tanggal : Jumat/19 Maret 2009<br /> Jam : 16.00 WIB<br /> Tempat : Perpustakaan IVAA, Jalan Patehan Tengah 37 Yogyakarta<br /> Teman Spesial : Primanto Nugroho</p>
<p>Bagaimana orang mencari, memilih dan mengembangkan informasi mengenai seni rupa dewasa ini? Jawabannya tentulah didasarkan pada keragaman kepentingan setiap orang. Kepentingan (yang beragam) itulah setidaknya yang akan menentukan jenis informasi macam apa yang dibutuhkan. Namun, seringkali terdengar cerita bahwa orang sesungguhnya tidak memerlukan informasi apapun dalam membeli sebuah lukisan (salah satu segmen seni rupa). Orang memutuskan membeli lukisan seringkali dilandasi oleh rasa “senang” dan “cocok” semata1 (entah karena pelukisnya, obyek gambarnya, warnanya, ukurannya, dll). Menyangkut hal tersebut, tentu saja bukan informasi dalam pengertian untuk kepentingan psikologis pembeli atau informasi teknis seni rupa seperti yang dibutuhkan oleh si pembeli lukisan dalam ilustrasi diatas yang akan dibahas disini. Tetapi lebih pada informasi dalam pengertian kabar atau berita2 tentang seni rupa.<br /> Lalu, siapa saja yang membutuhkan kabar atau berita tentang seni rupa? Kabar atau berita tentang seni rupa macam apa? Yang mana? Untuk apa? Darimana mereka memperolehnya? Bagaimana memilih dan mengembangkan kabar atau berita tentang seni rupa sehingga memperoleh manfaat darinya bahkan bisa memicu imajinasi penggunanya?</p>
<p>Salam hangat,<br /> Yoshi Fajar Kresno Murti<br /> (Riset dan Pengembangan Program)<br /> Kontak/konfirmasi: 0274 – 372095 (office), 0812 15 78398 (mobile)<br /> email: yoshi.fajar@ivaa-online.org, ularpetani@yahoo.com</p>
<p>http://www.ivaa-online.org/home/id/ngobrol-di-ivaa-penulisan-seni-visual-dan-informasi/</p>
<p><!-- PHP 5.x --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.arttitudes.org/events/ngobro-di-ivaa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IVAA Talk Series  Performativity in The Visual Arts</title>
		<link>http://www.arttitudes.org/events/ivaa-talk-series-performativity-in-the-visual-arts.html</link>
		<comments>http://www.arttitudes.org/events/ivaa-talk-series-performativity-in-the-visual-arts.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 05:38:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Gathering]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[agung kurniawan]]></category>
		<category><![CDATA[contemporary]]></category>
		<category><![CDATA[ivaa]]></category>
		<category><![CDATA[katerina valdavia bruch]]></category>
		<category><![CDATA[syafiatudina]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=1523</guid>
		<description><![CDATA[[ March 22, 2010; 7:00 pm; ] Selama masa residensinya di IVAA (Indonesian Visual Art Archive), Desember 2009 – Maret 2010, Katerina tertarik untuk melacak persoalan performativity pada seni visual di Indonesia. Ia sangat tertarik untuk melihat bagaimana seniman-seniman di sini mempunyai pendekatan peformative pada karya-karya mereka. Presentasi akan dimulai dengan sedikit pengantar dari Katerina mengenai konsep performativity yang digunakannya. Setelah itu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-1524" href="http://arttitudes.org/events/ivaa-talk-series-performativity-in-the-visual-arts.html/attachment/performativity-in-visual-arts"><img class="alignleft size-medium wp-image-1524" title="Performativity in Visual Arts" src="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/03/Performativity-in-Visual-Arts-184x300.jpg" alt="" width="184" height="300" /></a>Selama masa residensinya di IVAA (Indonesian Visual Art Archive), Desember 2009 – Maret 2010, Katerina tertarik untuk melacak persoalan performativity pada seni visual di Indonesia. Ia sangat tertarik untuk melihat bagaimana seniman-seniman di sini mempunyai pendekatan peformative pada karya-karya mereka.</p>
<p>Presentasi akan dimulai dengan sedikit pengantar dari Katerina mengenai konsep performativity yang digunakannya. Setelah itu, ia akan menceritakan mengenai aspek-aspek performance pada tradisi masyarakat Jawa untuk memulai pembicaraan pada situasi sekarang. <span id="more-1523"></span>Katerina akan menyajikan contoh-contoh dalam pertunjukan wayang dan kethoprak yang mempunyai hubungan erat dengan konteks politik dan sosial.</p>
<p>Diskusi dilanjutkan dengan contoh-contoh seniman yang bekerja secara multidisipliner dan menggunakan karakter-karakter performative. Misalnya, pada karya-karya seniman yang menggunakan aspek teatrikal dan melibatkan audience dalam (proses) karyanya.</p>
<p>During her residency period at IVAA, Katerina has been interested in tracing performativity in the visual arts in Indonesia. More than generalising about the topic, her interest was related in seeing how some artists have a performative approach in their works.</p>
<p>The talk will start with a short introduction on the term performativity which will be used during the discussion. After this, there will be a presentation on traditional Javanese performances, which have been updated addressing contemporary topics. This subject matter will be explained in some examples of wayang and ketoprak performances, which have been used for certain political and social purposes.</p>
<p>The discussion continues giving some examples of visual artists who work in a multidiciplinary way and create works with a performative character. For instance, works that have a theatrical aspect and immerse the audience in the artwork. The talk will leave some questions open to discuss with the audience.</p>
<p>Katerina Valdivia Bruch is an independent art curator and contemporary dancer based in Berlin, Germany. She studied Philosophy in Lima at the Pontifical Catholic University of Peru and in Germany at the Freie Universität Berlin. She holds a postgrade in Cultural Policies and Management of the Universitat de Barcelona and a diploma of the Independent Study Programme of MACBA, Museum of Contemporary Art in Barcelona, Spain.</p>
<p>She has been working in the field of arts management since 2001, including working for institutions such as House of World Cultures in Berlin and the Hirshhorn Museum and Sculpture Garden in Washington DC, USA. After her work as Exhibitions and Programme Coordinator at Casa Asia, Barcelona, she started curating contemporary arts in 2006 with IN_FUSION, an exhibition about Peruvian contemporary art. IN_FUSION was presented at Cervantes Institute Berlin in 2007 and at Cervantes Institute Munich in 2008. She was invited as a curator for the International Prague Triennale in Czech Republic in 2008 with her project Hybrid Identities in Urban Landscapes. She has curated the yearly programme of exhibitions for the gallery IAC-Berlin after its opening in February 2008. Her latest project, Fragments of Feminity, was presented at CCCB (Centre of Contemporary Art of Barcelona) in Barcelona in December 2009. Katerina works also as art critic and has been writing for some printed and online magazines, such as Kunst Magazin Berlin, Artfacts.net and the Spanish newspaper La Vanguardia.</p>
<p>As a contemporary dancer, she has performed in Peru, Brazil, Spain, Poland, Serbia and Germany working for different dance companies, but also presenting her own choreographies. She usually does collaborative works within a multidiciplinary approach and works with visual artists, sound artists and experimental musicians. At the moment, she is teaching contemporary dance technique for Tembi Dance Company at Tembi Rumah Budaya.</p>
<p>During her first residency period in Indonesia, held at MES 56 from December 2008-February 2009, she researched on contemporary Indonesian art, Indonesian recent history, and focussed her research mainly on artists&#8217; initiatives in Indonesia. Back in Berlin, she gave a talk on artist initiatives in Indonesia during the Asia Pacific Weeks in Berlin in October 2009, invited by IfA (Institute for Foreign Cultural Relations). The same month, she was awarded with a curatorial scholarship from Goethe Institute to do a curatorial residency at IVAA (Indonesian Visual Art Archive). During her tenure at IVAA, December 2009 – March 2010, she has been focussing her work on performativity in the visual arts in Indonesia and on video art from Indonesia.</p>
<p>This April, she will present an exhibition on video art from Indonesia and will give a conference during the contemporary art symposium that will be held in the city of Guanajuato, Mexico, organised by the Department of Media Arts of the University of Guanajuato and the Jesús Gallardo public gallery in León. The video art exhibition is curated by Katerina Valdivia Bruch, in collaboration with Ade Darmawan and Hafiz from ruangrupa.</p>
<p>More information:<br /> www.artatak.net<br /> http://www.ivaa-online.org/home/id/performativity-in-the-visual-arts/</p>
<p>A talk by Katerina Valdivia Bruch<br /> Moderator: Agung Kurniawan<br /> Translator: Syafiatudina</p>
<p>Date: March 22, 2010 at 07.00 pm<br /> Venue: Indonesian Visual Art Archive (IVAA) Library<br /> Address: Patehan Tengah 37, Yogyakarta, Indonesia</p>
<p><!-- PHP 5.x --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.arttitudes.org/events/ivaa-talk-series-performativity-in-the-visual-arts.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Love Junkie</title>
		<link>http://www.arttitudes.org/events/love-junkie.html</link>
		<comments>http://www.arttitudes.org/events/love-junkie.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 00:58:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Wall]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[ivaa]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=1398</guid>
		<description><![CDATA[[ February 13, 2010; 10:00 am; February 14, 2010; 10:00 am; ] Sehabis melakukan cuci gudang pekan lalu, IVAA menyelenggarakan Garage Sale alias bursa lawasan di markas IVAA, Patehan Tengah 37. Selain untuk pembenahan ruang storage IVAA, hasil Garage Sale ini juga akan ditujukan untuk perbaikan layanan publik IVAA. Barang-barang yang dijual mulai dari perlengkapan elektronik, komputer, rumah tangga, buku-buku, katalog, stationery, fashion (baju-celana-aksesori), pajangan, pernak-pernik, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-1399" href="http://arttitudes.org/events/love-junkie.html/attachment/love-junkie"><img class="alignleft" title="Love Junkie" src="../wp-content/uploads/2010/02/Love-Junkie-191x300.jpg" alt="" width="191" height="300" /></a>Sehabis melakukan cuci gudang pekan lalu, IVAA menyelenggarakan Garage<br /> Sale alias bursa lawasan di markas IVAA, Patehan Tengah 37. Selain<br /> untuk pembenahan ruang storage IVAA, hasil Garage Sale ini juga akan ditujukan untuk perbaikan layanan publik IVAA.</p>
<p>Barang-barang yang dijual mulai dari perlengkapan elektronik, komputer, rumah tangga, buku-buku, katalog, stationery, fashion (baju-celana-aksesori), pajangan, pernak-pernik, dan lain sebagainya. Harga mulai Rp.500 rupiah!<span id="more-1398"></span></p>
<p>Garage Sale ini diadakan pada saat akhir pekan Hari Kasih Sayang, yaitu:</p>
<p><strong>Sabtu-Minggu, 13-14 Februari 2010, di IVAA,  Patehan Tengah 37, Yogya, buka jam 10.00 &#8211; 19.00 WIB, dua hari penuh.</strong></p>
<p>Selain bursa barang bekas IVAA, IVAA juga mengundang komunitas Kawan IVAA untuk membuka stand lawasannya di acara ini. Sampai saat ini IVAA masih membuka ruang bagi kawan-kawan yang tertarik bergabung. Tidak dipungut komisi, cukup membantu menyebarluaskan ke teman-teman dan network masing-masing. Barang bawa, jaga dan antar pulang sendiri, dan bisa memakai meja-meja dan perlengkapan yang ada di IVAA untuk stand. Bila ada yang mau titip jual bisa bernegosiasi dengan Mas Santoso di IVAA, ivaa-service@ivaa-online.org.</p>
<p><!-- PHP 5.x --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.arttitudes.org/events/love-junkie.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Diskusi Hasil Pemberdayaan Arsip: Biennale Yogya 1-9 To members of Public Event on Biennale X &#8211; 2009</title>
		<link>http://www.arttitudes.org/events/diskusi-hasil-pemberdayaan-arsip-biennale-yogya-1-9-to-members-of-public-event-on-biennale-x-2009.html</link>
		<comments>http://www.arttitudes.org/events/diskusi-hasil-pemberdayaan-arsip-biennale-yogya-1-9-to-members-of-public-event-on-biennale-x-2009.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 14:51:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Gathering]]></category>
		<category><![CDATA[2009]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[contemporary]]></category>
		<category><![CDATA[ferdiansyah thajib]]></category>
		<category><![CDATA[grace samboh]]></category>
		<category><![CDATA[ivaa]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=1332</guid>
		<description><![CDATA[[ December 17, 2009; 3:30 pm; ] Grace Samboh meneliti dengan memberdayakan arsip IVAA mengenai Binal 92, ternyata dalam perjalanannya, berkembang menjadi penelitian Biennale yang terjadi di Jogjakarta sejak 1988. Pengembangan terjadi karena Binal '92 mempengaruhi proses kuratorial dan eksekusi Bienale Jogja selanjutnya. Dengan memberdayakan arsip IVAA serta penelusuran arsip Biennale di lembaga lain, seperti apakah Biennale yang terjadi di Jogjakarta selama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Grace Samboh meneliti dengan memberdayakan arsip IVAA mengenai Binal 92, ternyata dalam perjalanannya, berkembang menjadi penelitian Biennale yang terjadi di Jogjakarta sejak 1988. Pengembangan terjadi karena Binal &#8217;92 mempengaruhi proses kuratorial dan eksekusi Bienale Jogja selanjutnya. Dengan memberdayakan arsip IVAA serta penelusuran arsip Biennale di lembaga lain, seperti apakah Biennale yang terjadi di Jogjakarta selama ini? </p>
<p>Pembicara : Grace Samboh<br />
Moderator : Ferdiansyah Thajib<br />
Hari, tanggal : Kamis, 17 Desember 2009<br />
Waktu : 15.30 – 17.00 WIB<br />
Lokasi : R. Seminar -Taman Budaya Yogyakarta<br />
Notulen : Yuliana Intan </p>
<p>CP: Fajar Martha: 0817465917<br />
jogjabiennale@yahoo.co.id<br />
biennalejogja.com<!-- PHP 5.x --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.arttitudes.org/events/diskusi-hasil-pemberdayaan-arsip-biennale-yogya-1-9-to-members-of-public-event-on-biennale-x-2009.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

