Karya-karya Kenyem menyumbangkan kearifan-kearifan lokal soal pandangan terhadap alam, yang menjadi semacam parodi atas pandangan modernisme Barat, dengan bahasa “Inggris” (bahasa internasional) beraksen Bali . Dia buang sekat Barat-Timur, dekoratif-ekspresif, internasional-lokal, sehingga karya-karyanya menjadi sebuah tambahan alternatif baru yang menarik.
[Eddy Soetriyono, pemimpin redaksi majalah seni rupa internasional C-Arts]
Continue Reading →