Kisah / Story:
Kami mengagumi Mie Cornoedus karena pertemanan dan relasi yang dia ciptakan sangat mendukung aktivitas seniman muda Jogja sampai sekarang ini. Alasan yang kuat bisa kita lihat aktivitasnya dengan ViaVia Café yang berdiri sejak 1995 sampai sekarang. Semua eksperimen seni yang baru atau yang sudah dianggap kuno sekalipun selama ini berhasil dipresentasikan dengan baik oleh Mie dan teman-temannya di Jogja. Tempat yang dia kelola berhasil menjadi sharing dan meeting place dari berbagai budaya di segala penjuru dunia dengan cara yang unik.
We admire Mie Cornoedus because of her support to young artists in Jogja. Just look at all the activities she organized in ViaVia café since 1995 until this day. Experimental art, contemporary art and even old fashioned art, all have been presented with style and success by Mie and her friends in Jogja. The place she founded succeeded in becoming a place for sharing and meeting people from different cultures from all corners of the world.
Continue Reading →
Awal proyek ini pada pertengahan 2006, ketika saya pada waktu itu sedang mempersiapkan pameran tunggal pertama saya di Ruang Mes 56. Saya tertarik dengan lalu lalang orang orang desa di depan ikon dan Typografi yang sudah sangat mapan itu.
Saat itu saya mendapatkan pengalaman fotografis yaitu situasi dan peristiwa yang menarik dan hebat untuk saya rekam. Mungkin hal itu juga akan dialami oleh fotografer dokumenter lainnya. Saya mencoba merekam segala bentuk kemungkinan yang terjadi didepan warung coca cola itu. Karena aku pikir Coca cola dianggap sebagai ikon cosmopolitan,globalisme dan urban, sedangkan desa adalah agraris dengan dengan bermacam pirantinya. Tabrakan itulah yang menarik bagi saya, global dan lokal…agraris dan kota.
Continue Reading →
Deer Andry
An Exhibition of Andry Moch. with Friends and Family
more than 285 artists participated (Bandung, Jakarta, Yogyakarta)
Andry Mochammad adalah salah satu perupa muda yang dikenal luas di berbagai komunitas seni di berbagai kota. Karya-karyanya mewakili kecenderungan praktik seni alternatif. Sosok yang dikenal santun bagi para sahabatnya ini belajar di jurusan Seni Rupa, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung dan pernah bekerja sebagai desainer grafis pada majalah “Ripple”, pusat kebudayaan Perancis (CCF), dan clothing line “Firebolt”.
Ia menjadikan berbagai keunikan pengalaman hidup sehari-hari yang dijumpainya sebagai inspirasi tanpa batas. Andry menyukai cara kerja terlibat, cenderung spontan, dan meleburkan batas antara potensi bahasa bunyi (sound), performans dan rupa (visual) secara ulang-alik. Karya Andry memberi kesan kuat bahwa seni bisa dapat tumbuh dan berkembang dari apa saja, kapan saja dan oleh siapa saja.
Ditengah karier kesenimananya yang produktif Ia meninggal di usia muda (31) pada 1 Mei 2008 di rumah sakit Hasan Sadikin, Bandung. Ia mangkat saat ide-ide karyanya berikut debut karya-karyanya tengah menjadi perhatian besar publik seni. Para sahabat tidak menyangka bila ditengah produktivitas kerja seninya ternyata Ia tengah melawan tumor ganas di perutnya.
Continue Reading →
aris based photographer Denis Darzacq recently completed a new series of photographs entitled ‘hyper’.
The series explores ‘the place of the individual in society’ a common theme in his work. the series may seem surreal and clearly a product of photoshop, however none of the works have been digitally manipulated.
instead, darzacq recruited young dancers and sportsmen to pose for the series using empty supermarkets as a backdrop.
for full detail let’s jump to
http://kantorberita.mes56.com/