2nd Anniversary of Srisasanti Gallery, Part 2.
“2nd Odyssey”
with 17 artists : Agung Mangu Putra, Budi Ubrux, Deddy Paw, Dipo Andi, Dolorosa Sinaga, Fauzie As’ad, Galam Zulkifli, Hanafi, Heri Dono, I Made Djirna, Ivan Sagita, Jumaldi Alfi, Nasirun, Nindityo Adipurnomo, Putu Sutawijaya, Ugo Untoro
Curator : Fery Oktanio
The Exhibition will be officiated by : Garin Nugroho
Special Performance : I Wayan Balawan & Batuan Ethnic Fusion
Deddy’s “Apple” journey is not long yet though cannot be considered instant. His apple has explored many different places and countries. It has been initiated to have a variety of meanings and values by the audience. But he realizes that he never knows how long the journey is. He does not think yet to change the icon for his visual articulation. Apple for him still has mysterious charms that can generate hundreds of ideas and thoughts for his next works. Apple does not make Deddy dry or bored.
Continue Reading →
The King of Kings, 180 x 250 cm, Oil on canvas, 2009
Start Time: Monday, September 28, 2009 at 7:30pm
End Time: Monday, October 12, 2009 at 8:00pm
Location: Sangkring Art Space
Address: Nitiprayan Rt 01/20 no.88
Phone: 0247381032
Email: sangkring@gmail.com
Will be opened by Sutanto Mendut
Performence by Slamet Gundono
“Virtual Displacement” Exhibition
Rusnoto Susanto Solo Exhibition
Kurator : Kuss Indarto
Konsep kreatif yang mendasari proses kekaryaannya ini, yang bertajuk Virtual Displacement, dengan jelas mempertontonkan geliat kritisismenya dalam menyimak tiap gejala sosial yang berkelindan di lingkungan sosial kemasyarakatan di seputar mata kepala dan batinnya. Memang tidak semua gejala dipelototinya. Namun ada kotak penegasan atas tema yang diambilnya, yakni gejala umum yang mempertautkan antara realitas kemasyarakatan dan relasinya dengan teknologi, terkhusus pada teknologi digital. Ini memang sebuah gejala global yang berimbas teramat banyak terhadap berbagai kawasan. Kini, kita bisa mengalami bersama bahwa kemajuan teknologi telah memberi pembentangan kemungkinan jagad hingga perluasan medan pengalaman yang berbeda yang tidak terpikirkan sebelumnya.
Kehadiran karya-karya Rusnoto memang tidak secara sengaja mengambil titik tegas. Karya-karya Rusnoto seperti masih bergerak untuk membuat narasi atas situasi yang berada di sekelilingnya, dan belum mempersuasi
Continue Reading →