<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ArtTitudes &#187; suwarno wisetrotomo</title>
	<atom:link href="http://www.arttitudes.org/tag/suwarno-wisetrotomo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.arttitudes.org</link>
	<description>Indonesia Contemporary Art</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Aug 2011 16:10:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
		<item>
		<title>Meringkus Waktu</title>
		<link>http://www.arttitudes.org/events/meringkus-waktu.html</link>
		<comments>http://www.arttitudes.org/events/meringkus-waktu.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Apr 2010 07:24:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[contemporary]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[katrin]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>
		<category><![CDATA[suwarno wisetrotomo]]></category>
		<category><![CDATA[tujuh bintang art space]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=1634</guid>
		<description><![CDATA[[ April 17, 2010; 7:30 pm; ] Katirin Solo Exhibtion Kritik Seni oleh : Suwarno Wisetrotomo Manusia dalam kehidupan sehari-hari merupakan rangkaian gerak-gerik sepanjang pergulatannya dengan hidup. Hidup yang tak pernah terdefinisikan dan senantiasa luput dari genggaman pemahamannya, maka kepada setiap manusia selalu saya temukan perasaan ketidakberdayaan tetapi sekaligus juga rasa kesanggupan untuk menempuh itu dengan ikhlas dan semua itu bagi diri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/04/Meringkus-Waktu.jpg" rel="lightbox[1634]" title="Meringkus Waktu"><img class="alignleft size-full wp-image-1635" title="Meringkus Waktu" src="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/04/Meringkus-Waktu.jpg" alt="" width="200" height="265" /></a></p>
<p>Katirin Solo Exhibtion<br /> Kritik Seni oleh : Suwarno Wisetrotomo</p>
<p>Manusia dalam kehidupan sehari-hari merupakan rangkaian gerak-gerik sepanjang pergulatannya dengan hidup. Hidup yang tak pernah terdefinisikan dan senantiasa luput dari genggaman pemahamannya, maka kepada setiap manusia selalu saya temukan perasaan ketidakberdayaan tetapi sekaligus juga rasa kesanggupan untuk menempuh itu dengan ikhlas <span id="more-1634"></span>dan semua itu bagi diri saya sungguh memukau dan penuh misteri.</p>
<p>Berangkat dari itu saya mencoba untuk menuangkan ini ke dalam lukisan dengan tetap membiarkan sebagian terbungkus dengan misteri. Sesungguhnya realita tak pernah telanjang dan selalu terbingkai oleh narasi yang rumit dan panjang. Maka saya menolak setiap ilusi yang mengaku telah mampu memindahkan seluruh realita ke dalam visualisasi, ia tak pernah nyata kecuali samar-samar.</p>
<p>Pemahaman kata terhadap obyek adalah perjalanan jauh saya dalam “diam” sehingga sepanjang itu saya seperti sedang menelusuri mata dan lekukan batin sendiri untuk menangkap makna yang hanya bisa digapai dengan mengembangkan segenap rasa simpati dan melibatkan diri dengan seluruh emosi.</p>
<p>Berangkat dari sumber itu saya mencoba memberiakan sebagian kekuatan dan tenaga pada obyek-obyek saya lewat sapuan, warna, garis, tekstur dan goresan untuk menghantar pada “sesuatu” yang jauh dan tak terperi itu, selebihnya membiarkan ia berbicara sendiri.</p>
<p>Dibuka oleh : Ibu Dyan Anggraeni<br /> Musik oleh Hadi Soesanto, SE</p>
<p>Start Time: Saturday, April 17, 2010 at 7:30pm<br /> End Time: Sunday, May 2, 2010 at 8:00pm<br /> Venue: Tujuh Bintang Art Space<br /> Address: Jl Sukonandi 7 Yogyakarta, Indonesia</p>
<p><!-- PHP 5.x --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.arttitudes.org/events/meringkus-waktu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bakaba</title>
		<link>http://www.arttitudes.org/exhibition/bakaba.html</link>
		<comments>http://www.arttitudes.org/exhibition/bakaba.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 01:33:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[contemporary]]></category>
		<category><![CDATA[jim supangkat]]></category>
		<category><![CDATA[jumaldi alfi]]></category>
		<category><![CDATA[painting]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[sanggar sakato]]></category>
		<category><![CDATA[suwarno wisetrotomo]]></category>
		<category><![CDATA[yasraf amir piliang]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=1391</guid>
		<description><![CDATA[[ February 17, 2010; 7:30 pm; ] Komunitas Seni Sakato (KSS) terkahir menggelar pameran pada tahun 2005 dengan tajuk Re-Reading Ladschaap di Nadi Gallery Jakarta. Pada dasarnya ada beberapa rancangan pameran yang diagendakan sebagai program lanjutan dari ide tersebut, namun rencana ini seakan-akan pupus ditelan waktu, beberapa kendala dan kondisi tidak memungkinkan sehingga lanjutan program tersebut terkatung-katung dalam timbangan karena dibuang-sayang. Pertengahan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-1392" href="http://arttitudes.org/exhibition/bakaba.html/attachment/bakaba_"><img class="size-medium wp-image-1392 alignleft" title="Bakaba_" src="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/02/Bakaba_-232x300.jpg" alt="" width="186" height="240" /></a>Komunitas Seni Sakato (KSS) terkahir menggelar pameran pada tahun 2005 dengan tajuk Re-Reading Ladschaap di Nadi Gallery Jakarta. Pada dasarnya ada beberapa rancangan pameran yang diagendakan sebagai program lanjutan dari ide tersebut, namun rencana ini seakan-akan pupus ditelan waktu, beberapa kendala dan kondisi tidak memungkinkan sehingga lanjutan program tersebut terkatung-katung dalam timbangan karena dibuang-sayang.<span id="more-1391"></span></p>
<p>Pertengahan tahunsilam, tepatnya bulan Mei 2009, tepatnya di BARAK Stefan Bwana, diadakan Mubes yang ke III KSS, terpilih sebagai ketua waktu itu adalah saya, Jumaldi Alfi, menggantikan yth. Bpk Kasman KS yang pada waktu itu dalam kondisi sakit. Selain dari pemilihan ketua baru dan pendataan ulang anggota KSS, Mubes ini juga meng-agendakan kembali dan menindak lanjuti ide pameran yang sudah terbengkalai selama 5 tahun ini. Untuk itu dibentuklah kepanitiaan kecil guna melancarkan program tersebut. Kepanitiaan ini di komandoi oleh Rudi Hendiatno dan di back up oleh Desrat, Afdal dan Harlen Kurniawan.</p>
<p>Pada pertemuan/rapat pertamadiputuskan pameran di adakan bulan Oktober 2009dengan tema bakaba, menyelenggarakan pameran dalam jangka waktu lima bulan merupakan waktu yang singkat, namungairah yang menggebu dan kerinduan kerinduan untuk kembali menyemarakkan dunia seni rupa Indonesia, waktu yang membelenggu itu dapat kendalikan oleh panitia, terus terang, saya merasa salut dan bangga atas semangat dan etos kerja teman-teman muda ini.</p>
<p>Menjelang akhir persiapan pamera, tepatnya tanggal 30 Septembar 2009, Gempa Bumi yang teramat dashyatnya meluluh-lantakkan Sumatera Barat, khususnya daerah Padang, pariaman dan sekitarnya. Rencana Pembukaan Pameran yang sedianya akan diadakan tanggal 3 Oktober 2009, seketika bubar. Banyak sanak saodara,- handai tolan dari anggota KSS menjadi korban karenanya. Mau tidak mau, akhirnya perhatian tersita pada peristiwa Gempa Sumbar. Sarang (studio Residensi) yang sebelumnya hiruk pikuk dengan dendang persiapan pameran berubah warna menjadi posko Gempa Sumbar, untuk sementara kegiatan berkesinian terhenti.</p>
<p>Di sela kesibukan membantu posko Gempa Sumbar, beberapa panitia inti kembali merancang agenda pameran dan pada akhirnya pameran di undur hingga 17 februari 2010, persiapan pameran ditata kembali, dengan ini, ada jeda yang cukup untuk mempersiapkan karya-karya yang lebih matang.</p>
<p>Pameran ini lahir dari hasrat yang kuat, baik dari panitia maupun para naggota yang sudah merindukan berkumpul dan tampil bersama, saya sangat bangga dan terharu atas dedikasi panitia dan anggota yang tetap konstan. hal yang cukup langka untuk situasi saat ini bahwa dengan rendah hati saya ucapkan terima kasih terhadap Desrat, Afdhal, Rudi, Harlen, ucok dan lain-lain.</p>
<p>Tak lupa pula, terimakasih kepada Mr. Jasdeep Sandhu dari Gajah Gallery- Singapore yang dengan tulus ikhlas men Suport pameran ini baik secara moril maupun materil. Terimakasih juga kepada bpk. Jim Supangkat, bpk. Yasraf Amir Piliang dan bpk Suwarno Wisetrotomo atas kontribusi tulisannya untuk catalog pameran ini, pada pihak Jogja Nasional Museum dan pada teman-teman yang telah mendukung terselenggaranya pameran ini yang tidak bisa disebutkan satu persatu.</p>
<p>Kepada para pencinta khususnya khalayak seni rupa Yogyakarta dan khalayak seni rupa Indonesia secara umum terimakasih sebesar-besarnya atas kelapangan hati menerima kehadiran karya-karya kami, Komunitas Seni Sakato, sekali lagi Terimakasih.</p>
<p>Jumaldi Alfi<br /> Kalipakis, 12-1-2010</p>
<p>NB.<br /> Pameran ini Kami Dedikasikan untuk<br /> Bpk. Kasman KS (alm)<br /> Sdr. Deska Juswardi (alm)</p>
<p>=====</p>
<p>Di buka oleh: Butet Kartaredjasa</p>
<p>Penulis / Writer: Jim Supangkat, Suwarno Wisetrotomo, Yasraf Amir Piliang</p>
<p>Start Time: Wednesday, February 17, 2010 at 7.30 pm<br /> End Time: February 23, 2010<br /> Venue: Jogja National Museum<br /> Address: Jl. Amri Yahya No. 1 Gampingan, Yogyakarta Indonesia<br /> Email: sanggarsakato@gmail.com</p>
<p>Contact Person:<br /> Desrat Fianda 081392596853<br /> Rudi Hendriatno 081578113262<br /> Afdhal 081802704745<br /> Harlen Kurniawan 081328884027</p>
<p><!-- PHP 5.x --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.arttitudes.org/exhibition/bakaba.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Up &amp; Hope, Visual Art Exhibition</title>
		<link>http://www.arttitudes.org/exhibition/579.html</link>
		<comments>http://www.arttitudes.org/exhibition/579.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Aug 2009 04:11:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[contemporary]]></category>
		<category><![CDATA[d'peak art space]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kuss indarto]]></category>
		<category><![CDATA[painting]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>
		<category><![CDATA[suwarno wisetrotomo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=579</guid>
		<description><![CDATA[[ August 8, 2009; 6:00 pm; ] Up &#38; Hope
Visual art exhibition
of more than 100 Indonesia artists
Pameran dengan tajuk “Up &#38; Hope” kali ini merupakan salah satu ikhtiar untuk merawat cahaya harapan. Pameran ini dirancang di tengah situasi yang muram, berupa krisis ekonomi global, yang mendera hampir seluruh negara, termasuk Indonesia. Di tengah persiapan pameran, masih dihempas oleh peristiwa meledaknya bom di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.flickr.com/photos/indoevents/3803120398/"><img class="alignleft" title="Up &amp; Hope" src="../wp-content/uploads/2009/08/96-212x300.jpg" alt="Up &amp; Hope" width="165" height="228" /></a><strong>Up &amp; Hope</strong><br />
Visual art exhibition<br />
of more than 100 Indonesia artists<br />
Pameran dengan tajuk “Up &amp; Hope” kali ini merupakan salah satu ikhtiar untuk merawat cahaya harapan. Pameran ini dirancang di tengah situasi yang muram, berupa krisis ekonomi global, yang mendera hampir seluruh negara, termasuk Indonesia. Di tengah persiapan pameran, masih dihempas oleh peristiwa meledaknya bom di Hotel J.W Marriot dan Hotel Ritz-Carlton (pada Jumat pagi, 17 Juli 2009) yang dilakukan oleh pengecut berjuluk teroris. Peristiwa ini jelas sangat mengguncang dunia, di tengah harapan yang mulai berbinar. Tak ada cara lain untuk melawannya, kecuali terus dan tetap merawat harapan, sambil menepis rasa takut.<span id="more-579"></span></p>
<p>Tema atau tajuk ini, “Up &amp; Hope” – betapapun longgarnya sebagai tajuk kuratorial – saya anggap justru semakin relevan dalam konteks hari ini, yakni untuk melawan berbagai kemuraman itu. Mendorong hasrat untuk bangkit, terus merawat harapan, merupakan cahaya yang akan mengantar pada ujung lorong yang terang. Karya seni rupa, seperti sudah disinggung di muka, memiliki potensi semacam ini.</p>
<p>D’PEAK Art Space sebagai institusi baru bagi ruang publik seni rupa, menyodorkan ruang ini untuk forum memelihara harapan menyongsong terang cahaya. Pameran “Up &amp; Hope” juga bermakna perayaan; merayakan kehadiran ruang publik baru khususnya bagi dunia seni rupa. Sebuah perayaan, selalu ingin penuh warna dan gembira. Spirit inilah yang menafasi pameran ini. Para perupa yang berpartisipasi dalam peristiwa pameran ini, diundang atas pertimbangan eksistensi para perupa, capaian-capaian, kesenimanan, kualitas karya, dari yang berada di papan atas, hingga mereka yang muda-muda, yang masih meniti jembatan karier dengan penuh tantangan. Saya merasa gembira, karena pameran ini mampu menghadirkan konfigurasi perupa yang beragam, berjajarnya para perupa senior yang sudah malang melintang dan kenyang dengan pengalaman presentasi, pameran, dan berdebat di forum-forum internasional, dengan para perupa muda usia yang masih gelisah, yang masih mencari, dan masih membangun indentitas diri. Dari konfigurasi itu, perupa muda tetap mendominasi pameran ini. Mereka yang muda-muda itu berada dan bersanding dengan para senior yang inspiratif. Betapapun, orang muda selalu dijadikan tumpuan harapan; harapan perubahan dan harapan perbaikan.</p>
<p>(Petikan teks kuratorial dari Suwarno Wisetrotomo)</p>
<p>Grand opening ceremony<br />
Saturday, 8 August 2009 at 6 p.m.<br />
Jalan RS. Fatmawati No. 56 d/h. 1100<br />
(in front of RS. Fatmawati /fire brigade office)<br />
Jakarta Selatan 12440</p>
<p>The exhibition will be officiated by<br />
DR. Ing. H. Fauzi Bowo<br />
Governor of Jakarta Special Capital Region (DKI Jakarta)</p>
<p>Artists:<br />
Budi &#8220;Swiss&#8221; Kustarto, Budi Ubrux, Edo Pop, Edy Sunaryo, Hadi Soesanto, Harris Purnama, Hening Purnamawati, I Made A. Palguna, Ivan Sagita, I Wayan Cahya, Jeihan Sukmantoro, Made Sukadana, Made Toris Mahendra, Monika Ary Kartika, M. Irfan, Muji Harjo, Nasirun, Neneng S. Ferrier, Niko Rikardi, Pencus Susanto, Putra Eko Prasetyo, Putut Wahyu Widodo, Robi Fathoni, Riduan, Romi Armon, Rusnoto Susanto, Setyo Priyo Nugroho, Sigit Santoso, Srihadi Soedarsono, S. Teddy D, Teguh Ostentrik, Tiarma D. Sirait, Ugy Sugiarto, Wara Anindyah, Yani Mariani Sastranegara, etc.</p>
<p>Curator: Suwarno Wisetrotomo<br />
Co-curator: Kuss Indarto</p>
<p>Contact person:<br />
William Widranata (0817886169)</p>
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /><!-- PHP 5.x --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.arttitudes.org/exhibition/579.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tujuh Bintang Art Award 2009  ‘THE DREAM’ [The Power of Dream]</title>
		<link>http://www.arttitudes.org/art-news/tujuh-bintang-art-award-2009-%e2%80%98the-dream%e2%80%99-the-power-of-dream.html</link>
		<comments>http://www.arttitudes.org/art-news/tujuh-bintang-art-award-2009-%e2%80%98the-dream%e2%80%99-the-power-of-dream.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2009 06:29:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Art News]]></category>
		<category><![CDATA[2009]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[award]]></category>
		<category><![CDATA[contemporary]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[kuss indarto]]></category>
		<category><![CDATA[mikke susanto]]></category>
		<category><![CDATA[museum affandi]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[rusnoto susanto]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>
		<category><![CDATA[sujud dartanto]]></category>
		<category><![CDATA[suwarno wisetrotomo]]></category>
		<category><![CDATA[tujuh bintang art space]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=300</guid>
		<description><![CDATA[Tujuh Bintang Art Award 2009 
‘THE DREAM’ [The Power of Dream]
Hidup tanpa impian tak layak untuk dijalani. [Plato]
Prolog
Inspirasi terbesar bagi seorang genius adalah letupan-letupan mimpi yang sanggup merubah dunia. Bagaimana seseorang bertahan dan melangsungkan visi hidup tanpa bertumpu pada kekuatan impian? Bagaimana impian-impian mampu menciptakan-membangun sebuah ilmu pengetahuan yang melampaui batas kapasitas logika. Dasar sederhananya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tujuh Bintang Art Award 2009 </strong></p>
<p><strong>‘THE DREAM’ [The Power of Dream]</strong></p>
<p>Hidup tanpa impian tak layak untuk dijalani. [Plato]</p>
<p>Prolog</p>
<p>Inspirasi terbesar bagi seorang genius adalah letupan-letupan mimpi yang sanggup merubah dunia. Bagaimana seseorang bertahan dan melangsungkan visi hidup tanpa bertumpu pada kekuatan impian? Bagaimana impian-impian mampu menciptakan-membangun sebuah ilmu pengetahuan yang melampaui batas kapasitas logika. Dasar sederhananya, kekuatan impian membentuk kuatnya karakteristik pribadi mengada, survival, dihargai, bermartabat karena impian menuntun sekaligus membentuk perspektif berpikir manusia visioner dan berkarakter.</p>
<p>Nah, berpijak atas dasar inilah tema ‘THE DREAM’ The Power of Dream di usung sebagai tema yang membingkai penyelenggaraan Tujuh Bintang Art Award 2009 yang diharapkan dapat memicu berbagai perspektif para perupa muda Indonesia dalam menggali sekaligus menjumput inspirasi atas impian yang selama ini menggelisahkan ruang-ruang virtual kita hari ini.</p>
<p>Tujuh Bintang Art Award 2009 merupakan paket program yang didedikasikan pada bagian penting perjalanan dan perkembangan seni rupa kontemporer Indonesia sebagai bentuk apresiasi terhadap pemikiran dan karya terbaik perupa muda Indonesia yang telah mendedikasikan segenap kehidupan kreatifnya untuk melahirkan karya terbaiknya.<span id="more-300"></span></p>
<p>Penghargaan ini disampaikan sebagai bentuk kelekatan relationship yang harmonis antara pihak penyelenggara dengan para perupa muda Indonesia atas dasar pada kwalifikasi karya yang diajukan. Tujuh Bintang Art Award 2009 ini semata-mata bentuk penghargaan yang menandai sebuah pencapaian puncak prestasi para perupa muda dalam proses seleksi ketat yang dilakukan tim juri yang terdiri dari kurator, penulis kritik seni rupa dan pengamat budaya.</p>
<p><strong>Teknis</strong></p>
<p>Tujuh Bintang Art Space mengajak para perupa untuk berpartisipasi merespon tema ‘THE DREAM’ The Power of Dream. Bagaimana kita memaknai kekuatan impian yang membuka berbagai peluang dan kemungkinannya. Para perupa muda diharapkan masih memiliki komitmen dan artikulasi yang beragam sesuai riuhnya globalisasi yang tak bisa disangkal turut memberi pengaruh pada pola pikir, penyikapan, gaya hidup bahkan kepribadian personal.</p>
<p>Hasil dari kompetisi seni visual terbuka ini akan dijaring karya-karya [dengan media bebas] yang akan dipamerkan di Tujuh Bintang Art Space pada 15-30 Agustus 2009. Kompetisi ini juga bertujuan untuk mendapatkan perupa-perupa berbakat dengan mengedepankan kualitas karya melalui penyikapan terhadap sebuah kekuatan impian yang secara nyata memberikan spirit hidup masyarakat dunia.</p>
<p><strong>Kriteria Seleksi</strong></p>
<p>1. Kompetisi bersifat terbuka, berskala nasional.</p>
<p>2. Usia maksimal 35 tahun.</p>
<p>3. Peserta perorangan atau kelompok.</p>
<p>4. Jenis dan media berkarya bebas.</p>
<p>5. Karya harus asli, didasarkan pada ide yang orisinal, tidak sedang diikutkan dalam kompetisi yang lain dan bersedia untuk dijual.</p>
<p>6. Ukuran untuk karya 2 dimensi maksimal (P x L) 300cm x 300cm.</p>
<p>7. Ukuran untuk karya 3 dimensi maksimal (P x L x T) 100cm x 100cm x 200 cm.</p>
<p>8. Sedangkan seni instalasi/multimedia menyesuaikan.</p>
<p>9. Selain artistik juga berkait secara integral dengan relevansi tema yang ditawarkan atau berbasis pada kesadaran kreatif dan kecermatan perupa merayakan kekuatan impian pada karya-karyanya.</p>
<p>10. Wajib menyertakan foto karya yang diikutkan pada seleksi tahap pertama, dengan ukuran 10R-glosy, dikirim bersama dengan konsep karya, biodata &amp; foto perupa serta informasi detail karya, diketik rapi. CV 3 tahun terakhir dalam Microsoft Word / Notepad file format.</p>
<p>11. Foto karya 2D/ 3D/ Installation (format cetak dan CD/ JPEG format, 300 DPI, 3000 pixel), lampirkan nama seniman, judul karya, media, dan tahun. Pada setiap foto tulis nama dan nomor file (01, 02, 03, dst). Sebagai contoh : Indra Ideatama 01.jpeg, Indra Ideatama 02.jpeg, dst.</p>
<p>12. Khusus untuk karya 3 dimensi, harap memberikan foto detail karya.</p>
<p>13. Karya video : Format Data AVI-PAL (720 x 576), rancangan display, kopikan dalam CD/ DVD. Gunakan label/ caption di bagian cover dengan nama seniman, judul, durasi, dan tahun.</p>
<p>14. Khusus untuk karya multimedia, harap menyertakan berkas karya pendukung, misal CD interaktif dan sebagainya.</p>
<p>15. Panitia tidak menerima kiriman foto karya dan sebagainya melalui surat elektronik (email).</p>
<p><strong>Proses Seleksi</strong></p>
<p>1. Tahap pertama (Seleksi Tertutup)</p>
<p>Seleksi Portofolio pada 5 Juli 2009</p>
<p>Dengan materi seleksi porto folio / foto karya; sehingga sangat diharapkan foto karya diterima oleh panitia paling lambat tanggal 4 Juli 2009, pukul 21.00 WIB [bukan cap pos]. Akan dipilih 50 nominator dan kemudian diputuskan 20 nominator yang berkewajiban melakukan presentasi karya.</p>
<p>2. Tahap kedua (Seleksi Terbuka)</p>
<p>Dilaksanakan tanggal 10 Juli 2009.</p>
<p>50 nominator mengirim karya secara langsung ke Tujuh Bintang Art Space Yogyakarta dan 20 nominator terpilih wajib mengikuti presentasi karya secara terbuka (berkewajiban memenuhi undangan presentasi dari Tim Dewan Juri)Tujuh Bintang Art Space menyediakan akomodasi untuk peserta luar kota.</p>
<p>Setiap karya yang masuk dalam pameran adalah yang berhasil melalui 2 tahap penjurian.</p>
<p><strong>Dewan Juri</strong></p>
<p>1. Suwarno Wisetrotomo (Kurator, Penulis Kritik Seni Rupa dan Dosen Prog. Pascasarjana ISI Yogyakarta)<br />
2. Kuss Indarto (Kurator Independen)<br />
3. Mikke Susanto (Staf Pengajar FSR ISI Yogyakarta &amp; Kurator independen)<br />
4. Sujud Dartanto (Kurator Independen)<br />
5. Rusnoto Susanto (Kurator Independen, Dosen Luar Biasa FBS Seni Rupa UNJ dan Mahasiswa Prog. Pascasarjana ISI Yogyakarta)</p>
<p><strong>Penghargaan</strong></p>
<p>1. Sekitar 50 karya terpilih akan dipamerkan dalam pameran seni visual ‘THE DREAM’ pada 15-30 Agustus 2009 di Tujuh Bintang Art Space Yogyakarta dan Museum Affandi Yogyakarta.</p>
<p>2. Dewan juri akan menetapkan 5 besar karya terbaik dan akan mendapatkan penghargaan berupa uang masing-masing Rp. 5.000.000,00, Tropi serta sertifikat Tujuh Bintang Art Award 2009.</p>
<p>3. Pengumuman 50 nominator pada tanggal 15 Juli 2009 akan diumumkan baik secara personal maupun melalui situs kami.</p>
<p>4. Seniman pemenang kompetisi akan dijadwalkan ikut serta dalam pameran Tujuh Bintang Art Space di masa mendatang.</p>
<p>5. Keputusan dewan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.</p>
<p>Hal-hal lain yang belum jelas dapat ditanyakan ke Panitia Tujuh Bintang Art Award 2009, Jogjakarta.</p>
<p>Terima Kasih</p>
<p><strong>Tujuh Bintang Art Space</strong><br />
Jl. Sukonandi 7 Yogyakarta 55166</p>
<p><strong>More Info :</strong></p>
<p>Telepon :<br />
Tubi 0274 545577<br />
Eko 081 391 634 777<br />
Lenny 0818 027 11 777<br />
Hanif ZR 0815 785 22 303<br />
Rusnoto 0815 861 85 965</p>
<p>Email :<br />
info@tujuhbintang.com</p>
<p>Website :</p>
<p>http://www.tujuhbintang.com</p>
<p>http://blog.tujuhbintang.com</p>
<p>Yahoo Messenger :<br />
tubi_artspace</p>
<p>Skype :<br />
mamas_eko</p>
<p>Facebook :<br />
tujuh bintang / eko@tujuhbintang.com</p>
<p>Formulir bisa didownload di :<br />
Tujuhbintang &#8211; form_the_dream.pdf<br />
atau<br />
Ziddu &#8211; Formulir The Dream.pdf</p>
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" /><!-- PHP 5.x --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.arttitudes.org/art-news/tujuh-bintang-art-award-2009-%e2%80%98the-dream%e2%80%99-the-power-of-dream.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

