<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ArtTitudes &#187; tembi rumah budaya</title>
	<atom:link href="http://www.arttitudes.org/tag/tembi-rumah-budaya/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.arttitudes.org</link>
	<description>Indonesia Contemporary Art</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Aug 2011 16:10:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
		<item>
		<title>N(art)URAL</title>
		<link>http://www.arttitudes.org/exhibition/nartural.html</link>
		<comments>http://www.arttitudes.org/exhibition/nartural.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jun 2010 02:50:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[contemporary]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[painting]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>
		<category><![CDATA[tembi rumah budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=1821</guid>
		<description><![CDATA[[ July 9, 2010; 7:00 pm; ] Mulai pada awal bulan Juli ini TEMBI RUMAH BUDAYA JAKARTA, telah memberi kesempatan kepada 2 orang pemuda dari Jakarta untuk menunjukan hasil Karya Seni Rupanya yang selama ini mereka pelajari di IKJ (institut Kesenian Jakarta). Dari tema N(art)URAL yang diangkat merupakan hasil serapan dari kata "Belajar Sendiri" atau "Alami" dari hal tersebut mereka berupaya melukiskan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/06/nartural.jpg" rel="lightbox[1821]" title="nartural"><img class="alignleft size-full wp-image-1822" title="nartural" src="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/06/nartural.jpg" alt="" width="200" height="282" /></a>Mulai pada awal bulan Juli ini TEMBI RUMAH BUDAYA JAKARTA, telah memberi kesempatan kepada 2 orang pemuda dari Jakarta untuk menunjukan hasil Karya Seni Rupanya yang selama ini mereka pelajari di IKJ (institut Kesenian Jakarta).</p>
<p>Dari tema N(art)URAL yang diangkat merupakan hasil serapan dari kata &#8220;Belajar Sendiri&#8221; atau &#8220;Alami&#8221; dari hal tersebut mereka berupaya melukiskan untuk menciptakan sesuatu yang telah mereka kembangkan selama mereka belajar tentang menggambar.<span id="more-1821"></span></p>
<p>Artist : Slamet Rahardjo (lame), Aldhi Sukmaruhi (aldicurut),Slamet Rahardjo (lame),Slamet Rahardjo (lame),Aldhi Sukmaruhi (aldicurut)</p>
<p>Opening : July, 9 2010 at 7:00 pm<br /> Closing : July, 23 2009 at 9:00 pm<br /> Venue: TEMBI RUMAH BUDAYA JAKARTA<br /> Address : Jln.Gandaria 1/47B , kebayoran baru, jakarta selatan.</p>
<p><!-- PHP 5.x --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.arttitudes.org/exhibition/nartural.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beak Beak World</title>
		<link>http://www.arttitudes.org/exhibition/beak-beak-world.html</link>
		<comments>http://www.arttitudes.org/exhibition/beak-beak-world.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 May 2010 03:50:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[contemporary]]></category>
		<category><![CDATA[painting]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>
		<category><![CDATA[tembi rumah budaya]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=1773</guid>
		<description><![CDATA[[ May 26, 2010; 7:00 pm; ] Nurify —lahir di Yogyakarta, 6 Juni 1986— adalah peserta program Artist in Residence #4 di Tembi Rumah Budaya Yogyakarta. Karyanya tergolong unik, yakni homeclay yang terbuat dari tepung beras, terigu dan kanji. Sebagian karyanya berupa tiga dimensi, sebagian lagi dipadukan dengan lukisan. Pameran ini memajang 17 karya, yang menampilkan tokoh gadis  kecil dan burung, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nurify —lahir di Yogyakarta, 6 Juni 1986— adalah peserta program Artist in Residence #4 di Tembi Rumah Budaya Yogyakarta. Karyanya tergolong unik, yakni homeclay yang terbuat dari tepung beras, terigu dan kanji. Sebagian karyanya berupa tiga dimensi, sebagian lagi dipadukan dengan lukisan.</p>
<p>Pameran ini memajang 17 karya, yang menampilkan tokoh gadis  kecil dan burung, ada pula tokoh metamorfosis seperti manusia berparuh. Dengan memakai unsur-unsur komposisi dan grafis dari dunia komik dan kartun, Nurify berhasil menyorot beberapa macam perilaku dan kecenderungan manusia, baik dalam perspektif sosial maupun pribadi.<span id="more-1773"></span></p>
<p>Pameran Bersama (2010):<br /> “Gloomy Alone”, El Pueblo Cafe</p>
<p>Pameran Bersama (2009):<br /> “Melawan Mesin Fotocopy”,  partisipan Jogja Jamming Biennale X<br /> “Kultur Sahabat Pena”,  projek kolaborasi Indieguerillas, Yogyakarta<br /> “South project”,  kolaborasi dengan Yennyferth Becerra Avendaño (Spanyol),<br /> Kedai Kebun Forum, Yogyakarta<br /> “PKAN#7”,  partisipan dengan komunitas Mulyakarya, Solo<br /> “Drawing Lover”,  Galeri Katamsi ISI Yogyakarta, Yogyakarta<br /> ”Muak”, Proyek Kelompok Maya, Galeri Biasa, Yogyakarta<br /> “You Never Moonwalk Alone“, Tribute to Michael Jackson, MANDORbook</p>
<p>Opening: Wednesday, May 26, 2010, at 7 pm<br /> Closing: June 12, 2010<br /> Venue: Tembi Rumah Budaya<br /> Address: Jl. Parangtritis Km 8,4 Sewon Bantul Yogyakarta</p>
<p><!-- PHP 5.x --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.arttitudes.org/exhibition/beak-beak-world.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ube, Solo Exhibition &#8220;NOL&#8221;</title>
		<link>http://www.arttitudes.org/exhibition/ube-solo-exhibition-nol.html</link>
		<comments>http://www.arttitudes.org/exhibition/ube-solo-exhibition-nol.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 14:01:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fiona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curatorial]]></category>
		<category><![CDATA[Exhibition]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[contemporary]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>
		<category><![CDATA[tembi rumah budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arttitudes.org/?p=1355</guid>
		<description><![CDATA[NOL, dari tiada kembali ke tiada
Kata “NOL” dalam pengertian umum mengacu pada kata “kosong, nihil, atau tidak bernilai”. Atau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, NOL berarti “bilangan persiapan sebelum memasuki tingkat pertama di urutan kelas; tidak ada kenyataan”. Atau menurut Merriam Webster Dictionary “the number between the set of all negative numbers and the set [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-1356" href="http://arttitudes.org/exhibition/ube-solo-exhibition-nol.html/attachment/nol_ube"><img class="alignleft size-medium wp-image-1356" title="Nol_Ube" src="http://arttitudes.org/wp-content/uploads/2010/02/Nol_Ube-212x300.jpg" alt="" width="212" height="300" /></a>NOL, dari tiada kembali ke tiada</p>
<p>Kata “NOL” dalam pengertian umum mengacu pada kata “kosong, nihil, atau tidak bernilai”. Atau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, NOL berarti “bilangan persiapan sebelum memasuki tingkat pertama di urutan kelas; tidak ada kenyataan”. Atau menurut Merriam Webster Dictionary “the number between the set of all negative numbers and the set of all positive numbers; an insignificant person or thing; a state of total absence or neutrality”.<span id="more-1355"></span></p>
<p>Ube beranggapan,bahwa kata NOL tersebut merupakan kata yang paling tepat untuk merepresentasikan dirinya saat ini. Pameran ini memang beliau maksudkan sebagai langkah awalnya memasuki “jagad persilatan” seni rupa, yang juga merupakan hasil dari kegelisahan-kegelisahannya, termasuk juga kegelisahannya terhadap paradigma yang selama ini masih dipegang teguh oleh rekan-rekan seangkatannya, yang mengatakan bahwa “bikin karya itu harus dimanis-manisin, biar menarik, biar laku terjual dan bisa menghasilkan uang”. Dan Ube telah menjungkirbalikkan paradigma itu dan menjawabnya melalui pameran tunggalnya yang pertama ini. Ube percaya bahwa nilai-nilai itu adalah nisbi dan sangat individual sifatnya.</p>
<p>Dalam berkarya, Ube lebih mengedepankan spontanitas. Ube tidak terlalu menghiraukan tetek bengek yang bersifat teknis yang menurutnya hanya akan membatasi ekspresi artistiknya. Ube berusaha melepaskan diri dari berbagai kredo seni rupa yang hanya akan mengungkung kebebasannya mencipta. Bagi Ube, sebuah karya itu tidak mesti dimuati dengan tema-tema sepele sejenis remeh temeh politik yang ia merasa awam di dalamnya. Ube membiarkan proses kreatif itu mengalir apa adanya, melalui berbagai media yang diakrabinya dan tema-tema besar yang lekat dengan dirinya sehari-hari. Ube seolah bercerita, atau meminjam istilah anak gaul jaman sekarang “curhat colongan” tentang pengalamannya, yang sebenarnya adalah pengalaman kolektif kita juga, seperti misalnya asyiknya mengadu ikan cupang, main video game dan main robot-robotan, Atau asyiknya jatuh cinta, kesalnya ditipu orang, dan lain sebagainya. Bagi Ube, dalam berkarya yang penting happy. Dan memang begitulah tabiat dasar seni murni, yaitu ekspresi pribadi yang diciptakan khusus hanya untuk dinikmati artistik dan estetiknya untuk mencapai kepuasan bathin. Ube tidak merisaukan bagaimana jika seandainya. Ube hanya ingin berkarya, biarlah nanti masyarakat sendiri yang akan menilainya.</p>
<p>Di kalangan orang-orang yang mengenalnya, Ube alias Dwi Wicaksono Suryasumirat adalah pribadi hangat yang suka bercanda, nyeleneh cenderung liar, eksentrik yang mengarah pada norak dan terkadang kekanak-kanakan, namun berani dan yakin pada dirinya. Karakteristik inilah yang kemudian merefleksi begitu kuat dalam karya-karyanya, yang secara sepintas terkesan seperti garis tangan anak-anak. Seolah Ube ingin mengatakan bahwa ia masih enggan melepas masa kanak-kanaknya, dan kita diajak bermain memasukinya.</p>
<p>Bermain, sebuah kata yang nyaris terabaikan dalam hidup keseharian kita. Manusia perkotaan jaman sekarang terlalu sibuk dengan pergulatan mempertahankan hidup, mempertahankan eksistensi, dan berbagai tetek bengek urusan pekerjaan yang membuat kita kerap mengerutkan kening. Pameran ini sekaligus juga merupakan sebuah perayaan dari semangat bebas bermain. Sebuah wahana relaksasi, sebuah eskapisme temporer dari berbagai ketegangan hidup sehari-hari. Karena seni juga memiliki fungsi katarsis, sebagai pelepasan beban,  baik untuk kreatornya maupun untuk para penikmatnya.</p>
<p>Kata NOL juga disimbolkan dengan bentuk lingkaran, seperti menyiratkan bahwa hidup adalah juga serangkaian proses yang membentuk siklus tanpa henti. Demikian pula halnya dengan Ube. Ube yang sekarang bukanlah hasil akhir. Ube yang sekarang hanyalah salah satu titik pemberhentian dari serangkaian proses yang harus ia jalani selama ia menggeluti seni dan menapaki hidup ini. Dan kita percaya bahwa Ube akan terus berproses sampai akhirnya ia kembali ke titik nol. Berangkat dari ketiadaan dan akan kembali pada ketiadaan.<br /> Buat Ube, selamat berpameran. Welcome to the jungle!</p>
<p>Prijanto Hardjotaruno</p>
<p>Start Time: February, 4 2010 at 6:45 pm<br /> End Time: February, 26 2010 at 9:00 pm<br /> Location: Tembi Rumah Budaya<br /> Address: Jl. Gandaria I/47B. Kebayoran Baru, Jakarta Selatan<br /> Phone: 021 72032056, 021 7253410</p>
<p><!-- PHP 5.x --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.arttitudes.org/exhibition/ube-solo-exhibition-nol.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

