JUDUL BUKU: I Nyoman Sujana Kenyem: An Artist from The Silence of Sayan
PENULIS: I Wayan Suardika
TEBAL: 250 halaman
TAHUN: September 2009
PENERBIT: Pustaka Suardi Denpasar
HARGA: Rp 50.000
LAUNCHING: 26 September 2009, pukul 19.00. Wita di Gaya Fusion Art Space, Sayan, Ubud

The concept of creating a joint exhibition entitled “Twin Sons of Different Mothers” evolved over time rather than on this occasion being birthed together.
Two souls connected for over six years this time around; attracted in a desire to express and create a mixed medium offering of our past, present and future.
A sincere and divine offering of Sekala (tangible) and Niskala (intangible).
One soul from Bali of the Brahman caste and the other a Celtic spirit traveling the world in search of hiding relatives; the ultimate reconnection of souls in unison.
Continue Reading →
Taman (The Garden)
A Solo Exhibition by Pande Ketut Taman
Start Time: Friday, September 25, 2009 at 6PM
End Time: Sunday, October 25, 2009
Location: Komaneka Fina Art Gallery
Address: Jl. Monkey Forest Ubud, Bali
Phone: 0361 976090
Email: gallery@komaneka.com
With these latest sculptures from his ongoing Everyone series, Rodney Glick – an Australian artist – presents us with a strange and intriguing cultural mix. The works are loosely based on Indian Hindu paintings from the 18th and 19th centuries. [Curatorial] [Exhibition Detail]
12 Photos
” WANDERING RIPPLES “
a collage solo exhibition by Rie Mandala
After traveled in India for several months
came back to Indonesia in last May through Thailand.
This exhibition will be my newest mix of Japanese/Indonesian/
Taiwanese/Thai/North American/Indian cultures on collage art pieces
that used found materials from these countries I’ve traveled in the past 10 years.
Friday, 28 August 2009
7pm – Opening coctail at Alila Living Gallery
The exhibion will be held trough 27 September 2009
Alila Ubud
Desa Melinggih Kelod, Payangan – Ubud, Bali
Ph : 0361 975 963 E : ubud@alilahotels.com
http://www.ubudhotelsassociation.com/news/detail/10.htm http://www.balidiscovery.com/messages/message.asp?Id=5411
*Rie Mandala Art Gallery*
http://riemandala.blog.shinobi.jp
http://riemandala.blog.shinobi.jp
MEMORI PERANG DAN PERTOBATAN ALA MIDORI
by Jean Couteau
Sudah bertahun-tahun sosok wanita ini menjadi bagian dari dunia seni rupa Indonesia. Di Bali dan Yogyakarta, sedikit seniman muda yang belum mengenal senyum terbukanya dan belum mendengar ketawanya yang segar itu. Memang, kita semua tahu bahwa dia membuat instalasi dan “patung” melalui mana filsafat kosmis Hindu-Bali dan Jepang bertemu dan saling resapi, tetapi
Continue Reading →
With these latest sculptures from his ongoing Everyone series, Rodney Glick – an Australian artist – presents us with a strange and intriguing cultural mix. The works are loosely based on Indian Hindu paintings from the 18th and 19th centuries. Glick has staged certain scenarios depicted in these paintings using Australian models, and these scenarios have then been photographed and digitally altered. The resulting manipulated images are exhibited as framed digital prints in their own right. These composite images also serve as source material for the Balinese woodcarvers and painters, who have created these sculptures, with Glick providing direction and making the artistic decisions.
Through this work we feel we are in the presence of something significant. Non-Hindus are surprised to discover that Hindu gods and goddesses, while being divine, also manifest the fears, doubts and other psychological states
Continue Reading →
Seni Lukis I Ketut Teler
MEMAKNAI TERORISME & TOLERANSI
Oleh Arif Bagus Prasetyo
11 September 2001. Sepasang pesawat terbang komersial dibajak segerombolan teroris, lalu menerjang dan meluluhlantakkan gedung menara kembar World Trade Center (WTC) di jantung New York City, Amerika Serikat. Hampir tiga ribu manusia binasa. Paman Sam tersentak bangun dari singgasananya yang nyaman, terbelalak tak percaya teror mampu menembus tubuhnya yang imun. Dan sejak itu
Continue Reading →
Enam perupa dengan aneka latar-belakang kultural sepakat memilih ungkapan yang unik, “Neng Nong Neng Pur”, sebagai judul pameran mereka. “Neng Nong Neng Pur” adalah sebuah onomatopoeia yang menirukan bunyi orkestra tradisional gamelan Bali. Dalam sebuah orkestra, keindahan musikal dibangun oleh harmoni unsur-unsur bunyi yang berbeda antara satu sama lain. Beragam alat musik dengan kekhasan bunyinya masing-masing dimainkan secara kolektif dan harmonis, menghasilkan irama yang enak dinikmati.
Demikian pula spirit pameran ini. Pameran “Neng Nong Neng Pur” mengetengahkan karya-karya yang membawakan estetika dan kecenderungan artistik personal masing-masing perupa. Lukisan setiap perupa berlainan dalam hal konsep, tema maupun gaya. Namun mereka dipersatukan oleh semangat kebersamaan yang mengatasi perbedaan. Pameran “Neng Nong Neng Pur” mempromosikan perbedaan sebagai kekuatan yang produktif dan inspiratif. Analog dengan orkestra gamelan Bali, pameran ini ingin mengajak publik untuk mengapresiasi keragaman. Continue Reading →
6 EKSPRESI DALAM HARMONI
Oleh Arif Bagus Prasetyo
Pameran “Neng Nong Neng Pur” menampilkan sepilihan lukisan karya Ida Bagus Alit, Sura Ardana, Yung Min, Ipphing, Yasco Kanehira dan Gohouen Toshi. Keenam perupa ini sama-sama tinggal dan berkarya di Bali, tapi masing-masing memiliki latar-belakang kultural yang berbeda. Ida Bagus Alit dan Sura Ardana adalah orang Bali. Yung Min dan Ipphing adalah warga negara Indonesia keturunan Tionghoa. Sedangkan Yasco Kenehira dan Gohouen Toshi berasal dari Jepang. Continue Reading →
Melalui karya saya, saya mencoba untuk mendapatkan permukaan (surface) dari segala hal yang belum jelas, tidak biasa (tidak familiar) dan ketertekanan, dalam rangka untuk mewacanakan (to discourse) itu dengan kesadaran.
Saya menemukan berbagai kesulitan sementara pencarian berlangsung dan berhadapan dengan banyak yang tidak familier dengan sisi yang berlawanan dari kepribadian, yang hanya berfungsi ketika ada pertentangan.
Fotografi “Scenting” direalisasikan dengan teknik manual – multi eksposisi. proses teknik ini tidak bisa di bawah kendali yang memberikan satu kesempatan besar untuk cara bekerja yang bersifat insting dan bergerak menampilkan sisi dari ketidaksadaran.
Continue Reading →
Gaya Fusion has adopted new logo. The new logo has a gold bowl symbols whichstands for connecting all the bussiness unit in gaya, Art Space, Restaurant and Lounge, Villas, Ceramic and Design, and Gelato.
Gaya Fusion’s new logo is graphically a simple bowl, humble in tis suggestion, but also deeply connected to the essence of the container’s use.
A bowl holds.
Continue Reading →