Pameran Tunggal Solo Exhibition by ISA ANSORY
Curated by: Wahyudin
Officiated by Ms. Dian M Soedarjo Art Lover, Managing Director of Elle Indonesia
Continue Reading →
Artists: Continue Reading →
A. Ibnu Thalhah – Arie Dyanto – Bambang ‘Toko’ Witjaksono – Bob ‘Sick’ Yudhita Agung – Dadang Rukmana – Deddy PAW – Dipo Andy – Doel AB – EddiE haRA – F. Sigit Santosa – Gusmen Heriadi – Hardiman Radjab – Hayatudin – Jumaldi Alfi – Nahyu Rahma Fathriani – Pande Ketut Taman – Putut Wahyu Widodo –
Continue Reading →
Biennale Jogja X mengangkat isu Jamming dan Gerakan Arsip Seni Rupa. Mengapa tim kurator memilih isu ini? Mengutip proposal Biennale Jogja X, kali ini akan ditampilkan karya-karya mutakhir dari para perupa kontemporer yang memiliki reputasi bagus dalam wacana dan pasar senirupa kontemporer Indonesia. Bagaimanakah memilih para perupa yang dikategorisasi memiliki reputasi bagus tersebut? Bagaimanakah proses penterjemahan isu menjadi proses kuratorial Biennale Jogja X? Apakah fungsi dan peran kurator dalam Biennale Jogja X? Pada karya yang mengisi areal kota, bagaimanakah proses pemilihan seniman dan bentuk-bentuk konsultasi, transaksi, komunikasi dengan para seniman? Bagaimanakah proses penentuan titik lokasi yang dipilih? Bagaimana hubungannya terhadap pemerintah kota?
Lukisan-lukisan mutakhir Djoeari Soebardja—yang akan dipajang dalam pameran tunggal bertajuk “Neverwhere” yang secara profesional dikelola oleh Galeri Canna di Plaza Grand Indonesia pada 31 Oktober 2009—merupakan ikhtiar terbaru sang pelukis untuk menyampaikan pikiran, perasaan dan tanggapan mengenai peristiwa aktual yang berkenaan dengan tingkah-pola manusia terhadap alam—dalam hal ini tetumbuhan, pohon, dan hutan.
Alam atau lingkungan hidup itu menjadi pokok perupaan dalam lukisan-lukisan terbaru Djoeari dan mendapat perhatian saksama pada kanvas-kanvasnya kali ini. Dalam khazanah senilukis Indonesia kontemporer, pokok perupaan dan pusat perhatiaan semacam itu tentu saja bukan sesuatu yang baru. Sebutlah, misalnya, karya-karya, utamanya lukisan, Saftari dalam pameran “Anxious Objects”
Continue Reading →
This exhibition is part of Utan Kayu Literary Biennale 2009
Curated by Wahyudin
Artists: Adi Gunawan, Bayu Yuliansyah, Dadang Rukmana, David Armi Putra, Dicky Leos Firmansyah, Dona Prawita Arisutta, Endang Lestari, Faisal Habibi, Hayatudin, Hendra Harsono, Ibnu Thalhah, Putut Wahyu Widodo, Rifky Sukma, Terra Bajraghosa, Tri Suharyanto, Wedhar Riyadi, Yudi Sulistya
Start Time: Thursday, October 15, 2009 at 7pm
End Time: Friday, October 30, 2009
Place: Kafe Atap Salihara & Galeri Salihara
Address: Jl. Salihara 16, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Phone: 021 7891202
Setelah kurang-lebih 21 tahun, sesudah 9 kali perhelatan, Biennale Jogja telah menjadi sebuah tradisi seni rupa yang memungkinkan masyarakat mengapresiasi perkembangan estetis dan pencapaian artistik para pelaku senirupa di kota ini.
Kemungkinan itu merupakan semacam jembatan kesempatan untuk merayakan tradisi ini dengan partisipasi. Tapi sejauh ini partisipasi itu masih dianggap bersifat fragmentaris—dan hal inilah yang kerap memunculkan kritik dari satu perhelatan ke perhelatan lainnya.
Karena itu, setelah 9 kali pergelaran, sudah saatnya untuk menengok kembali, tidak hanya signifikansi kritik itu terhadap Biennale Jogja, tapi juga apa yang selama itu telah berlangsung dalam tradisi ini.
Continue Reading →