coEXISTence

Pameran Bersama Indonesia-Polandia
Penulis: Alia Swastika & Tomasz Wendland

“Saya percaya bahwa seni rupa kontemporer mengungkapkan bahasa visual internasional, sehingga orang-orang dari seluruh dunia dapat dengan mudah berkomunikasi” oleh Tomasz Wendland

Ide awal dari pameran ini adalah untuk memulai dialog khususnya dibidang seni rupa kontemporer antara Asia dan Eropa. Hal ini diprakarsai oleh dr Tomasz Wendland Direktur Biennale Mediations di Poznan, Polandia. Biennale akan dibuka pada tanggal 4 September 2010 sebagai even budaya terbesar bersamaan dengan pelaksanaan Konferensi ASEM

Continue Reading →

Recette: Second Taste of Reality and Sunyata

Pameran Gambar oleh Sébastien Szczyrk & Greg Sindana

Pameran ini bertujuan untuk membagi, memadukan dan mempertemukan persepsi-persepsi dan pertanyaan-pertanyaan kedua seniman tentang alasan untuk apa mereka menggunakan gambar dan kolase dalam karya-karya mereka.

Apakah gambar merupakan transformasi yang menyenangkan dari kehidupan sehari-hari ?….Apakah kolase itu seperti pertunjukan dalam tradisi wayang ? …

Continue Reading →

Gloss

Pameran Tunggal Raymond Yap

Opening: Tuesday, July 6, 2010 at 7:00pm
Closing: Wednesday, July 28, 2010 at 8:00pm
Venue: Sangkring Art Space
Address: Nitiprayan rt.01/20 no.88, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta

Jogja Art Scane

JOGJA ART SCANE ; art communities / artist communities

PAMERAN SENI RUPA Festival Kesenian Yogyakarta XXII-2010

Pameran Seni Rupa FKY XXII bermaksud untuk mengembalikan medan kreasi aktivitas seni di Yogyakarta pada medan sosial aslinya, yang banyak didukung oleh tumbuhnya komunitas-komunitas seni rupa. Hal tersebut dirasa penting mengingat sinergi yang dibutuhkan oleh para pemangku kebijakan (pemerintah) dengan para komunitas pelaku aktivitas budaya masih membutuhkan ruang-ruang mediasi untuk mempertemukan gagasan dan harapan kedua belah pihak.

Continue Reading →

Dark Sayings:Long Life of Disorderly

Writer: Rain Rosidi
Will be officiated by Agung “Leak” Kurniawan
Music perormance by ASANGATA, SENTIMENTAL AGOGO, SUBJECTIVE KIND OF ENTERTAINMENT

Opening: Tuesday, June 22, 2010 at 7:00pm
Closing: Tuesday, July 13, 2010 at 8:00pm
Venue: Tembi Contemporary
Address: Jl. Parangtritis Km 8,5, Tembi, Timbulharjo, Jogjakarta

Launching e-SURAT IVAA

Seiring dengan nafas IVAA yang “goes digital” sejak 2008, juga mendukung pengurangan cetak kertas, serta memperluas distribusi newsletter IVAA, yakni SURAT (http://www.ivaa-online.org/home/pengumuman-surat-goes-online/). Maka pada edisi ke 37, SURAT format cetak beralih menjadi newsletter online, semua orang bisa mengakses, menyebarkan, serta membaca gratis. e-Surat IVAA hadir dalam format .pdf,

Continue Reading →

Dialog dalam Ruang

I Made Mahendra Mangku merupakan sosok seniman Bali yang dengan setia menggeluti bahasa rupa abstrak sejak tahun 1992. Kali ini bertempat di Tembi Contemporary memamerkan karya-karya abstrak terbarunya melalui pameran tunggal yang berjudul “Dialog Dalam Ruang”. Laki-laki kelahiran 1972 asal Sukawati ini memulai karir kesenimanannya dengan serius sejak dari bangku kuliah di jurusan seni lukis, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Hingga saat ini, berbagai pengalaman pameran telah diikutinya, beberapa penghargaan juga dia dapatkan diantaranya seperti; Finalis Philip Morris Indonesia Art Award

Continue Reading →

Beak Beak World

Nurify —lahir di Yogyakarta, 6 Juni 1986— adalah peserta program Artist in Residence #4 di Tembi Rumah Budaya Yogyakarta. Karyanya tergolong unik, yakni homeclay yang terbuat dari tepung beras, terigu dan kanji. Sebagian karyanya berupa tiga dimensi, sebagian lagi dipadukan dengan lukisan.

Pameran ini memajang 17 karya, yang menampilkan tokoh gadis kecil dan burung, ada pula tokoh metamorfosis seperti manusia berparuh. Dengan memakai unsur-unsur komposisi dan grafis dari dunia komik dan kartun, Nurify berhasil menyorot beberapa macam perilaku dan kecenderungan manusia, baik dalam perspektif sosial maupun pribadi.

Continue Reading →

Sensuous Object

Kurator M. Rain Rosidi

Made Wiguna Valasara dan Wayan Upadana adalah dua perupa muda asal Bali yang mengenyam pendidikan formal di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta . Karya-karya mereka menampilkan eksplorasi material dan olah unsur-unsur formal–rupa. Mereka merupakan generasi yang garapan visualnya terbebas dari representasi ke-Bali-an, berbeda dengan generasi tahun 80 hingga tahun 90-an yang secara sadar melakukan eksplorasi pada nilai-nilai budaya (Bali), melalui bahasa visual yang didominasi oleh abstraksi.

Continue Reading →

Superhero

SUPERHERO
Oleh Arif Bagus Prasetyo

Pameran Superhero berangkat dari art project yang dimulai pada tahun lalu, ketika sejumlah pelukis muda diundang oleh Hanna Art Space untuk menciptakan karya bertema superhero. Proyek ini dimulai dengan pertanyaan sederhana yang dilontarkan kepada para pelukis terundang: apa makna superhero bagi mereka? Apa yang mereka bayangkan dan pikirkan saat mendengar istilah “superhero”? Para pelukis diminta memberi jawaban secara visual, dalam bentuk lukisan. Mereka dipersilakan melakukan penafsiran personal kreatif sebebas-bebasnya terhadap makna superhero.

Continue Reading →

Ten Made

Curated by ARIF BAGUS PRASETYO

Artists :
A.A NGURAH PARAMARTHA | I.B PUTU PURWA
I KETUT TEJA ASTAWA | I MADE BUDIADNYANA
I MADE ‘DOLLAR’ ASTAWA | I MADE ‘ROMI’ SUKADANA
I WAYAN ‘ANYON’ MULIASTRA | I WAYAN APEL HENDRAWAN
V DEDY RERU | WAYAN PARAMARTHA

Start Time: Friday, May 28, 2010 at 7:30pm
End Time: Tuesday, June 8, 2010 at 8:00pm
Venue: Tujuh Bintang Art Space
Address: Jl Sukonandi 7 Yogyakarta, Indonesia

Menjawab Tanda Tanya

Muncul dari kegelapan akan mewujudkan suatu yang misterius, dramatik dan kedalaman……..

……kali ini ruang pamer Bentara Budaya Yogyakarta akan berubah menjadi hitam pekat. Seluruh permukaan dinding, lantai, dan plavon akan ditutup dengan kain hitam. Meskipun karakter karya dan media

Continue Reading →